RADAR TULUNGAGUNG - Aksi demo di depan Gedung DPR RI, Jakarta, pada awal September 2025 mendadak ramai dengan hadirnya kopi susu dan nasi lemak dari Malaysia.
Kopi susu dan nasi lemak itu dibawa pesawat dan dikirim langsung oleh netizen Malaysia melalui aplikasi ojek online.
Solidaritas antar negara serumpunkini punya cara baru: tinggal klik Gojek, pesen kopi, dan minta abang ojol antar ke lokasi demo. Kreatif? Banget. Unik? Jelas sekali. Virus? Sudah pasti.
Baca Juga: Kabar Baik! Menteri Keuangan Sri Mulyani Pastikan Tidak Ada Kenaikan Pajak di 2026
Bantuan untuk Massa Demo Lewat Gojek, Kiriman dari Kuala Lumpur
Semua berawal dari unggahan akun X asal Malaysia yang menulis:
"Kami jauh, tapi kami mendukung kalian. Ini kopi dari Kuala Lumpur, semoga tetap semangat!"
Tak disangka, aksi kecil itu memicu gelombang pesanan dari Malaysia ke Jakarta. Netizen negeri jiran memesan makanan ringan, air mineral, kopi literan, bahkan nasi lemak lewat Gojek dan Grab Indonesia.
Baca Juga: Kunker Luar Negeri dan Tunjangan Anggota DPR RI Dicabut, Begini Pesan Presiden Prabowo Subianto
Pesanan itu dikirim langsung ke titik-titik aksi dengan catatan lucu:
• Untuk pejuang keadilan, tetap terhidrasi ya!"
• "Dari Malaysia dengan cinta dan kafein."
• "Kami cuma bisa bantu lewat GoFood, semoga cukup menyegarkan perjuangan!"
Tanggapan Massa Aksi: Terharu Tapi Tetap Lucu
Para peserta demo mengaku kaget sekaligus terhibur dengan "kiriman cinta" itu. Seorang siswa di lokasi menyebut:
"Saya kira teman sendiri yang ngirim kopi. Ternyata dari Malaysia! Wah, jadi semangat lagi meski panas-panasan."
Unggahan story Instagram yang menampilkan kopi dan makanan bertuliskan "dari Malaysia" pun mulai berseliweran di media sosial. Tak butuh waktu lama, tagar seperti #SolidaritasSerumpun dan #OjolUntukDemo langsung trending.
Baca Juga: BEM SI Gagal Gelar Demo Besar, Ada Apa di Balik Keputusan Mendadak Ini?
Meski sempat menjadi bahan canda, aksi netizen Malaysia ini dinilai sebagai bentuk empati dan kepedulian nyata. Makanan yang dikirim mungkin sederhana, tapi maknanya mendalam.
Solidaritas tak selalu berbentuk spanduk atau orasi. Kadang-kadang cukup satu pesanan kopi, lalu disampaikan melalui tangan abang ojol dan sampai ke hati mereka yang sedang berjuang. ****
Editor : Dharaka R. Perdana