Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Viral Gerai Roti Hanya Terima QRIS Tolak Tunai, Nenek Jadi Korban hingga Manajemen Akhirnya Buka Suara

Siti Fadhilah Salsabila • Senin, 22 Desember 2025 - 18:43 WIB

Cuplikan video yang beredar di media sosial menyoroti kebijakan pembayaran non-tunai di salah satu gerai roti.
Cuplikan video yang beredar di media sosial menyoroti kebijakan pembayaran non-tunai di salah satu gerai roti.

RADAR TULUNGAGUNG - Sebuah video yang memperlihatkan kemarahan seorang pria terhadap kebijakan gerai roti hanya terima QRIS tolak tunai viral di media sosial.

Video tersebut memicu perdebatan publik, terutama terkait dampak kebijakan pembayaran non-tunai terhadap kelompok lanjut usia atau lansia.

Peristiwa itu diunggah oleh akun TikTok @arlius_zebua pada Jumat, 19 Desember 2025. Dalam video berdurasi singkat tersebut, terlihat seorang pria bertopi memprotes kebijakan sebuah toko roti yang menolak pembayaran tunai dari seorang nenek.

Gerai tersebut disebut hanya melayani transaksi menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) tanpa menyediakan opsi pembayaran cash.

Dalam rekaman video, nenek tersebut tampak duduk sambil menjelaskan bahwa dirinya tidak diperbolehkan membayar secara tunai. “Iya, enggak boleh tunai,” ujar sang nenek dengan nada pasrah.

Situasi itulah yang memicu kemarahan pria dalam video, yang menilai kebijakan gerai roti hanya terima QRIS tolak tunai sebagai hal yang tidak masuk akal dan tidak manusiawi.

Baca Juga: Resbob Ditangkap Polisi, Youtuber Diduga Hina Suku Sunda Terancam 6 Tahun Penjara, Fakta Keluarga Ikut Disorot

Dipermasalahkan karena Dinilai Tidak Ramah Lansia

Arlius, pria yang merekam sekaligus mengunggah video tersebut, menyebut kejadian itu berlangsung di salah satu gerai toko roti di kawasan sekitar Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat.

Ia menilai tidak semua orang mampu atau terbiasa menggunakan sistem pembayaran digital, khususnya lansia.

“Lucu, kok harus QRIS. Nenek yang seperti ini enggak ada QRIS-nya gimana?” ucap Arlius dalam video tersebut.

Menurutnya, kebijakan gerai roti hanya terima QRIS tolak tunai perlu dikaji ulang karena berpotensi mendiskriminasi kelompok masyarakat tertentu.

Tak hanya melalui video, Arlius juga menyampaikan keberatannya lewat caption unggahan TikTok yang ditulis dalam bentuk surat terbuka.

Ia mengaku merasa dirugikan dan menilai kebijakan tersebut tidak inklusif bagi semua lapisan masyarakat.

Respons Manajemen Usai Video Viral

Seiring viralnya video tersebut dan meluasnya diskusi publik, manajemen toko roti yang bersangkutan akhirnya angkat bicara. Klarifikasi resmi disampaikan melalui akun media sosial perusahaan.

Baca Juga: Viral YouTuber Resbob Hina Orang Sunda, Wakil Gubernur Jabar Murka dan Minta Polisi Bertindak Cepat

Dalam pernyataannya, manajemen menyampaikan permohonan maaf atas kejadian yang beredar serta ketidaknyamanan yang dialami pelanggan.

Pihak manajemen menjelaskan bahwa kebijakan transaksi non-tunai diterapkan dengan tujuan memberikan kemudahan pembayaran sekaligus menghadirkan berbagai promo dan potongan harga bagi pelanggan.

Meski demikian, manajemen mengakui bahwa kebijakan gerai roti hanya terima QRIS tolak tunai dapat menimbulkan ketidaknyamanan, terutama bagi pelanggan tertentu.

Oleh karena itu, mereka menyatakan telah melakukan evaluasi internal terhadap sistem pelayanan yang diterapkan.

“Terima kasih atas masukan dan kepercayaan yang diberikan kepada kami,” tulis manajemen dalam pernyataan resminya.

Diskusi Publik soal Pembayaran Non-Tunai

Kasus ini kembali membuka diskusi luas mengenai penerapan pembayaran non-tunai di ruang publik. Di satu sisi, digitalisasi transaksi dinilai efisien dan modern.

Namun di sisi lain, kebijakan tanpa alternatif tunai berpotensi menyulitkan masyarakat yang belum familiar dengan teknologi digital.

Baca Juga: Dua Pelari Meninggal saat Ikut Siksorogo Lawu Ultra 2025, Medan Ekstrem dan Dugaan Serangan Jantung Ungkap Fakta Mengejutkan

Hingga berita ini diturunkan, video viral tersebut masih ramai diperbincangkan warganet. Banyak netizen menilai bahwa kebijakan pembayaran digital seharusnya tetap disertai opsi tunai demi menjaga inklusivitas layanan, khususnya bagi lansia dan kelompok rentan lainnya. ****

Editor : Dharaka R. Perdana
#pembayaran non tunai #kebijakan #video viral tiktok #qris