Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Heboh Dugaan Pemaksaan Sumbangan 17 Agustusan di Jelambar Baru, RW dan Warga Saling Klarifikasi

Ria Romadoni • Selasa, 12 Agustus 2025 | 20:02 WIB

 

Sebuah video perdebatan antara pemilik toko dan tiga ibu-ibu yang meminta sumbangan untuk perayaan HUT Kemerdekaan RI ke-79 viral.
Sebuah video perdebatan antara pemilik toko dan tiga ibu-ibu yang meminta sumbangan untuk perayaan HUT Kemerdekaan RI ke-79 viral.

RADAR TULUNGAGUNG - Sebuah video perdebatan antara pemilik toko dan tiga ibu-ibu yang meminta sumbangan untuk perayaan HUT Kemerdekaan RI ke-79 viral di media sosial.

Baca Juga: Jelang HUT RI Ke 80, Vibes Lomba 17 Agustus Mulai Terasa di Kampung, Warga Semangat Sambut Hari Kemerdekaan

Peristiwa ini terjadi di wilayah RW 05, Kelurahan Jelambar Baru, Kecamatan Grogol Petamburan, Jakarta Barat, dan memicu perbincangan warganet soal transparansi serta etika penggalangan dana di lingkungan warga.

Video tersebut memperlihatkan Edwin, pemilik sebuah toko di kawasan tersebut, yang mempertanyakan permintaan sumbangan sebesar Rp500 ribu hingga Rp1 juta untuk kegiatan 17 Agustusan.

Menurutnya, nominal tersebut dianggap terlalu besar, terlebih usahanya belum mencapai titik impas setelah beberapa bulan berjalan.

Baca Juga: Logo HUT RI ke-80, Presiden Prabowo Simbolkan Persatuan Abadi untuk Indonesia Maju

“Saya nggak keberatan nyumbang, tapi tolong jangan dipatok segitu. Saya kan belum balik modal,” ujar Edwin dalam rekaman video yang beredar.

Edwin mengaku tidak pernah menerima pemberitahuan resmi, seperti surat edaran atau proposal, sebelum dimintai sumbangan.

Ia baru mengetahui adanya permintaan ketika tiga ibu-ibu datang langsung ke tokonya. Dalam pertemuan tersebut, Edwin merasa ada unsur paksaan karena nominal yang diminta disebut sudah menjadi “kesepakatan”.

Baca Juga: 10 Permainan Menarik untuk Memeriahkan HUT Kemerdekaan RI, Mayoritas Beregu

Situasi semakin memanas ketika Edwin menyinggung dugaan komentar bernada rasis, yakni “Cino Medit”, yang menurutnya diucapkan oleh salah satu pihak yang meminta sumbangan.

Hal ini membuat tensi perdebatan meningkat dan menarik perhatian warga sekitar.

Menanggapi viralnya video tersebut, Ketua RW 05 Jelambar Baru memberikan penjelasan. Ia menegaskan bahwa penggalangan dana untuk perayaan HUT RI memang rutin dilakukan setiap tahun.

Biasanya melibatkan warga dan pelaku usaha setempat. Proposal biasanya disebarkan, namun kemungkinan ada miskomunikasi di lapangan.

“Sumbangan itu sifatnya sukarela. Tidak ada nominal yang wajib, apalagi memaksa. Kalau ada kesalahpahaman, itu murni masalah komunikasi,” jelas Ketua RW.

Pihak RW juga membantah adanya instruksi untuk menentukan nominal tertentu bagi setiap penyumbang.

Baca Juga: Tak Melulu dengan Hura-hura, Ini 7 Cara Rayakan Hari Kemerdekaan dengan Lebih Bermakna

Menurut dia, panitia kegiatan 17 Agustusan biasanya hanya memberikan kisaran biaya untuk memudahkan perencanaan, namun tetap memberi kebebasan kepada warga untuk memberi sesuai kemampuan.

Tiga ibu-ibu yang terlibat langsung dalam kejadian itu turut memberikan klarifikasi. Mereka mengaku tidak bermaksud memaksa Edwin untuk memberikan sumbangan dalam jumlah tertentu.

Angka Rp500 ribu hingga Rp1 juta disebut hanya sebagai perkiraan umum yang biasa diberikan oleh para pelaku usaha di sekitar lingkungan tersebut.

Baca Juga: Makna Mendalam Simbol Kemerdekaan: Merah Putih, Garuda, dan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya

Setelah video tersebut viral, pihak RW menginisiasi pertemuan antara Edwin dan para ibu-ibu panitia.

Mediasi berlangsung di balai RW dengan dihadiri perangkat kelurahan. Dalam pertemuan itu, kedua belah pihak sepakat untuk menyelesaikan masalah secara kekeluargaan.

Edwin menyatakan kesediaannya untuk tetap memberikan sumbangan sesuai kemampuannya.

Baca Juga: 5 Monumen di Tulungagung yang Sarat Sejarah, Wajib Dikunjungi saat Perayaan HUT Kemerdekaan RI

Sementara itu, pihak panitia berjanji untuk memperbaiki mekanisme penggalangan dana di masa depan agar lebih transparan dan tidak menimbulkan kesalahpahaman.

“Saya mau nyumbang, tapi saya berharap ke depan ada surat resmi atau pemberitahuan dulu, biar jelas,” kata Edwin setelah mediasi.

 

Editor : Dharaka R. Perdana
#viral hari ini #hut ri