RADAR TULUNGAGUNG - Pengakuan Marcel soal poligami kembali menjadi sorotan publik setelah potongan video pernyataannya viral di media sosial. Dalam klarifikasinya, Marcel membahas keputusan menikahi Ratu sebagai istri kedua hingga membantah tudingan meminta uang Rp25 juta kepada keluarga almarhumah istri pertamanya.
Isu poligami Marcel mencuat setelah beredarnya video yang memperlihatkan momen duka, termasuk rekaman suasana rumah sakit dan keranda jenazah yang disebut diambil dari TikTok. Pihak keluarga almarhumah disebut keberatan karena merasa momen berkabung justru ikut terseret dalam polemik rumah tangga tersebut.
Marcel pun akhirnya angkat bicara. Ia menegaskan tidak pernah berniat membuka aib istri pertama maupun istri keduanya, Ratu. Namun karena situasi semakin melebar, ia merasa perlu memberikan penjelasan agar tidak terjadi kesimpangsiuran informasi.
Alasan Menikahi Ratu Jadi Istri Kedua
Dalam pernyataannya, Marcel mengaku awalnya hanya ingin membantu Ratu yang disebut tengah berada dalam kondisi terpuruk. Ia menilai Ratu memiliki trauma dan masalah pribadi yang membuatnya kehilangan semangat hidup.
“Orang lihat Ratu perfect, punya bisnis. Tapi ketika ngobrol lebih dalam, ternyata dia punya masalah dan trauma yang berat,” ungkapnya.
Kedekatan mereka bermula dari pertemanan. Marcel mengaku berusaha memberi solusi atas persoalan yang dihadapi Ratu. Namun seiring waktu, hubungan itu semakin intens dan menimbulkan kekhawatiran akan terjerumus pada perbuatan yang dilarang agama.
Menurut Marcel, Ratu yang lebih dulu mengajukan ajakan menikah. Ajakan itu disebut berlangsung selama beberapa minggu. Alasan utama yang disampaikan adalah untuk menghindari zina karena hubungan mereka sudah terlalu dekat tanpa status resmi.
Akhirnya, Marcel menerima ajakan tersebut dan menikahi Ratu. Ia juga mengakui saat itu masih berstatus suami dari istri pertamanya.
Dituding Pelakor dan Gundik
Keputusan poligami Marcel memicu reaksi keras dari berbagai pihak. Ratu bahkan disebut menerima berbagai label negatif, termasuk tudingan sebagai pelakor.
Menanggapi hal itu, Ratu disebut memilih menerima segala konsekuensi sosial yang muncul. Namun ia meminta agar istilah agama tidak dicampuradukkan dengan stigma negatif.
Marcel sendiri menyatakan saat ini yang terpenting adalah menjaga nama baik keluarga serta menunjukkan empati kepada pihak yang sedang berduka. Ia tidak ingin polemik semakin meluas dan memperkeruh suasana.
Bantahan Soal Tuduhan Rp25 Juta
Salah satu tudingan yang paling disorot adalah klaim bahwa Marcel meminta uang pengganti sebesar Rp25 juta kepada keluarga almarhumah. Tuduhan tersebut dibantah keras.
“Sumpah demi Allah, itu tidak pernah terucap dari mulut saya,” tegasnya.
Marcel menantang pihak yang menuduh untuk menunjukkan bukti jika memang ada permintaan uang tersebut. Ia menegaskan tidak pernah menagih biaya rumah sakit atau meminta penggantian dana apa pun setelah istrinya meninggal dunia.
Menurutnya, kemarahan yang sempat terjadi berkaitan dengan proses penanganan medis, bukan soal permintaan uang. Ia mengaku sempat kecewa karena keputusan medis yang diambil tidak sesuai dengan saran awal dokter.
Namun ia memastikan tidak pernah mengucapkan permintaan ganti rugi kepada keluarga almarhumah.
Laporan Dugaan Fitnah
Merasa dirugikan oleh tuduhan yang beredar, Marcel menyebut pihak keluarganya mempertimbangkan langkah hukum atas dugaan fitnah. Ia menilai sejumlah pernyataan yang disampaikan ke publik tidak memiliki bukti kuat.
“Kalau memang ada bukti saya menagih atau minta balik uang, tampilkan saja,” ujarnya.
Kasus ini pun menjadi perbincangan luas di media sosial. Publik terbelah antara yang menyoroti keputusan poligami Marcel dan yang mempertanyakan kebenaran tudingan finansial tersebut.
Di tengah polemik ini, Marcel menegaskan komitmennya untuk tetap menjaga martabat keluarga serta tidak membuka aib pihak mana pun. Ia berharap persoalan bisa diselesaikan secara baik tanpa memperpanjang konflik di ruang publik.
Editor : Rosana Mar'atu Solikah