RADAR TULUNGAGUNG - Apakah benar 5 Agustus pernah tercatat sebagai hari terpendek di Bumi?
Banyak yang mengira 5 Agustus jadi hari terpendek hanya mitos atau teori konspirasi. Namun, ternyata pernyataan ini berdasarkan data ilmiah yang nyata.
Artikel ini akan mengupas fakta di balik fenomena tersebut dan menjawab apakah 5 Agustus benar-benar menjadi hari terpendek dalam sejarah modern.
Nah secara umum, satu hari di Bumi berlangsung selama 24 jam, atau lebih tepatnya 86.400 detik.
Namun, karena rotasi Bumi tidak selalu stabil, durasi satu hari bisa berubah, meski hanya dalam hitungan milidetik.
Ketika rotasi Bumi sedikit lebih cepat dari biasanya, maka panjang hari akan berkurang. Inilah yang disebut dengan hari terpendek.
Berdasarkan data dari para peneliti dan lembaga pengamat waktu global seperti IERS (International Earth Rotation and Reference Systems Service), pada 5 Agustus 2022, Bumi mencatat salah satu rotasi tercepat dalam sejarah pengamatan modern.
Pada hari itu, panjang rotasi Bumi tercatat lebih cepat 1,50 milidetik dari 86.400 detik. Artinya, Bumi menyelesaikan rotasinya sedikit lebih cepat dari biasanya.
Apa Penyebab Rotasi Bumi Menjadi Lebih Cepat? Inilah Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kecepatan rotasi Bumi antara lain:
1. Gerakan Inti Bumi.
Inti Bumi yang berputar berbeda arah dan kecepatan dibandingkan dengan lapisan luar dapat memengaruhi stabilitas rotasi.
2. Gletser yang Mencair.
Perubahan distribusi massa akibat mencairnya es di kutub juga dapat mengubah momentum rotasi.
3. Gempa Bumi dan Aktivitas Seismik.
Gempa besar bisa menyebabkan pergeseran lempeng bumi yang memengaruhi rotasi.
Baca Juga: Heboh Kabar Gerhana Matahari 2 Agustus, Begini Fakta Sebenarnya
4. Fenomena Chandler Wobble.
Ini adalah gerakan sumbu rotasi Bumi secara alami yang dapat mempercepat atau memperlambat hari.
Dampak terhadap Teknologi dan Sistem Global:
Perubahan panjang hari memang tidak terasa dalam kehidupan sehari-hari, tetapi berpengaruh besar pada sistem yang mengandalkan waktu presisi.
Seperti GPS dan navigasi, sistem komunikasi satelit, infrastruktur keuangan digital, dan jaringan komputer global
Baca Juga: Perbandingan Harga Emas dan Bitcoin Pasca Perang Dagang, Pilih Investasi Mana ?
Jika perbedaan waktu terus meningkat, para ilmuwan bahkan mempertimbangkan untuk menambahkan atau mengurangi “leap second” (detik kabisat), yang bisa berdampak besar bagi sistem komputer global.
Jadi apakah Fakta atau Mitos? Jawabannya adalah fakta. Ya, 5 Agustus memang pernah menjadi salah satu hari terpendek di planet Bumi dalam sejarah pencatatan waktu modern.
Ini bukan mitos atau konspirasi, melainkan hasil pengamatan presisi dari teknologi pengukur waktu atomik dan data astronomis.
Mari tetap ikuti perkembangan informasi sains dan teknologi, karena hal-hal kecil seperti ini bisa membawa perubahan besar di masa depan.
Editor : Dharaka R. Perdana