Gempa Sumatera Barat M 5,8 Guncang Siang Hari, BMKG Pastikan Tak Berkaitan dengan NTT

Maylanni Diana Fitri • Dipublikasikan Jumat, 21 Agustus 2026 | 17:09 WIB
Gempa Sumatera Barat M 5,8 terjadi Selasa siang. BMKG memastikan gempa tidak berkaitan dengan NTT dan tidak berpotensi tsunami.(pinterest)
Gempa Sumatera Barat M 5,8 terjadi Selasa siang. BMKG memastikan gempa tidak berkaitan dengan NTT dan tidak berpotensi tsunami.(pinterest)

PADANG PANJANG - Gempa Sumatera Barat berkekuatan magnitudo 5,8 terjadi pada Selasa, 18 Agustus 2026 sekitar pukul 14.00 WIB. BMKG memastikan gempa tersebut memiliki sumber dan mekanisme berbeda dengan gempa yang terjadi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kepala Stasiun Geofisika Padang Panjang BMKG Tony Agus Wijaya menjelaskan, gempa M 5,8 itu merupakan gempa tektonik. Sumber gempa berada di sekitar Kepulauan Nias dan berkaitan dengan aktivitas subduksi lempeng tektonik.

Tony menegaskan setiap gempa memiliki sumber dan mekanisme masing-masing. Karena itu, gempa yang mengguncang Sumatera Barat tidak berkaitan dengan aktivitas gempa yang terjadi di wilayah Indonesia lainnya.

“Setiap gempa memiliki sumber dan mekanisme berbeda,” ujar Tony.

Episenter Gempa 147 Kilometer dari Nias Selatan

Berdasarkan data BMKG, episenter gempa berada pada koordinat 0,65 Lintang Selatan dan 98,32 Bujur Timur. Lokasi tersebut berada sekitar 147 kilometer tenggara Nias Selatan, Sumatera Utara.

Baca Juga: Jogja Diguncang Gempa M 3,5, Warga Bantul Sempat Berhamburan Keluar Rumah

Gempa tercatat memiliki kedalaman 35 kilometer. Kekuatan gempa dan kedalaman tersebut membuat getaran terasa cukup kuat di wilayah Sumatera Barat.

BMKG mencatat intensitas guncangan mencapai III Modified Mercalli Intensity atau MMI. Getaran pada tingkat tersebut dapat dirasakan oleh warga yang berada di dalam rumah.

Guncangan juga dianalogikan seperti ketika sebuah truk melintas di dekat bangunan. Meski cukup terasa, hingga laporan tersebut disampaikan BMKG belum menerima informasi mengenai kerusakan akibat gempa.

Kondisi tersebut masih menjadi bagian dari pemantauan BMKG. Masyarakat diminta tetap memperhatikan informasi resmi terkait perkembangan aktivitas kegempaan.

Berbeda dengan Aktivitas Gempa di NTT

BMKG juga menjelaskan bahwa sumber gempa di Sumatera Barat berbeda dengan gempa yang terjadi di NTT. Perbedaan tersebut berkaitan dengan sistem tektonik di masing-masing wilayah.

Gempa Sumatera Barat bersumber dari aktivitas subduksi lempeng tektonik di sekitar Kepulauan Nias. Pertemuan Lempeng Indo-Australia dan Lempeng Eurasia menjadi salah satu sumber kegempaan di wilayah barat Pulau Sumatera.

Baca Juga: Jogja Diguncang Gempa M 3,5, Warga Bantul Sempat Berhamburan Keluar Rumah

Sementara itu, aktivitas gempa di NTT disebut berkaitan dengan sistem tektonik di kawasan Nusa Tenggara. Salah satunya berada pada aktivitas busur belakang Flores.

Penjelasan BMKG tersebut menunjukkan bahwa kedua aktivitas gempa berasal dari sumber yang berbeda. Gempa di Sumatera Barat tidak disebut sebagai bagian dari rangkaian gempa di NTT.

Selain memastikan sumbernya berbeda, BMKG juga menyatakan gempa M 5,8 tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Masyarakat diimbau tidak panik saat merasakan guncangan. BMKG meminta warga selalu merujuk informasi resmi untuk mendapatkan perkembangan terbaru mengenai aktivitas gempa.

Hingga informasi tersebut disampaikan, belum terdapat laporan mengenai kerusakan akibat gempa M 5,8 yang mengguncang Sumatera Barat.

Editor : Maylanni Diana Fitri
Gempa Sumatera Barat Gempa M 5 Kepulauan Nias bmkg ntt