KUPANG - Gempa NTT masih terus diikuti aktivitas gempa susulan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat 2.928 gempa susulan terjadi di wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), hingga Rabu siang.
Dari ribuan gempa tersebut, gempa susulan terbaru yang dianalisis BMKG memiliki magnitudo 5,1 dengan kedalaman 10 kilometer. Pusat gempa berada sekitar 50 kilometer arah timur laut Nagekeo, NTT.
Gempa tersebut tidak berpotensi tsunami. Namun, aktivitas kegempaan masih berlangsung setelah gempa utama berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang Flores, NTT.
BMKG menjelaskan gempa susulan tersebut merupakan bagian dari rangkaian aktivitas gempa utama. Guncangan yang terjadi juga termasuk gempa dangkal akibat aktivitas Flores Back Arc Thrust.
Guncangan Terasa di Sejumlah Wilayah
Gempa susulan dirasakan di sejumlah daerah di NTT. Beberapa wilayah yang merasakan getaran antara lain Nagekeo, Palue, Sikka, Wewaria, dan Ende.
Baca Juga: Gempa Bantul M 3,5 Guncang Jogja, Warga Sempat Berhamburan Keluar Rumah
BMKG masih memantau perkembangan aktivitas gempa bumi tersebut. Informasi terbaru akan disampaikan secara berkala kepada masyarakat.
Aktivitas gempa diperkirakan belum sepenuhnya berhenti. BMKG memprediksi guncangan susulan masih dapat berlangsung hingga tiga atau empat minggu ke depan.
Rangkaian gempa tersebut membuat penanganan terhadap warga terdampak terus dilakukan. Pemerintah bersama berbagai unsur terkait menyalurkan bantuan sekaligus memberikan pendampingan kepada para pengungsi.
Satu Truk Bantuan dari Kementerian Keuangan
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meninjau langsung distribusi bantuan untuk korban bencana gempa di NTT. Ia datang bersama Ketua Komisi XI DPR RI Muhammad Misbakhun.
Baca Juga: Gempa Flores M 7,7 Picu Kepanikan, Tsunami Warning Sempat Berlaku
Dalam kunjungannya, Purbaya melihat proses penerimaan, pengelolaan, hingga pendistribusian bantuan bagi masyarakat terdampak.
Kementerian Keuangan turut membawa bantuan yang dikumpulkan dari pegawai. Bantuan tersebut diangkut menggunakan satu truk dan diberikan untuk warga Desa Ranaka, Kecamatan Wae Ri'i.
Bantuan yang dibawa berupa terpal, selimut, beras, sembako, dan kebutuhan sehari-hari lainnya. Tercatat ada 81 terpal dan 360 lembar selimut yang disalurkan.
"Tadi barusan sih hanya bawa bantuan sedikit dari Kementerian Keuangan, dari pegawai Kementerian Keuangan satu truk untuk ditaruh di sini," ujar Purbaya.
Menurutnya, terpal dapat dimanfaatkan untuk membantu memperbaiki kondisi tempat tinggal warga yang terdampak. Bantuan tersebut disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di lokasi.
Selain bantuan dari Kementerian Keuangan, pemerintah juga melakukan pendampingan terhadap kondisi psikologis para pengungsi.
Polri menggelar trauma healing di Posko SD Inpres Robo, Kecamatan Wae Ri'i, Kabupaten Manggarai. Kegiatan tersebut ditujukan bagi pengungsi yang mengalami trauma setelah gempa.
Trauma healing dilakukan untuk membantu memulihkan keseimbangan emosional, mental, dan fisik para pengungsi agar dapat kembali menjalani aktivitas secara normal.
Keluarga Korban Dapat Santunan
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian juga mendatangi wilayah terdampak gempa di NTT. Tito mengunjungi rumah duka korban meninggal dunia sekaligus menyerahkan santunan kepada keluarga yang ditinggalkan.
Masing-masing keluarga korban mendapatkan santunan sebesar Rp15 juta. Tito juga menyampaikan belasungkawa secara langsung kepada keluarga korban.
Dalam kesempatan tersebut, Mendagri menyampaikan komitmen pemerintah untuk memperbaiki fasilitas publik yang rusak akibat gempa.
Usai bertakziah, Tito bersama pemerintah daerah meninjau Pelabuhan Laurentius Say yang turut terdampak bencana.
Bencana gempa di NTT dilaporkan menyebabkan lebih dari 70 orang meninggal dunia. Di tengah proses penanganan dan pemulihan, aktivitas gempa susulan masih terus dipantau.
Dengan jumlah gempa susulan yang mencapai ribuan, BMKG memperkirakan guncangan masih dapat terjadi dalam beberapa pekan mendatang. Masyarakat diminta terus memperhatikan informasi terbaru terkait perkembangan gempa dari BMKG.
Editor : Maylanni Diana Fitri