Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Pesanggrahan Retjo Sewu di Tulungagung, Hadirkan Kisah Sisi Humanis dan Misteri Terkait Nyi Roro Kidul dan Majapahit

Rinto Wahyu Hidayat • Jumat, 6 Juni 2025 | 19:00 WIB

 

Pesanggrahan Retjo Sewu bukan sekadar tempat peristirahatan biasa di Tulungagung.
Pesanggrahan Retjo Sewu bukan sekadar tempat peristirahatan biasa di Tulungagung.

TULUNGAGUNG - Pesanggrahan Retjo Sewu bukan sekadar tempat peristirahatan biasa di Tulungagung.

Pesanggrahan Retjo Sewu, sebuah titik yang konon menjadi pintu kedua menuju Pantai Coro yang juga tersohor di Tulungagung.

Lokasi ini dikenal karena deretan patung-patung unik yang berjajar di sepanjang kawasan selatan Tulungagung ini.

Mulai dari patung kura-kura, gajah, hingga sosok buto besar dengan pentungan di tangan menjadi pemandangan yang mencolok dan sedikit mistis.

Nama "Retjo Sewu" sendiri berasal dari bahasa Jawa, "retjo" berarti patung dan "sewu" berarti seribu, menggambarkan banyaknya patung di kawasan ini.

Meskipun saya tidak menghitung satu per satu jumlah patung di Pesanggrahan Retjo Sewu, keberadaan figur-figur raksasa itu menghadirkan kesan tersendiri.

Salah satu patung raksasa bahkan tampak begitu mencolok, membuat para pengunjung di Tulungagung sering kali bercanda bahwa siapa pun yang mengenakan kaos hijau jangan sampai ikut-ikutan dianggap sebagai patung ke-seribu.

Jarak antara Pantai Popoh dan Pesanggrahan Retjo Sewu sebenarnya tidak terlalu jauh. Namun, kontur jalan yang menanjak membuat banyak wisatawan di Tulungagung lebih memilih menggunakan jasa ojek, kecuali mereka membawa kendaraan pribadi.

Bisa memilih berjalan kaki, dengan alasan sederhana. Ingin menikmati panorama sekitar dan melepas penat setelah tiga jam duduk di kendaraan.

Saat menelusuri kawasan ini, tak banyak informasi resmi yang saya temukan. Namun warga setempat di Tulungagung menyebutkan bahwa pemilik pesanggrahan ini dulunya adalah seorang pengusaha rokok ternama.

Sayangnya, karena ketatnya persaingan industri dan keterbatasan bahan baku, pabrik tersebut akhirnya tutup. Kisah ini menambah sisi humanis dari tempat yang penuh misteri ini.

Saya sempat berharap akan menemukan keterkaitan antara Retjo Sewu dan Candi Sewu yang berada di Klaten, namun harapan itu pupus.

Tidak ada jejak sejarah yang mengarah ke sana. Kalaupun ada, kisah yang beredar di kalangan masyarakat Tulungagung hanya menyiratkan kaitan samar-samar dengan Ratu Pantai Selatan  Nyi Roro Kidul dan Kerajaan Majapahit, cerita yang lebih terasa sebagai legenda daripada fakta sejarah.

Pesanggrahan Retjo Sewu memang bukan destinasi utama di peta wisata Tulungagung, namun tempat ini menyimpan daya tarik tersendiri.

Di balik patung-patungnya yang diam, ada cerita-cerita tak terucap yang menunggu untuk digali lebih dalam oleh siapa pun yang cukup penasaran untuk melipir ke sana.(rin)

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#nyi roro kidul #tulungagung #pesanggrahan retjo sewu #ratu pantai selatan #pantai coro #wisata