RADAR TULUNGAGUNG – Viral video memperlihatkan seorang ibu yang baru pulang bekerja menjadi korban saat demo DPR pada Senin (25/8/2025).
Dalam video yang beredar luas di TikTok dan platform media sosial lainnya, terlihat jelas seorang perempuan mengenakan jaket dan membawa tas hitam berjalan tertatih dengan ekspresi kesakitan.
Diketahui, ibu tersebut terkena tembakan gas air mata yang menyebabkan jaket dan tas bolong, sementara punggungnya mengalami luka panas dan berdarah.
Baca Juga: Gaji dan Tunjangan Anggota DPR RI Disoal Massa pada Demo Senin Lalu, Begini Suara Mereka
Nasib ibu yang baru pulang bekerja menjadi korban saat demo DPR ini langsung menuai simpati dan kecaman luas dari warganet.
Sang anak, Ananya, mengungkapkan dalam video lanjutan bahwa ibunya bukan peserta demo dan hanya melintas sepulang kerja.
"Mama cuma lewat, kok bisa sampai kena tembakan? Jaket bolong, tas bolong, punggung berdarah. Siapa yang tanggung jawab?" ujarnya dengan nada kecewa.
Lokasi ibu yang baru pulang bekerja menjadi korban saat demo DPR, meski lokasinya disebut-sebut masih cukup jauh dari pusat kericuhan.
Baca Juga: Rencana Demo 25 Agustus 2025 Menggema di Media Sosial, Begini Kondisi Terbaru di Depan DPR RI
Namun, tembakan gas air mata tetap menjangkau area tersebut dan mengenai sang ibu secara langsung.
Ananya mengecam keras tindakan aparat yang menurutnya tidak profesional dalam mengendalikan massa.
Ia menyoroti minimnya perhatian terhadap warga sipil yang tidak terlibat dalam aksi. “Mama nangis di pinggir jalan, nggak ada yang bantu. Orang-orang cuma nonton dan rekam video,” tambahnya.
Barang Rusak, Luka Fisik, dan Trauma Psikis
Dampak dari kejadian tersebut tidak hanya sebatas luka fisik. Motor dan laptop yang dibawa sang ibu dilaporkan rusak.
Tas yang melindungi laptop terlihat robek, dan isi tas hangus terbakar. Sementara sang ibu mengeluh nyeri di punggung dan merasa panas seperti terbakar.
"Motor dan laptop hancur, punggung mama perih banget. Bahkan nggak bisa langsung pulang karena suasana di jalan sangat ricuh," jelas Ananya dalam unggahan videonya yang kini telah ditonton lebih dari 82,3 ribu kali dengan 1.471 komentar.
Baca Juga: Mobil Mewah Diserang Massa Demo, Diduga Milik Pejabat DPR
Respons Publik: Simpati dan Kecaman
Warganet menunjukkan simpati mendalam terhadap sang ibu. Banyak yang menyesalkan aksi aparat yang tidak mempertimbangkan keselamatan warga non-pendemo.
Komentar-komentar seperti “Kenapa warga sipil jadi korban?”, “Kok bisa salah sasaran?”, hingga “Harus ada pertanggungjawaban” membanjiri unggahan tersebut.
Kasus ini juga menimbulkan pertanyaan besar soal protokol pengamanan massa. Dalam situasi demonstrasi, penggunaan gas air mata memang sering dilakukan, namun seharusnya ditembakkan ke arah yang telah ditentukan dan bebas dari aktivitas warga sipil.
Aksi Demo Memanas, Prosedur Pengamanan Dipertanyakan
Demo yang terjadi di sekitar Gedung DPR, Senin kemarin, merupakan aksi lanjutan dari tuntutan pembubaran DPR dan penolakan terhadap sejumlah RUU kontroversial.
Kericuhan pecah ketika massa mulai mendorong barikade dan membakar ban. Aparat lalu merespons dengan tembakan gas air mata dan water cannon.
Namun menurut banyak pihak, kejadian yang menimpa sang ibu membuktikan bahwa penggunaan kekuatan oleh aparat perlu dievaluasi kembali. Dalam banyak kasus sebelumnya, warga sipil seringkali menjadi korban meski tidak terlibat langsung dalam aksi.
Baca Juga: Rencana Demo 25 Agustus 2025 Menggema di Media Sosial, Begini Kondisi Terbaru di Depan DPR RI
Kesimpulan: Keadilan dan Perlindungan untuk Korban Sipil
Viral video memperlihatkan seorang ibu yang baru pulang bekerja menjadi korban saat demo DPR kini menjadi pengingat bahwa dalam kericuhan massa, warga biasa bisa jadi korban tanpa sengaja.
Masyarakat menuntut kejelasan, pertanggungjawaban, dan reformasi pendekatan aparat terhadap demonstrasi. ****
Editor : Dharaka R. Perdana