RIAU– Di tengah hamparan hutan tropis yang masih lestari, Taman Nasional Bukit Tiga Puluh hadir di Raiu dan Jambi, sebagai oase keanekaragaman hayati dan warisan budaya yang menakjubkan.
Membentang di dua provinsi, Riau dan Jambi, kawasan ini bukan hanya menjadi benteng terakhir bagi satwa langka, tetapi juga destinasi unggulan dalam wisata alam Riau dan ekowisata Sumatra.
Dengan luas mencapai lebih dari 144.000 hektare, taman nasional ini menyimpan kekayaan hayati yang mengagumkan bagi Riau dan Jambi.
Di balik rimbunnya pepohonan, pengunjung berkesempatan menjumpai harimau Sumatra, gajah Sumatra, serta orangutan yang hidup liar di habitat alaminya.
Keberadaan tiga spesies kunci ini menjadikan Bukit Tiga Puluh sebagai kawasan konservasi prioritas di tingkat nasional dan internasional.
Selain keindahan alam dan keberagaman fauna, Taman Nasional Bukit Tiga Puluh juga menjadi rumah bagi komunitas adat Talang Mamak.
Melalui program ekowisata berbasis masyarakat, wisatawan dapat belajar langsung tentang kearifan lokal, tradisi, serta praktik hidup selaras dengan alam yang telah diwariskan turun-temurun.
Bagi pecinta petualangan, taman nasional ini menawarkan jalur trekking yang menantang dan pengalaman mengamati burung (birdwatching) di tengah simfoni suara alam.
Aktivitas ini menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan domestik maupun mancanegara yang mendambakan pengalaman autentik di alam terbuka.
Sebagai salah satu destinasi unggulan ekowisata Sumatra, Taman Nasional Bukit Tiga Puluh menjadi pilihan ideal.
Yakni untuk melarikan diri dari hiruk-pikuk kota dan menyatu dengan alam.
Keasrian hutan tropis dan kekayaan budayanya menjadikan kawasan ini tak hanya layak dikunjungi, tapi juga dijaga keberlanjutannya untuk generasi mendatang.(rin)
Editor : Didin Cahya Firmansyah