Jogja Diguncang Gempa M 3,5, Warga Bantul Sempat Berhamburan Keluar Rumah

Maylanni Diana Fitri • Dipublikasikan Jumat, 21 Agustus 2026 | 16:48 WIB
Gempa Bantul M 3,5 mengguncang Jogja pada Kamis sore. Warga sempat panik dan keluar rumah, sementara belum ada laporan kerusakan.(pinterest)
Gempa Bantul M 3,5 mengguncang Jogja pada Kamis sore. Warga sempat panik dan keluar rumah, sementara belum ada laporan kerusakan.(pinterest)

BANTUL - Gempa Bantul bermagnitudo 3,5 mengguncang wilayah Bantul dan Jogja, Kamis (20/8/2026) sore. Guncangan terjadi sekitar pukul 17.20 WIB dan sempat membuat sejumlah warga panik hingga berhamburan keluar rumah.

Berdasarkan informasi awal Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa tercatat berkekuatan magnitudo 3,5. Episenter gempa berada pada koordinat 7,94 derajat Lintang Selatan dan 11,45 derajat Bujur Timur.

Pusat gempa disebut berada di darat, sekitar 11 kilometer arah tenggara Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Guncangan yang dirasakan warga membuat mereka memilih keluar dari bangunan sebagai langkah antisipasi.

Warga terlihat panik sesaat setelah gempa terjadi. Mereka keluar rumah untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya guncangan lanjutan.

Meski sempat memicu kepanikan, hingga informasi tersebut disampaikan belum ada laporan resmi mengenai kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat gempa Bantul tersebut.

BMKG Minta Warga Tak Terpengaruh Isu

BMKG menjelaskan informasi gempa yang disampaikan kepada masyarakat merupakan informasi awal. Data tersebut mengutamakan kecepatan agar informasi mengenai gempa dapat segera diterima masyarakat.

Baca Juga: Tsunami Terjang Permukiman, Warga Panik: Rumah Rata dan Harta Habis

Karena masih merupakan hasil pengolahan awal, data gempa dapat berubah. Perubahan dapat terjadi seiring masuknya data tambahan dari berbagai stasiun pemantau yang digunakan untuk menganalisis aktivitas kegempaan.

BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Warga Bantul dan wilayah Jogja juga diminta mengikuti perkembangan gempa melalui informasi resmi BMKG. Masyarakat diingatkan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

Imbauan tersebut penting untuk mencegah kepanikan di tengah masyarakat. Terlebih, warga yang merasakan guncangan dapat mengalami kekhawatiran terhadap kemungkinan terjadinya gempa berikutnya.

Warga Diminta Tetap Waspada

Selain tetap tenang, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gempa susulan. Saat gempa terjadi, warga disarankan segera melindungi kepala dan tubuh dengan berlindung di bawah meja atau benda yang kokoh.

Baca Juga: Gempa NTT M 5,2 Guncang Nagekeo, Warga Masih Takut Masuk Rumah

Warga juga perlu menjauh dari kaca, lemari, serta benda lain yang berpotensi jatuh saat terjadi guncangan. Langkah tersebut dilakukan untuk mengurangi risiko terkena benda yang jatuh atau pecah.

Setelah guncangan berhenti, masyarakat yang berada di dalam bangunan diminta keluar secara tertib menuju tempat terbuka. Warga juga diingatkan menghindari bangunan yang mengalami kerusakan.

Kewaspadaan tetap diperlukan meski belum terdapat laporan resmi mengenai korban maupun kerusakan bangunan akibat gempa tersebut.

Masyarakat juga diharapkan terus memantau informasi dari BMKG dan lembaga terkait. Informasi resmi menjadi rujukan utama untuk mengetahui perkembangan kondisi setelah gempa.

Dengan mengikuti informasi yang terverifikasi, warga dapat mengambil langkah yang tepat tanpa terpengaruh kabar yang belum jelas sumbernya.

Editor : Maylanni Diana Fitri
gempa Jogja Gempa M 3 bmkg gempa bantul bantul