TULUNGAGUNG - Bagi warga Tulungagung, alun-alun bukan sekadar ruang terbuka di tengah kota.
Alun-Alun Tulungagung sudah seperti "ruang tamu bersama" di mana siapa pun bisa datang.
Entah sekadar duduk santai, mencicipi jajanan kaki lima, atau menikmati suasana kota yang hidup hingga larut malam.
Sore menjelang malam, aroma jagung bakar, sate ayam, hingga ronde hangat mulai memenuhi udara di sekitar alun-alun.
Pedagang kaki lima berjejer rapi, menawarkan makanan dengan harga ramah di kantong.
Banyak orang datang bukan hanya untuk makan, tapi juga untuk merasakan atmosfer kebersamaan sambil menikmati kuliner sederhana yang penuh rasa.
Alun-alun juga menjadi panggung hiburan rakyat.
Dari musik jalanan, odong-odong untuk anak-anak, hingga wahana permainan sederhana, semuanya tersedia di satu tempat.
Di sinilah suasana kekeluargaan begitu terasa, karena setiap lapisan masyarakat bisa menikmati hiburan tanpa harus keluar biaya besar.
Bagi banyak anak muda, alun-alun adalah lokasi nongkrong favorit.
Tidak perlu bayar tiket masuk, siapa pun bisa duduk di bangku taman atau lesehan di rumput sambil ngobrol panjang.
Sementara bagi keluarga, alun-alun jadi pilihan pas untuk menghabiskan malam dengan murah meriah namun tetap menyenangkan.
Lebih dari itu, alun-alun Tulungagung seolah menjadi simbol kehidupan kota.
Di sanalah denyut kehidupan warga terasa nyata ramai, hangat, dan penuh cerita. Tak heran jika setiap malam, alun-alun tak pernah sepi pengunjung.***
Editor : Vidya Sajar Fitri