RADAR TULUNGAGUNG– Ceramah Ustaz Abdul Somad soal Israel dan Palestina kembali viral di media sosial. Dalam potongan video yang beredar di YouTube dan berbagai platform digital, ulama asal Indonesia itu membahas panjang lebar tentang sejarah konflik Israel–Palestina dari sudut pandang sejarah agama dan politik dunia.
Dalam ceramahnya, Ustaz Abdul Somad soal Israel dan Palestina tidak hanya menyinggung konflik modern. Ia juga menjelaskan asal-usul istilah Bani Israel, sejarah tokoh-tokoh Yahudi, hingga munculnya gerakan Zionisme yang kemudian melahirkan negara Israel.
Ceramah tersebut disampaikan dalam sebuah kajian di masjid di Malaysia dan dihadiri ratusan jemaah. Potongan video ceramah itu kemudian viral karena membahas banyak tokoh sejarah dunia, mulai dari panglima Israel hingga tokoh pendiri Zionisme.
Kisah Mumi Firaun dan Peran Moshe Dayan
Dalam ceramahnya, Somad menyinggung kisah menarik terkait mumi Firaun yang pernah dibawa dari Mesir ke Prancis untuk penelitian ilmiah.
Menurut cerita yang ia kutip dari sejumlah buku sejarah, tokoh militer Israel, Moshe Dayan, disebut pernah terlibat dalam permintaan penelitian terhadap mumi tersebut.
Ia mengisahkan bahwa ketika mumi Firaun dibawa dari Kairo ke Prancis, terdapat cerita bahwa Dayan ingin melihat langsung peninggalan sejarah tersebut. Kisah ini kemudian dikaitkan dengan pandangan sejarah bangsa Yahudi terhadap peristiwa masa lampau yang berkaitan dengan kisah Nabi Musa dan Firaun.
Meski demikian, Somad menegaskan bahwa sebagian kisah tersebut berasal dari literatur sejarah dan cerita yang berkembang di kalangan penulis Timur Tengah.
Asal-usul Istilah Israel dan Bani Israel
Dalam ceramah yang sama, Somad juga menjelaskan perbedaan istilah Israel, Yahudi, dan Bani Israel. Ia menyebut bahwa nama Israel sebenarnya berasal dari Nabi Yaqub dalam tradisi agama.
Ia menjelaskan bahwa Bani Israel adalah keturunan Nabi Yaqub. Dari keturunan tersebut kemudian lahir berbagai suku yang menjadi bagian dari sejarah bangsa Yahudi.
Somad juga menyinggung kisah para nabi dari keturunan tersebut, seperti Nabi Musa, Nabi Daud, Nabi Sulaiman, hingga Nabi Isa.
Namun menurutnya, konflik yang terjadi saat ini tidak bisa dilepaskan dari perkembangan sejarah politik modern yang terjadi berabad-abad kemudian.
Lahirnya Gerakan Zionisme
Dalam ceramah tersebut, Somad juga membahas munculnya gerakan Zionisme yang menjadi cikal bakal berdirinya negara Israel modern.
Ia menyebut tokoh penting dalam gerakan tersebut adalah Theodor Herzl. Herzl dikenal sebagai tokoh yang menggagas pembentukan negara Yahudi pada akhir abad ke-19.
Gerakan ini kemudian berkembang dan memperjuangkan pembentukan negara bagi bangsa Yahudi yang tersebar di berbagai wilayah dunia.
Somad juga menyinggung peran penguasa Ottoman saat itu, yakni Abdul Hamid II. Ia menyebut bahwa Sultan Abdul Hamid pernah menolak permintaan Zionis untuk membeli wilayah Palestina dari Kesultanan Ottoman.
Penolakan tersebut kemudian menjadi salah satu bagian penting dalam sejarah panjang konflik di kawasan Timur Tengah.
Baca Juga: Menjemput Cahaya Al Qadar di Ujung Tembang Asmaradana
Sejarah Panjang Perebutan Palestina
Dalam ceramahnya, Somad juga mengingatkan bahwa wilayah Palestina memiliki sejarah panjang sejak masa kekhalifahan Islam.
Ia menyinggung tokoh besar dalam sejarah Islam seperti Umar bin Khattab yang pernah memimpin pembebasan Yerusalem pada abad ke-7.
Selain itu, ia juga menyebut tokoh legendaris Salahuddin al-Ayyubi yang berhasil merebut kembali Yerusalem dari pasukan Perang Salib pada abad ke-12.
Menurut Somad, sejarah panjang tersebut menunjukkan bahwa konflik Palestina tidak hanya berkaitan dengan politik modern, tetapi juga memiliki akar sejarah yang sangat panjang.
Pesan Persatuan Umat
Di akhir ceramahnya, Somad mengajak umat Islam untuk memperkuat persatuan dan memperbanyak ibadah.
Ia menekankan bahwa kekuatan umat tidak hanya terletak pada jumlah, tetapi juga pada kualitas keimanan dan kebersamaan.
Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya memakmurkan masjid serta memperkuat pendidikan agama sebagai bagian dari membangun masyarakat yang kuat.
Ceramah tersebut kemudian menjadi viral karena dianggap memuat banyak penjelasan sejarah sekaligus pesan keagamaan yang disampaikan secara panjang dan detail kepada para jemaah.
Editor : Kirana Meigita Luciana Rani