RADAR TULUNGAGUNG- Buku Broken Strings Aureli mendadak menjadi sorotan publik setelah sang penulis mengungkap bahwa karya tersebut lahir dari luka batin yang selama bertahun-tahun ia pendam. Buku ini bukan sekadar catatan pribadi, melainkan refleksi perjalanan hidup penuh trauma yang dialami Aureli sejak usia remaja. Pengakuan tersebut diungkap Aureli dalam sebuah video yang kini ramai diperbincangkan di media sosial.
Sejak awal, Aureli menegaskan bahwa Buku Broken Strings Aureli sejatinya tidak pernah diniatkan untuk diterbitkan. Ia menulisnya sebagai proses penyembuhan diri atau healing, mencoba memahami trauma masa lalu yang membekas hingga ia dewasa.
Namun, dorongan kuat datang dari sang suami, Taylor, yang membaca naskah tersebut dan menilai kisah Aureli layak dibagikan karena bisa membantu banyak orang.
Dalam buku itu, Aureli secara gamblang mengungkap pengalaman pahit saat berusia 15 tahun menjalin hubungan dengan pria dewasa berusia 29 tahun yang namanya disamarkan. Hubungan tersebut disebutnya sebagai titik awal dari luka emosional yang panjang. Ia berada dalam kendali penuh sang pria, mengalami tekanan mental dan psikis yang perlahan menghancurkan rasa aman dalam dirinya.
Hubungan Masa Remaja yang Berujung Trauma
Aureli menyebut periode tersebut sebagai salah satu fase paling traumatis dalam hidupnya. Hubungan yang awalnya terasa penuh perhatian berubah menjadi petaka. Kontrol emosional, tekanan psikologis, hingga rasa takut yang terus menghantui meninggalkan luka mendalam.
Meski dari luar Aureli dikenal ceria dengan senyum khasnya, buku itu justru membuka sisi lain yang selama ini tersembunyi.
Seiring waktu, dampak dari hubungan tersebut semakin terasa. Aureli mengaku mengalami kehampaan berkepanjangan sejak 2019.
Hal-hal yang dulu ia nikmati tak lagi memberi kebahagiaan. Rasa kosong itu semakin dalam hingga akhirnya ia menyadari ada sesuatu yang tidak beres dengan kondisi mentalnya.
Upaya Mencari Ketenangan Batin
Berbagai cara ditempuh Aureli untuk mencari ketenangan. Mulai dari meditasi mandiri dengan panduan video YouTube, mengikuti silent meditation di Bali, hingga menjalani ritual spiritual. Meski sempat merasa sedikit membaik, ia menyadari luka tersebut belum sepenuhnya pulih.
Keputusan menemui psikolog menjadi titik balik penting. Dari situlah Aureli mendapatkan pemahaman bahwa kondisi yang ia alami adalah depresi.
Pengakuan ini menjadi salah satu bagian paling jujur dalam Buku Broken Strings Aureli, yang menunjukkan betapa pentingnya kesadaran kesehatan mental, terutama bagi penyintas kekerasan dalam hubungan.
Kisah Serupa di Dunia Hiburan
Cerita Aureli ternyata bukan satu-satunya. Dalam video tersebut, disinggung pula pengalaman pahit yang dialami sejumlah figur publik lain seperti Ardina Rasti dan Sarah Wijayanto.
Mereka juga pernah berada dalam hubungan yang menyisakan luka batin mendalam akibat kekerasan fisik maupun emosional. Kisah-kisah ini mempertegas bahwa kekerasan dalam hubungan bisa menimpa siapa saja, tanpa memandang latar belakang.
Nama mantan suami Aureli, Robi Trionti, turut kembali dikaitkan ketika pengakuan tersebut mencuat. Namun, Robi menegaskan bahwa pernikahan mereka telah selesai secara hukum gereja Katolik melalui proses anulment.
Artinya, pernikahan tersebut dinyatakan tidak sah sejak awal, dan keduanya kini telah menjalani hidup masing-masing.
Dari Luka Menuju Harapan Baru
Kini, Aureli menjalani fase hidup yang jauh berbeda. Ia bahagia bersama suaminya, Tyler Biden, dan tengah menanti kelahiran anak pertama mereka. Kebahagiaan ini menjadi kontras dengan luka masa lalu yang tertuang dalam buku tersebut.
Aureli menegaskan bahwa tujuan utama menerbitkan Buku Broken Strings Aureli bukan untuk membuka aib, melainkan berbagi kekuatan.
Dorongan dari sang suami membuatnya yakin bahwa kisahnya bisa menjadi pengingat bagi banyak orang untuk lebih peka terhadap kesehatan mental dan berani mencari bantuan.
Baca Juga: Rahasia Saham MSCI 2026 Terbongkar! Jangan Salah Masuk, Bandarmologi hingga Momentum Cuan Awal Tahun
Editor : Kirana Meigita Luciana Rani