RADAR TULUNGAGUNG - Di tengah Samudera Pasifik yang luas, berdiri sebuah pulau kecil yang menyimpan salah satu misteri arkeologi paling menggetarkan dunia.
Pulau itu dikenal sebagai Pulau Paskah (Easter Island), atau disebut juga Rapa Nui oleh penduduk lokal.
Di Pulau Paskah yang terpencil inilah berdiri lebih dari 900 patung batu raksasa yang dikenal sebagai Moai, peninggalan yang terus memancing rasa penasaran para ilmuwan dan pemburu misteri hingga hari ini.
Baca Juga: Manuskrip Voynich, Buku Misterius atau Kode Rahasia dari Dunia Lain?
Berikut misteri yang belum terpecahkan di Pulau Paskah:
1. Siapa yang Membuat Moai?
Moai diyakini dibuat Suku Rapa Nui, nenek moyang penduduk asli yang mendiami pulau sekitar tahun 800–1200 M.
Namun, tidak ada catatan tertulis atau bukti sejarah yang menjelaskan secara rinci tentang proses pembangunan patung-patung ini.
2. Bagaimana Mereka Memindahkan Patung Sebesar Itu?
Moai memiliki berat berton-ton. Hingga kini, para ilmuwan masih berdebat cara memindahkan hingga di posisinya sekarang.
Ada banyak pendapat yang beredar, seperti diseret dengan kayu gelondongan maupun “berjalan” secara vertikal dengan tali, seperti yang dibuktikan dalam eksperimen ilmiah modern.
3. Kenapa Banyak Moai yang Terkubur?
Foto-foto yang beredar di internet hanya menampilkan kepala Moai. Tapi ternyata sebagian besar dari mereka memiliki tubuh lengkap yang terkubur di bawah tanah. Apakah itu disengaja? Atau karena faktor alam?
Baca Juga: Berikut Fakta Makam Bos Rokok Retjo Pentung, Hingga Makna di Balik Patung Retjo Pentung!
4. Apa Tujuan Dibuatnya?
Beberapa teori menyebutkan jika Patung Moai sebagai peninggalan leluhur yang dihormati, sekaligus penanda wilayah kekuasaan suku.
Atau bahkan sebagai simbol spiritual atau alien oleh beberapa teori konspirasi. ***
Editor : Dharaka R. Perdana