VIRAL - Gunung Bromo kembali diselimuti fenomena embun beku yang disebut embun upas, pada Kamis (10/7/2025).
Kondisi ini muncul di lautan pasir dan savana kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru termasuk Gunung Bromo pada pagi hari, menjelang matahari terbit, menciptakan pemandangan mendekati salju ala Eropa.
Suhu di Gunung Bromo turun drastis hingga 5 derajat Celcius, kondisi ideal untuk munculnya embun beku.
Biasanya fenomena ini di Gunung Bromo terjadi antara Juli hingga Agustus, terkadang sampai bulan Mei saat musim kemarau dan cuaca cerah.
Baca Juga: Fakta Menarik Aphelion 2025 dan Mengapa Aphelion bisa Terjadi
Penyebab embun beku, Terjadi akibat kombinasi dari antara cuaca cerah malam hari hingga mengakibatkan radiasi panas keluar, permukaan tanah sangat dingin.
Angin muson timur membawa udara dingin dari Australia. Kedua faktor ini membuat suhu udara di Bromo turun ekstrem dan embun beku terbentuk.
Fenomena ini ramai diburu wisatawan lokal dan mancanegara. Dimana para wisatawan sangat antusias dengan Fenoma embun beku di Gunung Bromo ini.
Baca Juga: Viral! Agam Rinjani: Porter Gunung yang Pernah Jadi Orang Kaya selama 10 Hari
Banyak yang menginap di Cemoro Lawang untuk menyaksikan embun upas, sebelum matahari naik Pemandu lokal juga mengingatkan bahwa momen eksotis ini sangat singkat dan meleleh cepat saat matahari menerpa.
Hal- hal ini Sangat dianjurkan Untuk wisatawan yang mempunyai keinginian untuk pergi ke Bromo, adalah sebagai berikut:
- Mengenakan jaket tebal, sarung tangan, dan kupluk untuk perlindungan.
- Datang sebelum matahari terbit untuk mendapatkan momen terbaik.
- Hati-hati risiko hipotermia dan bawa peralatan hangat tambahan jika perlu.
Meskipun begitu, dibalik fenomena indah embun upas Gunung Bromo juga memiliki dampak dan resiko seperti:
Peningkatan wisata, meningkatnya kunjungan wisatawan hingga ribuan orang dalam beberapa hari bisa menyebabkan bertambahnya tekanan lingkungan, kerusakan padang savana akibat banyak injakan dan volume sampah meningkat.
Kerusakan vegetasi, tanaman seperti rumput ilalang dan perdu bisa mengering, menguning, atau bahkan mati akibat kristal es yang merusak jaringan sel.
Beberapa laporan menyebutkan vegetasi lokal mengalami burning frost, yaitu rusaknya daun akibat suhu dingin ekstrem.
Nah jadi jika pada saat ini anda berkenan untuk pergi ke Bromo Anda akan berhasil menyaksikan momen ini dan berkesempatan menikmati lanskap eksotis dan kesempatan foto yang langka, namun anda harus mempersiapkan diri matang untuk suhu rendah dan kesehatan. (*)
Editor : Matlaul Ngainul Aziz