GUNUNG KIDUL – Gelombang tinggi Gunung Kidul kembali menjadi sorotan setelah video detik-detik ombak besar menerjang Pantai Buluk viral di media sosial. Peristiwa yang terjadi pada Selasa, 11 Agustus 2026 itu membuat warga dan wisatawan panik hingga berlarian menyelamatkan diri.
Dalam rekaman yang beredar, suara teriakan warga terdengar berulang kali memperingatkan orang-orang agar menjauh dari bibir pantai. Gelombang laut selatan datang secara tiba-tiba, menerjang kawasan pesisir hingga merendam gazebo dan merusak fasilitas wisata.
Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gelombang tinggi Gunung Kidul di perairan Daerah Istimewa Yogyakarta diperkirakan mencapai 2,5 hingga 4 meter, sehingga masuk kategori gelombang tinggi yang berbahaya bagi aktivitas di pesisir.
Video Ombak Besar Bikin Warga Panik
Pantauan sekitar pukul 09.00 WIB menunjukkan gelombang pasang menghantam kawasan Pantai Buluk, Gunung Kidul. Air laut bergerak cukup kuat hingga masuk ke area yang sebelumnya digunakan masyarakat untuk beraktivitas.
Baca Juga: Mobil Tua Mahal di Jakarta, Ada Honda Civic 1981 Cuma Jalan 6.000 Km Seharga Rp170 Juta
Dalam video viral tersebut, terdengar warga berteriak, “Awas… awas!” sambil meminta orang-orang segera menjauh. Beberapa wisatawan terlihat berlari menuju lokasi yang lebih tinggi ketika ombak mulai meluap ke daratan.
Tidak hanya itu, sejumlah gazebo yang berada di tepi pantai tampak terendam air laut. Kursi dan fasilitas di sekitar kawasan wisata ikut terseret derasnya arus.
Momen dramatis tersebut kemudian menyebar luas di berbagai platform media sosial dan memicu kekhawatiran masyarakat terhadap kondisi pantai selatan Yogyakarta.
Jembatan di Kawasan Pantai Dilaporkan Ambruk
Salah satu bagian paling mencolok dalam video adalah laporan warga mengenai sebuah jembatan yang roboh akibat terjangan gelombang. Teriakan “Jembatane ambruk kabeh” terdengar jelas saat warga menyaksikan struktur tersebut runtuh diterjang ombak.
Baca Juga: Naykilla Live in Concert 17 Agustus Bikin Heboh, Dua Kreator Sampai Rela Dandan Mirip!
Meski demikian, belum ada laporan resmi mengenai jumlah korban maupun rincian kerusakan secara keseluruhan dari insiden tersebut. Fokus utama petugas saat itu adalah mengimbau masyarakat menjauhi area berbahaya.
Kerusakan fasilitas wisata menjadi salah satu dampak yang paling terlihat setelah gelombang tinggi menghantam kawasan pantai.
BMKG Imbau Jauhi Bibir Pantai
BMKG sebelumnya telah mengeluarkan prakiraan gelombang tinggi untuk perairan selatan Daerah Istimewa Yogyakarta. Tinggi gelombang berkisar 2,5–4 meter, sehingga berpotensi membahayakan nelayan, wisatawan, maupun aktivitas di kawasan pesisir.
Kondisi serupa juga dilaporkan terjadi di Pantai Kayu Arum, Kelurahan Kanigoro, Kapanewon Saptosari, Gunung Kidul. Ombak besar menyebabkan air laut naik hingga mendekati area aktivitas masyarakat.
Karena itu, warga diminta meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan aktivitas di bibir pantai selama gelombang tinggi masih berlangsung. Wisatawan juga diimbau menunda bermain air maupun berfoto di area yang berdekatan dengan ombak.
Warga Diminta Ikuti Informasi Resmi
Pemerintah dan petugas setempat mengingatkan masyarakat agar selalu mengikuti perkembangan informasi cuaca dan gelombang laut dari BMKG. Peringatan dini menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko kecelakaan di kawasan pantai selatan.
Gelombang tinggi di pesisir Gunung Kidul merupakan fenomena yang dapat terjadi ketika kondisi laut di Samudra Hindia mengalami peningkatan energi gelombang. Karena itu, masyarakat diminta tidak mengabaikan peringatan yang telah dikeluarkan.
Dengan masih berpotensinya gelombang tinggi dalam beberapa waktu ke depan, kewaspadaan menjadi kunci utama agar tidak terjadi korban jiwa maupun kerugian yang lebih besar di kawasan wisata pantai Gunung Kidul.
Editor : Maylanni Diana Fitri