Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Konten Kreator Diintimidasi Keluarga Kades Usai Viralkan Jalan Rusak di Jawa Barat, Fakta Sebenarnya Terungkap!

Ayu Dhea Cheryl • Selasa, 6 Januari 2026 | 11:50 WIB

 

Nge-ekspos masalah infrastruktur ternyata tidak mudah, bahkan sampai mendapat intimidasi.
Nge-ekspos masalah infrastruktur ternyata tidak mudah, bahkan sampai mendapat intimidasi.

RADAR TULUNGAGUNG - Konten kreator diintimidasi keluarga kades setelah memviralkan kondisi jalan rusak di kampungnya.

Peristiwa ini terjadi di Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut, Jawa Barat, dan sempat menghebohkan media sosial.

Video intimidasi yang menimpa seorang warga bernama Kholis itu viral dan menuai beragam reaksi publik.

Dalam rekaman yang beredar luas, tampak Kholis didatangi empat orang yang diduga merupakan keluarga kepala desa setempat.

Dua pria dan dua perempuan tersebut meluapkan kemarahan dengan memaki dan mengintimidasi Kholis secara verbal.

Kholis terlihat tidak melakukan perlawanan dan hanya bisa pasrah menerima intimidasi tersebut.

Kasus konten kreator diintimidasi keluarga kades ini diduga dipicu oleh unggahan Kholis mengenai kondisi jalan rusak di kampungnya.

Konten tersebut sebelumnya ramai dibicarakan warganet karena menampilkan akses jalan desa yang rusak parah dan menyulitkan aktivitas warga.

Unggahan itu dianggap mencoreng nama baik pihak tertentu hingga berujung intimidasi.

Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, angkat bicara menanggapi viralnya kasus ini. Ia menegaskan bahwa jalan yang diviralkan Kholis memang berada dalam kondisi rusak dan sudah masuk dalam agenda perbaikan Pemerintah Kabupaten Garut.

Menurut Bupati, kerusakan jalan tersebut sebenarnya telah terdata dalam perencanaan pembangunan daerah.

Pemerintah daerah bahkan telah memprediksi adanya kebutuhan pembangunan infrastruktur di wilayah tersebut sebelum video viral beredar.

“Memang sudah kami prediksi bahwa di lokasi itu ada kebutuhan pembangunan,” kata Bupati Garut dalam pernyataannya.

Pernyataan tersebut sekaligus menegaskan bahwa apa yang disampaikan Kholis melalui konten videonya bukanlah informasi bohong.

Fakta ini memperkuat posisi Kholis sebagai warga yang menyuarakan kondisi riil di lapangan.

Menindaklanjuti polemik konten kreator diintimidasi keluarga kades, Pemerintah Kabupaten Garut telah merekomendasikan camat setempat untuk memanggil kepala desa beserta pihak keluarganya.

Langkah ini dilakukan guna mengklarifikasi kejadian serta meredam konflik agar tidak semakin meluas.

Pemanggilan tersebut diharapkan dapat menjadi ruang mediasi agar permasalahan dapat diselesaikan secara kekeluargaan dan sesuai aturan hukum.

Pemerintah daerah juga menekankan pentingnya menjaga iklim demokrasi dan kebebasan berpendapat warga, termasuk dalam menyampaikan kritik melalui media sosial.

Camat Cisewu disebut akan memfasilitasi pertemuan antara pihak-pihak terkait.

Pemerintah daerah berharap tidak ada lagi tindakan intimidasi terhadap warga yang menyampaikan aspirasi, terlebih jika kritik tersebut bersifat membangun.

Selain upaya mediasi, Pemkab Garut juga tidak menutup kemungkinan pemberian sanksi kepada kepala desa yang bersangkutan.

Namun, sanksi tersebut masih dalam tahap pertimbangan dan menunggu hasil klarifikasi dari camat serta pihak terkait.

Pemerintah daerah menegaskan bahwa kepala desa sebagai pejabat publik seharusnya menjadi contoh dalam menyikapi kritik masyarakat.

Penyelesaian masalah melalui intimidasi dinilai tidak mencerminkan kepemimpinan yang baik di tingkat desa.

Kasus konten kreator diintimidasi keluarga kades ini pun menjadi sorotan publik luas.

Banyak warganet menyayangkan tindakan intimidatif tersebut dan mendukung langkah Kholis dalam menyuarakan kondisi jalan rusak yang dialami masyarakat.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa media sosial kini menjadi sarana penting bagi warga untuk menyampaikan aspirasi.

Kritik terhadap fasilitas publik, termasuk infrastruktur jalan, seharusnya dijadikan masukan bagi pemerintah, bukan justru dibalas dengan tekanan atau intimidasi.

Pemerintah Kabupaten Garut menegaskan komitmennya untuk memperbaiki jalan rusak sesuai perencanaan.

Di sisi lain, aparat desa diharapkan lebih bijak dan terbuka terhadap kritik demi terciptanya tata kelola pemerintahan desa yang sehat dan transparan.***

Editor : Vidya Sajar Fitri
#garut #video viral #jawa barat #konten kreator #jalan rusak