TULUNGAGUNG - Siapa sangka, sebuah hamparan sawah biasa di Desa Kendalbulur, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung, kini menjelma menjadi salah satu destinasi paling ramai dikunjungi yakni Nangkula Park.
Nama Nangkula diambil dari legenda lokal sebagai lambang keberanian dan keindahan masyarakat Tulungagung.
Sejak dibuka pada pertengahan tahun 2020, taman desa di Desa Kendalbulur Tulungagung ini tidak hanya menjadi tempat bersantai, tapi juga pusat edukasi pertanian dan pariwisata desa berbasis masyarakat.
Spot Favorit di Nangkula Park
1. Taman Bunga Celosia Berwarna-warni
Pengunjung Nangkula Park Tulungagung langsung disambut oleh hamparan bunga celosia yang disusun rapi. Warna merah, kuning, dan ungu mencolok sangat cocok untuk foto Instagramable.
"Baru masuk aja langsung pengen foto. Anak saya sampai minta difotoin 10 kali!,” jelas Yulia, pengunjung asal Blitar.
2. Ikon Keris Raksasa: Simbol Budaya Jawa
Tepat di tengah taman, berdiri sebuah keris raksasa yang megah. Tidak hanya menjadi ikon desa, tapi juga jadi edukasi visual tentang budaya Nusantara khususnya di Tulungagung.
3. Wahana Anak dan Keluarga
Kolam renang mini (air jernih dan aman untuk balita), Flying fox anak, Perahu bebek di kolam ikan, dan Playground edukatif menjadi fasilitas yang dapat dinikmati oleh wisatawan saat berkunjung ke Nangkula Park Tulungagung.
Semua disediakan dengan tiket tambahan yang sangat terjangkau.
4. Paket Edukasi Sekolah
Nangkula Park Tulungagung juga cocok untuk kegiatan luar kelas, seperti edukasi pertanian, menanam padi dan sayur. Edukasi perikanan, cara budidaya ikan lele dan nila. Workshop, pembuatan kompos organik, dan hidroponik.
Hari Jam Operasional Harga, Senin hingga Kamis mulai pukul 09.00 WIB sampai 21.00 WIB, dengan biaya masuk Rp 5.000.
Jumat Tutup mulai pukul 11.00 WIB hingga 13.00 WIB (Sholat Jumat) Rp 5.000.
Sabtu hingga Minggu mulai pukul 07.00 WIB hingga 21.00 WIB dengan biaya masuk Rp 5.000.
Paket edukasi By Booking Mulai Rp 35.000/orang
Parkir kendaraan motor: Rp 2.000
Mobil: Rp 5.000
Editor : Matlaul Ngainul Aziz