RADAR TULUNGAGUNG - Kampung Naga adalah sebuah desa adat yang terletak di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.
Kampung Naga terkenal karena masyarakatnya masih memegang teguh adat istiadat Sunda dan menolak modernisasi berlebihan.
Jumlah penduduk Kampung Naga sekitar 300 jiwa dengan sekitar 100 rumah tradisional. Semua rumah dibangun dengan bahan alami seperti bambu, kayu, dan ijuk.
Tidak ada rumah permanen dengan tembok atau atap seng, karena hal tersebut dianggap melanggar adat.
Kehidupan masyarakat Kampung Naga sangat sederhana. Mereka bergantung pada pertanian, beternak, dan kerajinan tangan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Kampung Naga berada di Desa Neglasari, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya. Lokasinya strategis karena berada di jalur penghubung antara Garut dan Tasikmalaya.
Untuk menuju Kampung Naga: Dari Bandung membutuhkan waktu sekitar 4–5 jam perjalanan darat. Dari Kota Tasikmalaya sekitar 30 km dengan waktu tempuh 1 jam. Wisatawan harus menuruni sekitar 400 anak tangga untuk sampai ke desa adat ini.
Keunikan Kampung Naga
1. Rumah Tradisional yang Seragam
Salah satu ciri khas Kampung Naga adalah bentuk rumah tradisional Sunda yang seragam. Semua rumah menghadap ke arah yang sama, terbuat dari bambu, kayu, dan beratap ijuk.
Tidak ada yang menggunakan cat mencolok, sehingga suasananya alami dan harmonis.
Baca Juga: 5 Pantai di Tulungagung Punya Tebing Mirip Bali, Tapi Suasananya Lebih Sepi dan Murah
2. Kehidupan Adat yang Terjaga
Masyarakat Kampung Naga hidup dengan aturan adat ketat. Mereka tidak menggunakan listrik untuk hiburan modern, tidak membangun rumah permanen, dan masih menjalankan ritual adat Sunda.
3. Keseimbangan dengan Alam
Konsep hidup mereka adalah menjaga hubungan harmonis antara manusia, alam, dan leluhur. Sungai, sawah, dan hutan di sekitar desa dianggap sakral dan dijaga kelestariannya.
Kampung Naga memiliki beberapa upacara adat yang rutin dilakukan, di antaranya:
a. Hajat Sasih adalah upacara syukuran tahunan untuk menghormati leluhur.
b. Upacara Kematian yang dilaksanakan dengan cara unik, berbeda dengan masyarakat modern.
c. Larangan Hari Tertentu yang membuat warga Kampung Naga tidak boleh melakukan aktivitas tertentu, sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur.
Ada beberapa aktivitas wisata di Kampung Naga seperti menyusuri desa dan melihat arsitektur rumah adat.
Bahkan bisa juga mengikuti aktivitas harian masyarakat, seperti bertani atau membuat kerajinan bambu.
Selain itu, berkunjung ke Kampung Naga juga memberi kesempatan belajar tentang adat istiadat Sunda sembari menikmati pemandangan sawah, sungai, dan hutan yang masih asri.
Tidak ketinggalan, saat hendak pulang jangan lupa membeli suvenir kerajinan bambu langsung dari warga.
Tips Berkunjung ke Kampung Naga
1. Gunakan pakaian dan alas kaki yang nyaman karena harus menuruni ratusan anak tangga.
2. Hormati aturan adat setempat, jangan sembarangan mengambil atau merusak lingkungan.
3. Tanyakan izin sebelum mengambil foto di area tertentu.
4. Jangan membawa masuk barang-barang modern yang dilarang (misalnya bahan bangunan non-alami).
Kampung Naga Jawa Barat adalah salah satu destinasi wisata budaya terbaik di Indonesia. Desa adat ini bukan hanya menyuguhkan pemandangan indah, tetapi juga pelajaran berharga tentang kehidupan sederhana, kearifan lokal, dan harmoni dengan alam.
Bagi kamu yang ingin merasakan pengalaman berbeda dari wisata modern, berkunjung ke Kampung Naga adalah pilihan tepat.
Selain menambah wawasan budaya, kamu juga bisa menyaksikan langsung bagaimana tradisi Sunda kuno tetap hidup di era modern. ****
Editor : Dharaka R. Perdana