BLITAR – Blusukan di area Candi Sirah Kencong, Blitar, menjadi salah satu sesi yang menarik perhatian peserta Kopdar Pegiat Aksara Kawi #4 2025.
Peninggalan sejarah yang ada di kawasan perkebunan teh Sirah Kencong, Desa Ngadirenggo, Kecamatan Wlingi, Blitar, ini didatangi peserta dari berbagai daerah di Nusantara.
Sejarawan muda Blitar, Ferry Riyandika dan Eko Hasumi Aditya, menjadi pemateri dalam blusukan ke Candi Sirah Kencong pada Minggu (6/7/2025).
Dari area lapangan dekat SDN Ngadirenggo 4 yang menjadi pusat lokasi kegiatan, para peserta diajak menyusuri area perkebunan teh dengan berjalan kaki.
Mereka dipandu menikmati potensi perkebunan teh hingga peternakan masyarakat sebelum tiba di salah satu bukit lokasi Candi Sirah Kencong.
Kopdar pegiat aksara Kawi ini mampu menarik lebih dari 100 pegiat dari berbagai daerah.
Setidaknya, selain dari Blitar Raya yang tahun ini menjadi tuan rumah, mereka datang dari Trenggalek, Sidoarjo, Nganjuk, Malang Raya, Kediri Raya, Denpasar, Lamongan, Ponorogo, Tuban, Tulungagung, Makassar, Jogjakarta, Gresik, Surabaya, hingga Jakarta.
“Tiga tahun sebelumnya, kopdar pegiat aksara Kawi digelar di tiga daerah berbeda, yakni di Kediri, Ponorogo, dan Tulungagung,” jelas Yoni Andika, perwakilan panitia.
Selain para pegiat aksara Kawi, mereka yang datang juga dari lintas komunitas seperti komunitas sejarah, komunitas budaya, dan lainnya.
Dari tahun ke tahun, minat peserta kopdar semakin meningkat. Mereka ingin berpartisipasi dalam upaya pelestarian aksara peninggalan leluhur.
Acara ini juga diisi penampilan seni tari, menyanyi, musik, pembacaan puisi dan macapat, pemutaran film, senam pagi, pantonim, doa lintas agama, hingga pengenalan udeng khas masyarakat setempat.
Hari pertama kopdar pada Sabtu (5/7/2025), suasana malam diisi materi pengenalan Sirah Kencong Masa Kuno oleh Ferry Riyandika serta diskusi penanggalan oleh M Rikza. (ynu/c1)
Editor : Didin Cahya Firmansyah