RADAR TULUNGAGUNG– Aksi Ustadz Felix Siauw kibarkan bendera One Piece di sebuah taman kota mendadak menjadi sorotan publik dan viral di media sosial.
Peristiwa unik ini terjadi pada Minggu, 10 Agustus 2025, ketika Ustadz Felix bersama sejumlah sahabatnya berkegiatan santai sambil mengibarkan bendera hitam bergambar simbol bajak laut terkenal dari serial One Piece.
Dalam video yang diunggah di sebuah kanal YouTube, terlihat Ustadz Felix Siauw kibarkan bendera One Piece sambil berjalan mengelilingi area taman.
Penampilannya menarik perhatian karena mengenakan kemeja putih yang dipadukan dengan topi jerami, mirip dengan karakter Monkey D. Luffy dari serial manga dan anime tersebut.
Bendera itu ia kibar-kibarkan sepanjang perjalanannya, hingga akhirnya menarik perhatian dua orang petugas taman.
Momen Ustadz Felix Siauw kibarkan bendera One Piece ini menjadi ramai diperbincangkan setelah petugas menghampiri dan menegurnya.
Dalam rekaman video, petugas meminta agar bendera tersebut tidak dikibarkan di area taman. Namun, Ustadz Felix dengan santai menanggapi dan menanyakan alasan pelarangan tersebut, sembari memastikan tidak ada pihak yang merasa terganggu.
Perdebatan singkat pun terjadi sebelum akhirnya petugas meninggalkan lokasi.
Baca Juga: Heboh Dugaan Pemaksaan Sumbangan 17 Agustusan di Jelambar Baru, RW dan Warga Saling Klarifikasi
Menurut keterangan yang disampaikan dalam unggahan video, kegiatan ini awalnya merupakan agenda santai bersama sahabat-sahabat Ustadz Felix di Kota Bogor.
Ia dan rombongan memutuskan untuk berkumpul di taman, berfoto, dan berjalan sambil mengibarkan bendera One Piece.
Penampilannya yang ikonik dan bendera yang mencolok membuat banyak pengunjung taman melirik, bahkan ada yang mendokumentasikan momen tersebut.
Sekitar 30 menit setelah mulai berkeliling, dua petugas taman mendekat. Dalam percakapan yang terekam kamera, salah satu petugas menyampaikan larangan mengibarkan bendera di area publik tersebut.
“Jangan kibarkan bendera di sini,” ujar petugas tersebut. Mendengar hal itu, Ustadz Felix bertanya dengan nada tenang, “Yang tidak boleh siapa, Pak? Ada yang keberatan?”
Petugas tidak memberikan penjelasan detail mengenai aturan tersebut, sehingga terjadi perbincangan singkat yang terekam jelas.
Dalam momen itu, Ustadz Felix juga menekankan bahwa mereka hanya berkegiatan santai dan tidak bermaksud mengganggu ketertiban. Setelah beberapa menit, petugas memutuskan untuk meninggalkan lokasi tanpa melanjutkan teguran.
Baca Juga: Agustus 2025, Langit Indonesia Dipenuhi Supermoon, Hujan Meteor, dan Black Moon 23 Agustus
Unggahan video ini menuai beragam reaksi dari warganet. Ada yang menilai aksi tersebut sebagai bentuk ekspresi yang sah-sah saja, apalagi bendera yang dibawa bukan bendera politik atau organisasi terlarang.
Namun, ada pula yang memahami sikap petugas yang mungkin hanya menjalankan aturan demi menjaga ketertiban umum.
Beberapa komentar bahkan menyoroti sisi unik dari penampilan Ustadz Felix, yang dinilai berhasil “membaur” dengan karakter One Piece, khususnya Luffy. “Lucu juga lihat ustadz bisa nyantai kayak gini, topi jerami dan bendera bajak lautnya keren,” tulis seorang pengguna media sosial.
Sementara itu, sebagian warganet menganggap peristiwa ini sebagai bukti bahwa ekspresi budaya pop seperti anime dan manga bisa menjangkau semua kalangan, termasuk tokoh agama. “Anime itu bahasa universal, siapa saja bisa menikmatinya,” tulis komentar lain.
Baca Juga: Benarkah Olahraga Akan Dipajaki? Ini Fakta di Balik Kebijakan Baru
Terkait peraturan, beberapa pihak menduga larangan mengibarkan bendera di taman kota mungkin berkaitan dengan kebijakan menjaga netralitas ruang publik.
Meski begitu, hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak pengelola taman atau pemerintah setempat mengenai aturan spesifik terkait bendera non-politik di area publik.
Pakar hukum publik menilai bahwa selama simbol atau bendera yang dibawa tidak mengandung unsur provokatif atau melanggar hukum, seharusnya tidak menjadi masalah.
Namun, aturan daerah dan tata tertib tempat umum sering kali memiliki ketentuan yang perlu dipatuhi oleh semua pengunjung.
Fenomena tokoh publik seperti Ustadz Felix mengenakan atribut budaya pop, terutama dari Jepang, bukan hal baru di Indonesia.
Budaya anime dan manga memang sudah lama populer, dan penggemarnya berasal dari berbagai latar belakang, usia, hingga profesi.
Bahkan, acara-acara bertema cosplay atau perayaan anime kerap dihadiri oleh tokoh yang biasanya dikenal di luar lingkup budaya pop.
Peristiwa ini menjadi contoh bagaimana batas antara dunia hiburan dan kehidupan sehari-hari semakin kabur.
Kehadiran simbol-simbol fiksi seperti bendera bajak laut One Piece di ruang publik bisa memicu interaksi sosial yang unik, termasuk teguran dari pihak berwenang.
Baca Juga: Arti Bendera One Piece dan Filosofi di Balik Simbol Topi Jerami
Aksi Ustadz Felix Siauw kibarkan bendera One Piece di taman kota Bogor ini membuktikan bahwa ekspresi diri bisa muncul dalam berbagai bentuk, bahkan dari figur publik yang selama ini dikenal dengan kegiatan dakwahnya.
Meski sempat ditegur petugas, momen ini menambah warna dalam diskusi publik tentang kebebasan berekspresi, aturan ruang publik, dan penerimaan budaya pop di masyarakat.
Bagi sebagian orang, kejadian ini hanyalah insiden ringan yang lucu dan unik. Namun bagi yang lain, ini adalah refleksi dari pentingnya memahami aturan sambil tetap membuka ruang untuk kreativitas.
Yang jelas, video ini berhasil memancing senyum, debat, dan rasa penasaran banyak orang di dunia maya.
Editor : Dharaka R. Perdana