TULUNGAGUNG- Industri pariwisata Indonesia mencatat pencapaian gemilang pada tahun 2025.
Menurut laporan terbaru dari Tourism Review, sektor pariwisata Indonesia diproyeksikan tumbuh hingga 12 persen.
Dibandingkan angka pariwisata Indonesia tertingginya di tahun 2019, sebelum pandemi Covid-19 melanda.
Nilai pengeluaran wisatawan mancanegara bahkan diperkirakan mencapai Rp 344 triliun, menjadi sinyal kuat bahwa pariwisata nasional telah pulih dan bahkan melampaui masa keemasannya.
Kebangkitan ini didorong oleh sejumlah strategi pemulihan yang diterapkan pemerintah dan pelaku industri.
Di antaranya adalah digitalisasi promosi destinasi, pengembangan desa wisata berbasis komunitas.
Peningkatan konektivitas udara ke wilayah timur Indonesia.
Serta penyesuaian standar kebersihan dan keamanan di berbagai lokasi wisata.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menyatakan bahwa kepercayaan global terhadap Indonesia sebagai destinasi aman dan menarik terus meningkat
Seiring dengan pembukaan rute penerbangan internasional dan penambahan fasilitas ramah wisatawan.
Beberapa daerah tujuan favorit yang menjadi magnet utama wisatawan sepanjang 2025 meliputi Bali, Labun Bajo, Danau Toba, Raja Ampat, Pulau Samosir.
Sektor pariwisata Indonesia diproyeksikan tumbuh hingga 12 persen.
Tak hanya destinasi konvensional, kota-kota kecil dengan keunikan budaya dan alam juga mulai naik daun, seperti Samosir, Banyuwangi, dan Likupang.
Kenaikan ini tidak hanya berdampak pada pendapatan negara.
Tetapi juga membuka lapangan kerja baru dan menghidupkan kembali ekonomi kreatif lokal.
Pemerintah pun menargetkan angka kunjungan yang lebih tinggi di semester kedua tahun ini.
Dengan menggencarkan promosi wisata melalui berbagai event internasional.
Dengan pencapaian ini, Indonesia kian mantap menuju visi sebagai pusat pariwisata berkelanjutan di Asia Tenggara. (*)
Editor : Didin Cahya Firmansyah