Gempa Susulan NTT Magnitudo 5,7 Bikin Pengungsi Panik, 3.489 Guncangan Tercatat

Maylanni Diana Fitri • Dipublikasikan Jumat, 21 Agustus 2026 | 16:51 WIB
Gempa susulan NTT magnitudo 5,7 kembali membuat pengungsi panik. BMKG mencatat 3.489 aktivitas gempa susulan setelah gempa utama 7,7.(pinterest)
Gempa susulan NTT magnitudo 5,7 kembali membuat pengungsi panik. BMKG mencatat 3.489 aktivitas gempa susulan setelah gempa utama 7,7.(pinterest)

NTT - Gempa susulan NTT kembali mengguncang sejumlah wilayah Flores pada Kamis pagi, 20 Agustus 2026. Guncangan membuat warga dan pengungsi panik hingga berhamburan keluar dari rumah maupun tenda pengungsian.

BMKG mencatat dua gempa susulan terjadi sepanjang Kamis pagi. Gempa pertama berlangsung pukul 05.45.20 WIB dengan magnitudo 5,8 dan kedalaman 10 kilometer. Guncangannya dirasakan di Kabupaten Manggarai, Manggarai Barat, dan Sikka.

Gempa kedua terjadi sekitar pukul 09.47 WIB dengan magnitudo 5,7 pada kedalaman 10 kilometer. Guncangan dirasakan di Manggarai, Nagekeo, Manggarai Barat, Sumba Timur, dan Sikka.

BMKG memastikan kedua gempa tersebut tidak berpotensi tsunami. Gempa tersebut merupakan rangkaian susulan setelah gempa utama berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Flores pada 15 Agustus 2026.

Hingga Kamis pagi, BMKG mencatat sebanyak 3.489 aktivitas gempa susulan. Magnitudo terbesar dari rangkaian gempa susulan tersebut mencapai 6,2.

Guncangan berulang membuat warga masih diliputi rasa takut. Sejumlah pengungsi bahkan memilih tetap berada di tenda karena belum berani kembali ke dalam rumah.

Di Kabupaten Nagekeo, warga juga mendirikan tenda mandiri di halaman rumah masing-masing. Langkah itu dilakukan karena masyarakat masih trauma dan khawatir terjadi gempa susulan saat mereka berada di dalam rumah.

Jurnalis di Nagekeo melaporkan, sebagian warga memilih membuat tenda di depan rumah karena tidak ingin meninggalkan kediaman. Mereka khawatir rumah yang ditinggalkan berpotensi menjadi sasaran pencurian.

Jumlah pengungsi di Nagekeo disebut mencapai sekitar 6.221 orang yang tersebar di 70 titik pengungsian. Bantuan berupa makanan dan kebutuhan logistik masih terus berdatangan.

Namun, kebutuhan khusus bayi dan lansia menjadi perhatian. Pengungsi membutuhkan susu, popok, alas tidur, dan selimut. Kondisi malam yang cukup dingin membuat kebutuhan tersebut semakin diperlukan.

Pengungsi Berhamburan Keluar Tenda

Kepanikan juga terlihat di Posko Pengungsian Gelora Samador, Maumere, Kabupaten Sikka. Ketika gempa susulan terjadi, sejumlah pengungsi langsung berlari keluar dari tenda.

Baca Juga: Gempa Flores M 5,8 Guncang Pagi Hari, Warga Berlarian Keluar Rumah

Suasana di lokasi semakin tegang karena para pengungsi masih mengalami trauma akibat gempa utama beberapa hari sebelumnya. Petugas terus mengimbau masyarakat agar tidak panik ketika merasakan guncangan.

Sementara itu, distribusi bantuan terus dilakukan ke berbagai wilayah terdampak. Di Posko Aju 1 Labuhan Bajo, sekitar 186,6 ton logistik telah masuk untuk kemudian disalurkan ke sejumlah titik yang membutuhkan.

Bantuan tersebut mencakup kebutuhan pokok, perlengkapan bayi dan balita, kebutuhan ibu hamil, lampu penerangan, makanan, minuman, minyak, gula, hingga beras.

TNI Angkatan Udara juga mengirimkan 42 ton bantuan logistik dari Posko TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta. Bantuan diangkut menggunakan pesawat A400, Hercules, dan Boeing.

Secara keseluruhan, disebutkan sebanyak 707 ton bantuan telah masuk ke Posko TNI AU Halim Perdanakusuma. Sebagian bantuan kemudian dikirim menuju Bandara Komodo dan Bandara Maumere untuk didistribusikan ke wilayah terdampak.

Warga Diminta Tetap Waspada

Kepala BNPB Suharanto mengimbau masyarakat tidak menjadikan setiap guncangan kecil sebagai alasan untuk panik. Warga diminta menghadapi gempa susulan dengan pengetahuan, kesiapsiagaan, dan kewaspadaan.

Baca Juga: Gempa NTT M 5,2 Guncang Nagekeo, Warga Masih Takut Masuk Rumah

Menurut Suharanto, gempa susulan masih mungkin terjadi dalam dua hingga tiga minggu setelah gempa utama. Namun, ia menyebut gempa lanjutan tersebut diyakini tidak akan sebesar gempa utama.

Kewaspadaan terutama diperlukan bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan. Masyarakat diminta tidak memasuki bangunan rusak sebelum dinyatakan aman oleh pihak berwenang.

Di tengah rangkaian gempa susulan NTT, tim SAR gabungan juga terus melakukan evakuasi medis dan penyisiran di sejumlah wilayah. Penanganan diprioritaskan bagi kelompok rentan, termasuk lansia dan ibu hamil yang mengalami trauma akibat guncangan.

Koordinasi dilakukan bersama BPBD, pemerintah daerah, serta posko kesehatan Kementerian Kesehatan untuk memastikan warga terdampak memperoleh penanganan dengan cepat.

Editor : Maylanni Diana Fitri
Gempa Susulan NTT Gempa Flores Pengungsi Gempa bmkg nusa tenggara timur