BANYUWANGI — Terletak di ujung timur Pulau Jawa, Taman Nasional Alas Purwo, di Banyuwangi menawarkan pesona alam liar yang menakjubkan sekaligus misterius.
Dikenal sebagai salah satu kawasan hutan tertua di Jawa, taman nasional Alas Purwo ini tak hanya kaya secara ekologis, tetapi juga sarat dengan nilai-nilai spiritual dan budaya yang mengakar kuat di Banyuwangi.
Menurut kepercayaan masyarakat Banyuwangi, Alas Purwo adalah tempat bertapa para leluhur Nusantara.
Cerita-cerita mistis yang mengiringi keberadaan hutan ini justru menambah daya tariknya bagi wisatawan yang haus akan petualangan dan pengalaman berbeda.
Namun di balik mitos dan nuansa magisnya, Alas Purwo menyimpan keanekaragaman hayati yang luar biasa.
Hutan hujan tropis yang lebat menjadi habitat bagi berbagai spesies langka, termassuk banteng jawa (Bos javanicus), kijang, hingga burung merak yang eksotis.
Inilah surga tersembunyi bagi para pecinta alam dan fotografer satwa liar.
Tiga Spot Ikonik yang Tak Boleh Dilewatkan:
Savana Sadengan
Disebut sebagai “Afrika kecil” di ujung timur Jawa, Sadengan menawarkan panorama padang rumput yang luas dengan latar belakang hutan tropis.
Tempat ini menjadi lokasi terbaik untuk menyaksikan kehidupan liar dari dekat, terutama di pagi dan sore hari.
Pantai Plengkung (G-Land)
Surga bagi para peselancar dunia, Pantai Plengkung dikenal sebagai salah satu spot surfing terbaik di Asia.
Ombaknya yang bisa mencapai tinggi 6 meter menarik peselancar profesional dari berbagai negara. Keindahan pantainya yang masih alami juga menjadi magnet tersendiri bagi wisatawan.
Situs Kawitan dan Pura Hindu
Di tengah hutan yang rimbun, terdapat situs-situs suci dan pura yang menjadi tempat bersembahyang umat Hindu.
Situs ini bukan hanya penting secara spiritual, tapi juga memperkaya narasi budaya dari Taman Nasional Alas Purwo itu sendiri. (rin)
Editor : Didin Cahya Firmansyah