TRENGGALEK – Desa Wisata Masaran di Kecamatan Munjungan, Kabupaten Trenggalek, masuk dalam 100 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2024.
Desa wisata ini menjadi salah satu destinasi unggulan di Trenggalek yang menawarkan paket wisata seru berlatar keindahan alam yang masih asri dan alami.
Keberagaman lanskap mulai dari pantai, hutan, air terjun, hingga kawasan konservasi tukik penyu menjadi daya tarik utama yang memikat wisatawan saat berkunjung ke Trenggalek.
Wisatawan dapat merasakan pengalaman unik dalam kegiatan konservasi penyu, seperti pelepasan tukik dan melihat penyu bertelur di malam hari.
Tak jauh dari pesisir, pengunjung juga bisa menjelajahi hutan mangrove dan pepohonan cemara yang masih alami. Lokasi ini cocok sebagai tempat wisata edukasi lingkungan, fotografi, atau sekadar bersantai menikmati angin laut.
Menuju ke daratan, Desa Masaran juga menyimpan keindahan air terjun Curug Kepyur di Dusun Ngaliran. Airnya jernih dan suasananya tenang, menghadirkan nuansa alam yang menyegarkan.
Tak jauh dari sana, terdapat kawasan Wana Wisata Hutan Plumpit. Sebuah area hutan yang potensial untuk kegiatan berkemah dan petualangan di alam terbuka.
Bukan hanya alamnya yang memukau, Masaran juga menyediakan beragam paket wisata yang dirancang untuk keluarga, komunitas, ataupun kegiatan sekolah.
Wisatawan dapat memilih paket wisata menarik, seperti konservasi penyu dan mangrove, menyusuri pesisir dengan perahu kano, hingga mengikuti kegiatan outbound dan camping di lokasi yang aman dan nyaman.
Selain itu, wisatawan juga bisa menyewa mini jeep untuk menyusuri jalur pantai dengan cara yang seru.
Desa ini juga memiliki produk unggulan, seperti Gula Torpedo. Hasil olahan nira kelapa yang masih menjadi kebanggaan masyarakat hingga kini.
Bagi yang ingin bermalam, tersedia fasilitas homestay yang nyaman dan menghadirkan suasana khas pedesaan.
Walau berada di kawasan pedesaan, Desa Masaran memiliki fasilitas wisata yang terbilang lengkap. Tersedia ATM, area WiFi, kafetaria, kuliner lokal, balai pertemuan, spot foto, area camping, kamar mandi umum, dan mushola.
Akses menuju desa ini pun mudah karena lokasinya dekat dengan jalur lintas selatan (JLS) sehingga dapat dijangkau baik oleh kendaraan pribadi maupun rombongan wisata. (*)
Editor : Didin Cahya Firmansyah