Gempa Flores M 5,8 Kembali Mengguncang Manggarai, Warga Berhamburan

Maylanni Diana Fitri • Dipublikasikan Jumat, 21 Agustus 2026 | 16:33 WIB
Gempa Flores M 5,8 mengguncang Manggarai pada Kamis pagi. Warga berhamburan keluar rumah setelah merasakan guncangan yang kembali terjadi.(pinterest)
Gempa Flores M 5,8 mengguncang Manggarai pada Kamis pagi. Warga berhamburan keluar rumah setelah merasakan guncangan yang kembali terjadi.(pinterest)

MANGGARAI - Gempa Flores kembali mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis, 20 Agustus 2026 pagi. Gempa bermagnitudo 5,8 itu terjadi sekitar pukul 06.48 dan berpusat 37 kilometer timur laut Ruteng, Kabupaten Manggarai, dengan kedalaman 10 kilometer.

Guncangan terasa di sejumlah wilayah, mulai Kabupaten Nagekeo, Manggarai Barat, Sikka, Kota Bima, Kabupaten Bima, hingga Sumba Timur.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut gempa tersebut merupakan bagian dari rangkaian gempa susulan setelah gempa bermagnitudo 7,7 pada 15 Agustus 2026.

BMKG juga memastikan gempa bermagnitudo 5,8 tersebut tidak berpotensi tsunami. Meski demikian, guncangan kembali membuat warga di sejumlah wilayah panik.

Situasi itu terlihat di Kampung Raca, Kecamatan Reo, Kabupaten Manggarai. Warga yang merasakan guncangan pagi hari langsung berlarian keluar rumah.

Jurnalis yang berada di lokasi merekam suasana warga saat berusaha menyelamatkan diri. Dalam rekaman tersebut, terdengar warga saling mengingatkan untuk berhati-hati.

Guncangan Terasa Setelah Gempa Malam Hari

Gempa pagi itu terjadi setelah warga sebelumnya merasakan guncangan pada malam hari. Dalam laporan dari lokasi disebutkan gempa malam mencapai magnitudo 5,7.

Baca Juga: Diskan Tulungagung Gelar Temu Usaha, 15 Kelompok Pengolah Ikan Didorong Perluas Kemitraan Usaha

Kondisi tersebut membuat warga semakin waspada. Ketika guncangan kembali terjadi sekitar pukul 06.48, warga langsung keluar dari rumah.

Suasana panik terdengar dalam rekaman. Seorang warga bahkan mengingatkan seorang ibu agar tidak memegang benda berbahaya saat gempa masih terasa.

“Mama, mama hati-hati, Mama. Jangan pegang pisau, Mama,” ujar seseorang dalam video.

Guncangan juga belum langsung berhenti. Warga masih merasakan bangunan bergerak ketika berusaha keluar dari rumah.

“Masih goyang ini,” terdengar dalam rekaman.

Kondisi tersebut menunjukkan warga masih berada dalam situasi waspada setelah rangkaian gempa yang terjadi sejak 15 Agustus 2026.

Jurnalis yang berada bersama warga kemudian melakukan pemantauan ke sejumlah lokasi. Salah satunya Puskesmas Dampek.

Kondisi Puskesmas Dampek Diperiksa

Dalam rekaman, jurnalis memperlihatkan kondisi Puskesmas Dampek setelah guncangan. Pemeriksaan dilakukan dari bagian luar dan area sekitar bangunan.

Baca Juga: JLS Tulungagung Punya View Laut Biru Tosca, Ada Skyview di Atas Tebing

Jurnalis mengingatkan agar tidak memasuki bagian tertentu karena kondisi bangunan dinilai perlu diwaspadai. Area di dalam bangunan juga disebut memiliki kaca yang bisa membahayakan.

“Lihat itu di atas, yang dalamnya sebaiknya jangan masuk ya. Seram,” ujar jurnalis dalam rekaman.

Pengecekan dilakukan secara perlahan sambil memperhatikan kondisi sekitar. Jurnalis juga kembali mengingatkan mengenai keberadaan kaca di lokasi.

Gempa Flores bermagnitudo 5,8 ini menjadi salah satu guncangan yang kembali dirasakan masyarakat Manggarai dalam rangkaian aktivitas gempa susulan.

Guncangan tidak hanya dirasakan di wilayah Manggarai. Sejumlah daerah lain juga ikut merasakan dampaknya, termasuk Nagekeo, Manggarai Barat, Sikka, Kota Bima, Kabupaten Bima, dan Sumba Timur.

Di tengah kondisi tersebut, warga memilih meningkatkan kewaspadaan. Pengalaman merasakan guncangan pada malam hari kemudian disusul gempa pada pagi hari membuat warga segera keluar rumah ketika merasakan getaran.

Informasi awal yang disampaikan dalam laporan menyebut gempa M 5,8 tidak memicu tsunami. Namun, kondisi di lapangan tetap dipantau, terutama setelah guncangan kembali terjadi.

Warga di kawasan terdampak juga dihadapkan pada kondisi bangunan yang perlu diperiksa. Rekaman dari Puskesmas Dampek memperlihatkan adanya bagian bangunan yang dihindari karena dinilai berbahaya.

Rangkaian gempa susulan tersebut masih menjadi perhatian warga di Flores dan wilayah sekitarnya. Masyarakat tetap mengikuti perkembangan informasi kegempaan yang disampaikan melalui BMKG.

Editor : Maylanni Diana Fitri
Gempa Flores Gempa Manggarai bmkg gempa susulan ntt