PAPUA- Saat ini banyak beredar foto dan video di media sosial yang menunjukkan kerusakan akibat pertambangan nikel di sekitar kawasan pariwisata Raja Ampat yang menimbulkan kekhawatiran publik semakin meningkat.
Isu kerusakan lingkungan yang terjadi di Raja Ampat akibat pertambangan nikel tengah menjadi topik pembahasan publik yang hangat dibicarakan di jagat maya.
Namun, setelah ditelusuri ternyata foto dan video yang beredar terkait Raja Ampat tersebut merupakan hasil rekayasa AI (Artificial Intelegent), yang berarti palsu atau hoaks.
Baca Juga: #SaveRajaAmpat Viral: Warganet Desak Hentikan Tambang Nikel di Raja Ampat
Banyak dari warganet yang mengira foto maupun video tersebut asli hasil dokumentasi yang diambil langsung dari Raja Ampat.
"laut yang biru menjadi keruh", "akibat keserakahan manusia...terutama yg punya jabatan orang kecil hanya merasakan akibatnya", tulis beberapa pengguna Tiktok dalam komentar di postingan tersebut.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia yang juga berkunjung ke Raja Ampat pada Sabtu (7/6/2025), menghimbau agar masyarakat untuk lebih hati-hati dalam menyikapi informasi terlebih yang belum tentu kebenarannya.
Baca Juga: Kebijakan Tegas Pemerintah dalam Penyelesaian Masalah Pertambangan Nikel di Raja Ampat
Hal ini juga telah di klarifikasi langsung dari lokasi kejadian oleh beberapa pengguna media sosial di platform Tiktok.
Melalui beberapa unggahan video dari pengguna, salah satunya di postingan di akun TikTok @irf@n yang menunjukan kodisi terkini di kawasan Pariwisata Raja Ampat dengan penampakan lautnya yang masih sangat terjaga dan jauh dri lokasi pertambangan. (*)
Editor : Didin Cahya Firmansyah