BOGOR - Sejak hujan deras mengguyur wilayah Puncak dan sekitarnya, tepatnya pada Sabtu sore hingga malam, Sabtu 5 Juli 2025, terjadi banjir dan tanah longsor di beberapa wilayah Kabupaten Bogor.
6 desa, terutama di Kecamatan Cisarua dan Megamendung, terdampak banjir luapan sungai. Longsor juga melanda dan menyebabkan setidaknya satu warga tertimbun, menurut laporan terbaru BPBD Kabupaten Bogor.
Berdasar data sementara, sebanyak 35 desa di 18 Kecamatan terdampak bencana meliputi banjir,longsor, angin kencang hingga rumah ambruk.
Banjir dan tanah longsor ini mengakibatkan 499 jiwa terdampak dan 3 orang dinyatakan meninggal dunia serta, 1 orang luka-luka, dan 1 warga masih dalam pencarian.
BMKG menyebut hujan dengan intensitas tinggi sejak Sabtu sore menyebabkan sungai meluap. Puncaknya adalah luapan sungai kecil di daerah Puncak yang menyebabkan genangan dan tanah longsor.
Selain itu Alih fungsi lahan dan Pembangungan tak terkendali menyebabkan banyak Kawasan tangkapan air di Puncak berubah fungsi menjadi vila, lokasi wisata dan bangunan komersial, sehingga mengurangi resapan air alami.
Wakil Mneteri PU dan BMKG juga menyoroti penyempitan sungai akibat pendirian rumah di bantaran, yang membuat kapasitas aliran air terganggu.
BPBD telah dikerahkan untuk evakuasi cepat di 6 desa terdampak. Pemerintah pusat daerah diimbau menjadi lebih tegas dalam meninjau izin di pembangunan di Kawasan rawan bencana seperti Puncak.
Editor : Matlaul Ngainul Aziz