MANGGARAI - Gempa Flores bermagnitudo 5,8 mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis, 20 Agustus 2026 pagi. Gempa terjadi sekitar pukul 06.48 WITA dan berpusat 37 kilometer timur laut Ruteng, Kabupaten Manggarai, dengan kedalaman 10 kilometer.
Guncangan tersebut dirasakan di sejumlah wilayah. Di antaranya Kabupaten Nagekeo, Manggarai Barat, Sikka, Kota Bima, Kabupaten Bima, hingga Sumba Timur.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan gempa tersebut merupakan rangkaian gempa susulan dari gempa bermagnitudo 7,7 yang terjadi pada 15 Agustus 2026. Gempa terbaru itu dinyatakan tidak berpotensi tsunami.
Guncangan pagi hari tersebut membuat warga di Kampung Raca, Kecamatan Reo, Kabupaten Manggarai, panik. Warga yang berada di dalam rumah berlarian keluar untuk menyelamatkan diri.
Jurnalis yang berada di lokasi melaporkan kondisi tersebut saat menginap di rumah warga. Ketika gempa kembali mengguncang, warga terlihat berusaha keluar dari bangunan.
Warga Panik Saat Guncangan Terjadi
Dalam rekaman video, suasana panik terdengar ketika gempa mengguncang kawasan tersebut. Seorang warga bahkan diminta berhati-hati saat masih berada di dalam rumah.
Baca Juga: Plt Bupati Ahmad Baharudin Melantik Pimpinan BAZNAS Tulungagung Periode 2026-2031
“Mama, mama hati-hati, Mama. Jangan pegang pisau, Mama,” ujar seseorang dalam rekaman.
Guncangan belum langsung berhenti. Suara warga terdengar kembali mengingatkan bahwa bangunan masih terasa bergoyang.
“Masih goyang ini,” kata warga tersebut.
Kondisi itu terjadi setelah wilayah tersebut juga merasakan gempa pada malam sebelumnya. Dalam laporan dari lokasi, disebutkan guncangan malam hari mencapai magnitudo 5,7.
Rangkaian gempa tersebut membuat warga semakin waspada. Guncangan pagi hari kembali memicu kepanikan setelah sebelumnya warga mengalami gempa pada malam hari.
Jurnalis yang berada di Kampung Raca kemudian melanjutkan pemantauan ke fasilitas kesehatan. Salah satu lokasi yang didatangi adalah Puskesmas Dampek.
Kondisi Puskesmas Dampek Jadi Perhatian
Dalam rekaman dari lokasi, kondisi Puskesmas Dampek terlihat turut menjadi perhatian setelah gempa. Jurnalis mengajak penonton melihat kondisi bangunan dari dekat.
Baca Juga: The Nice Playland Tulungagung, Tiket Rp25 Ribu Punya Rainbow Slide hingga Mini Zoo
Saat berjalan di area tersebut, jurnalis mengingatkan agar tidak masuk ke bagian bangunan tertentu. Kondisi di dalam terlihat dianggap berbahaya sehingga perlu kehati-hatian.
“Lihat itu di atas, yang dalamnya sebaiknya jangan masuk ya,” ujar jurnalis dalam rekaman.
Ia juga mengingatkan adanya kaca di sekitar lokasi yang dapat membahayakan jika warga tidak berhati-hati. Karena itu, pemeriksaan dilakukan dengan berjalan secara perlahan.
Gempa Flores yang kembali mengguncang wilayah Manggarai menjadi bagian dari rangkaian aktivitas gempa setelah gempa utama bermagnitudo 7,7 pada 15 Agustus 2026.
Berdasarkan informasi dalam laporan tersebut, BMKG memastikan gempa bermagnitudo 5,8 pada Kamis pagi tidak berpotensi tsunami. Namun, guncangan yang dirasakan warga di sejumlah wilayah menunjukkan aktivitas gempa masih menjadi perhatian masyarakat.
Warga di lokasi pun tetap waspada ketika gempa kembali terjadi. Kepanikan terlihat dari tindakan warga yang segera meninggalkan rumah saat merasakan guncangan.
Laporan dari Kampung Raca menunjukkan warga masih menghadapi situasi yang penuh kewaspadaan. Terlebih, gempa juga kembali dirasakan setelah guncangan bermagnitudo 5,7 pada malam sebelumnya.
Hingga laporan tersebut disampaikan, pemantauan terhadap kondisi bangunan dan situasi warga masih dilakukan. Informasi mengenai perkembangan gempa selanjutnya tetap mengacu pada data dan pembaruan dari BMKG.
Editor : Maylanni Diana Fitri