RADAR TULUNGAGUNG- Buku Broken Strings karya aktris Aureli Muremans mendadak viral dan menjadi perbincangan luas di media sosial. Buku versi digital yang dirilis gratis itu mengungkap pengalaman pribadi Aureli sebagai korban child grooming sejak usia 15 tahun.
Pengakuan tersebut tidak hanya menggugah empati publik, tetapi juga memicu rangkaian peristiwa lanjutan berupa teror terhadap pihak-pihak yang memberikan dukungan.
Dalam Broken Strings, Aureli menuturkan kisah kelam masa remajanya yang selama bertahun-tahun ia pendam. Buku ini ditulis dari sudut pandang korban, tanpa romantisasi, dan bertujuan membuka kesadaran publik terhadap bahaya child grooming, praktik manipulatif orang dewasa terhadap anak atau remaja untuk tujuan eksploitasi psikologis.
Aureli, yang kini berusia 32 tahun, mengungkap bahwa peristiwa itu terjadi ketika ia masih duduk di bangku remaja. Ia mengaku menjalin relasi dengan seorang pria yang usianya hampir dua kali lipat darinya. Dalam buku tersebut, sosok pria itu disebut dengan nama samaran “Bobby” demi menjaga privasi dan alasan keamanan.
Pengakuan Korban dalam Buku Broken Strings
Salah satu bagian paling krusial dalam Broken Strings adalah ketika Aureli menceritakan tekanan emosional berat yang ia alami selama hubungan tersebut. Ia mengaku hidup dalam ketakutan akibat ancaman berulang yang diterimanya. Ancaman itu disebut menjadi alat kontrol yang membuatnya sulit melepaskan diri dari relasi yang tidak sehat.
Menurut pengakuannya, ancaman tersebut membuat kondisi mental Aureli kala itu berada di titik terendah. Ia menyebut tekanan datang secara bertubi-tubi dan berdampak pada kesehatan fisik maupun psikologisnya. Peristiwa itu menjadi titik balik dalam hidupnya dan meninggalkan trauma mendalam.
Keputusan Aureli merilis Broken Strings dalam format PDF dan bisa diunduh gratis melalui tautan di bio Instagram pribadinya mendapat sambutan positif.
Banyak pihak menilai buku ini berperan sebagai sarana edukasi publik, terutama untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap eksploitasi psikologis pada remaja.
Dukungan Publik Berujung Teror
Namun, respons positif publik juga diiringi kejadian tak menyenangkan. Presenter Hesti Purwadinata mengaku menerima ancaman setelah secara terbuka memberikan dukungan kepada Aureli.
Dukungan tersebut disampaikan melalui unggahan Instagram Story yang turut menyematkan tautan buku Broken Strings.
Tak hanya Hesti, suaminya, Edo Borne, juga menerima pesan bernada ancaman dari sosok tak dikenal. Pesan tersebut bahkan menyebutkan tenggat waktu dan ancaman akan menempuh jalur hukum jika tidak mendapat respons. Tangkapan layar pesan itu kemudian beredar dan memicu spekulasi publik.
Meski ramai dugaan bahwa pengirim ancaman berkaitan dengan sosok yang diceritakan dalam buku Broken Strings, hingga kini hal tersebut masih sebatas asumsi dan belum terbukti secara hukum.
Alasan Aureli Hentikan Repost Dukungan
Mengetahui sahabatnya menjadi sasaran teror, Aureli mengaku sedih dan tidak nyaman. Melalui saluran broadcast Instagram, ia menjelaskan alasan menghentikan kebiasaan me-repost unggahan dukungan dari publik maupun rekan artis.
Menurut Aureli, unggahan ulang justru membuka identitas para pendukungnya dan berpotensi membuat mereka menjadi target ancaman. Ia menegaskan keputusan itu bukan karena tidak menghargai dukungan, melainkan sebagai bentuk perlindungan.
“Kalau aku yang diancam, aku masih bisa terima. Tapi kalau orang lain ikut kena hanya karena berdiri di samping aku, itu berat,” ungkap Aureli dalam pernyataannya.
Meski tak lagi me-repost, Aureli memastikan dirinya tetap membaca dan menghargai setiap doa serta dukungan yang datang. Ia berharap kisah dalam Broken Strings dapat memberi kekuatan bagi korban lain untuk bersuara dan mencari bantuan.
Editor : Kirana Meigita Luciana Rani