TULUNGAGUNG- Berada di balik deretan perbukitan selatan Tulungagung, tersembunyi sebuah pantai yang masih asri, memikat mata dan menyentuh hati. Pantai ini bernama Sanggar.
Sebuah destinasi tersembunyi di Tulungagung yang tidak hanya menawarkan pesona alam yang masih asli dan alami, tetapi juga berfungsi sebagai habitat bagi tukik, yaitu anak penyu yang baru menetas dan memulai hidupnya di pesisir laut selatan.
Pantai Sanggar merupakan destinasi sempurna di Tulungagung bagi para pecinta alam, fotografer lanskap, dan siapa saja yang ingin menyaksikan keajaiban kehidupan satwa laut yang langka.
Kealamian Pantai Sanggar menjadi daya tarik tersendiri, terlebih karena fungsinya sebagai habitat penting bagi penyu yang dilindungi.
Tukik adalah anak penyu yang masih baru menetas dari telur yang dikubur induknya di pasir pantai. Di Pantai Sanggar, fenomena ini masih bisa dijumpai secara alami.
Beberapa jenis penyu, terutama penyu hijau dan penyu lekang, menjadikan pantai Sanggar sebagai lokasi pendaratan untuk bertelur pada musim-musim tertentu.
Setelah menetas, tukik secara alami berjalan menuju laut untuk memulai perjalanan hidupnya. Momen ini merupakan pemandangan yang langka dan mengesankan.
Warga sekitar pun turut menjaga proses ini agar tukik dapat tumbuh dan kembali suatu saat nanti untuk bertelur di tempat yang sama.
Selain menjadi habitat tukik, Pantai Sanggar menawarkan latar alam yang sangat fotogenik. Pasir putih yang lembut, air laut berwarna biru kehijauan, dan tebing karang yang mengelilingi pantai menjadikannya tempat sempurna untuk bersantai atau berkemah.
Karena aksesnya yang cukup tersembunyi, suasana di sini masih sangat tenang dan jauh dari keramaian wisatawan.
Beberapa pengunjung menyebut Pantai Sanggar sebagai “permata tersembunyi Tulungagung” karena keindahan dan keasriannya yang belum banyak diekspos.
Pantai Sanggar terletak di Desa Jengglungharjo, Kecamatan Tanggunggunung, Kabupaten Tulungagung. Dari pusat kota, perjalanan memakan waktu sekitar 2 jam, tergantung kondisi jalan.
Sebagian besar jalur menuju pantai Sanggar masih berupa jalan tanah dan berbatu, sehingga disarankan menggunakan kendaraan pribadi yang kuat, seperti motor trail atau mobil dengan penggerak empat roda.
Meski medannya cukup menantang, pemandangan sepanjang jalan pantai Sanggar sangat memanjakan mata yang membuat setiap detik perjalanannya terasa berharga.
Keajaiban Pantai Sanggar tidak hanya terletak pada keindahan alamnya yang masih murni, tetapi juga pada peran pentingnya sebagai tempat tumbuh tukik generasi penerus penyu yang kini mulai langka.
Bagi kamu yang ingin menyatu dengan alam, merasakan kedamaian pantai, dan menyaksikan keajaiban kehidupan, Pantai Sanggar adalah destinasi yang tak boleh dilewatkan. (*)
Editor : Didin Cahya Firmansyah