Harga emas dan bitcoin melonjak pasca-perang dagang, terutama emas yang dikenal sebagai aset lindung nilai (safe haven).
Ketika pasar saham bitcoin mengalami tekanan dan ketidakpastian meningkat, investor cenderung beralih ke emas.
Selain itu, pelemahan dolar AS turut mendorong harga emas naik, karena membuatnya lebih murah dan menarik bagi pemegang mata uang lainnya.
Contohnya, pada 10 April 2025, harga emas mencapai USD 3.171,49 per ons. Lonjakan ini terjadi setelah tarif impor AS terhadap China kembali dinaikkan. Satu hari sebelumnya, emas sudah mencatat kenaikan harian terbaik sejak Oktober 2023.
Faktor lainnya adalah aksi beli oleh bank sentral dunia. Mereka menambah cadangan emas untuk mengurangi ketergantungan pada dolar AS.
Selain itu, kekhawatiran terhadap inflasi juga mendorong investor untuk melirik emas.
Sepanjang 2025, harga emas naik lebih dari USD 400. Kenaikan ini menunjukkan tingginya permintaan global akibat kondisi geopolitik yang belum stabil.
Strategi Investasi Emas untuk Stabilitas PortofolioInvestor dianjurkan untuk menyimpan emas dalam portofolio jangka menengah hingga panjang.
Harga emas dan bitcoin setelah perang dagang memberikan bukti bahwa kedua aset ini mampu menjadi penyeimbang di saat pasar tidak pasti.
Emas cenderung bergerak berlawanan arah dengan saham. Jadi ketika saham turun, emas bisa menjaga nilai investasi tetap stabil. Strategi investasi bertahap atau Dollar Cost Averaging (DCA) dapat mengurangi risiko dari fluktuasi harian harga emas.
Investasi emas digital kini juga menjadi tren baru karena lebih praktis dan tidak memerlukan tempat penyimpanan fisik. Investor cukup menggunakan aplikasi untuk membeli, menjual, atau menukar emas kapan saja.
Kinerja Bitcoin Menguat karena Faktor MakroekonomiHarga emas dan bitcoin setelah perang dagang mencerminkan pola yang hampir serupa. Meski Bitcoin tidak secara langsung terdampak oleh kebijakan tarif, ketidakpastian ekonomi global memberikan dorongan terhadap kenaikan harga bitcoin.
Ketidakjelasan arah kebijakan suku bunga Federal Reserve membuat Bitcoin menarik bagi investor yang mencari alternatif. Kritik terhadap pemimpin The Fed dan potensi penggantian posisi turut menambah sentimen pasar terhadap aset kripto ini.
Sejak ETF Bitcoin spot diluncurkan pada awal 2024, arus dana institusional terus mengalir. Hingga pertengahan 2025, total dana yang masuk mendekati $10 miliar. Ini menunjukkan bahwa Bitcoin mulai dilihat sebagai aset serius dalam dunia investasi.
Pasokan bitcoin juga semakin menipis. Saat ini hanya 14–15% dari total suplai yang tersedia di bursa. Sisanya disimpan oleh investor individu atau institusi, menciptakan kondisi langka yang dikenal sebagai supply shock.
Prediksi Harga Bitcoin Tahun 2025Kinerja bitcoin setelah perang dagang memunculkan optimisme baru terhadap pergerakan aset kripto.
Harga bitcoin diperkirakan bisa mencapai USD 116.000 pada akhir Juli 2025. Sementara itu, Standard Chartered memproyeksikan lonjakan lebih tinggi, yakni hingga USD 135.000 pada kuartal ketiga dan menyentuh USD 200.000 di akhir tahun.
Dalam situasi ekonomi yang belum stabil, emas dan bitcoin tetap menjadi pilihan favorit bagi investor untuk menjaga nilai aset mereka.
Kenaikan harga keduanya setelah perang dagang menunjukkan bahwa investor kini lebih memilih strategi investasi yang bisa merespons cepat terhadap risiko dan perubahan kondisi pasar. (*)