BLITAR - Masjid Ar‑Rahman di Jalan Ciliwung Nomor 2, Kecamatan Kepanjenkidul, Kota Blitar, kini menjadi ikon wisata religi.
Masjid Ar‑Rahman Blitar ini digagas oleh Abah H. M. Hariyanto, pengusaha setempat yang berdasarkan pengalaman spiritual saat menunaikan haji dan umrah di Masjid Nabawi.
Dia ingin dengan adanya Masjid Ar‑Rahman ini bisa menghadirkan suasana khusyuk yang sama bagi masyarakat Blitar.
Peletakan batu pertama pada Desember 2018, selesai awal 2019, kemudian diresmikan oleh Gubernur Khofifah Indar Parawansa pada 25 Desember 2019.
Ekspansi tahap kedua dilanjutkan hingga Desember 2022.
Gaya Utsmaniyah Mamluk yang megah dengan kubah besar, menara tinggi, dan pilar lengkung khas hitam-putih, berpadu ornamemen tembaga dan ukiran kaligrafi seperti di Masjid Nabawi.
Payung otomatis Sebanyak 10 payung besar di pelataran, meniru payung Masjid Nabawi, berfungsi meneduhkan dan melindungi jamaah.
Pintu megah yang utama kayu jati dengan lapisan tembaga, tinggi 3 m dan lebar 2 m.
Miniatur Maqam Ibrahim dan replika Ka'bah di area mihrab, menambah kesan religius dan kedekatan spiritual dengan tempat suci di Mekkah.
Kiswah asli Ka'bah (tahun 2009) dipajang di mimbar atau mihrab imam, lengkap dengan sertifikat otentik.
Karpet sajadah bergaya Turki dan parfum ruangan diimpor langsung dari Turki dan Madinah, menciptakan aroma khas Madinah.
Lantai granit serambi yang mirip Masjid Nabawi, tidak panas meski terkena terik matahari.
Fasilitas dilengkapi secara berikut :
Area wudhu dan toilet bersih, musala, ruang laktasi dan penyandang, disabilitas, dan ada juga Loker sandal, untuk Parkir luas & aman.
Minuman gratis seperti kopi, teh, jahe, terutama Jumat dan Ramadan.
Kapasitas menampung hingga 3.000 jamaah di lahan seluas hampir 5.000 m²; dengan dua lantai utama dan wanita. (*)
Editor : Didin Cahya Firmansyah