RADAR TULUNGAGUNG- Wisata Sumber Maron Malang terus membuktikan diri sebagai destinasi favorit pecinta wisata alam dan permainan air. Terletak di Dusun Adiluwih, Desa Karangsuko, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang, tempat ini menawarkan perpaduan lengkap antara keindahan alam, wahana seru, dan harga yang ramah di kantong.
Sejak awal memasuki kawasan Wisata Sumber Maron Malang, pengunjung langsung disambut suasana hijau yang adem. Air sungainya terlihat jernih dengan aliran yang menenangkan.
Tak heran jika lokasi ini kerap disebut sebagai surga tersembunyi di Malang Selatan yang tak pernah sepi wisatawan, terutama saat akhir pekan dan hari libur nasional.
Baca Juga: Pantai Tulungagung di Penghujung Tahun, Ombak Terus Menggelora Setiap Waktu
Lokasi, Akses, dan Harga Tiket
Wisata Sumber Maron berjarak sekitar 27 kilometer dari pusat Kota Malang dan dapat ditempuh dengan kendaraan pribadi. Area parkirnya luas, tersedia di beberapa titik, dengan tarif Rp5.000 untuk motor dan Rp10.000 untuk mobil. Di area parkir juga tersedia toilet umum.
Untuk tiket masuk, pengunjung hanya perlu membayar Rp10.000 per orang saat akhir pekan dan Rp5.000 per orang pada hari biasa. Harga tersebut dinilai sangat terjangkau mengingat banyaknya fasilitas dan wahana yang bisa dinikmati di dalam kawasan wisata.
Daya Tarik Utama: Air Jernih dan Suasana Alami
Salah satu daya tarik utama Wisata Sumber Maron Malang adalah kejernihan airnya. Air berasal langsung dari mata air alami sehingga terasa segar dan dingin.
Di beberapa titik terdapat kolam alami yang aman untuk berenang, termasuk bagi anak-anak. Kedalaman kolam relatif dangkal, menjadikannya cocok untuk wisata keluarga.
Di sekeliling area kolam dan sungai, pengunjung akan menemukan pepohonan rindang serta pemandangan persawahan yang membuat suasana semakin sejuk. Gemericik air dan angin sepoi-sepoi menjadikan tempat ini ideal untuk healing dan melepas penat.
Tubing Santai Favorit Semua Kalangan
Wahana tubing menjadi aktivitas paling diminati di Wisata Sumber Maron. Dengan arus sungai yang tidak terlalu deras, tubing di sini aman untuk anak-anak hingga orang dewasa. Panjang lintasan tubing sekitar 200 meter, cukup untuk memberikan sensasi seru tanpa membuat lelah.
Harga sewa ban tubing juga sangat terjangkau. Ban kecil disewakan seharga Rp5.000, sedangkan ban besar Rp10.000 dan bisa digunakan sepuasnya tanpa batas waktu. Pengunjung bebas menentukan titik start tubing, bahkan bisa mengulang berkali-kali selama masih kuat.
Air Terjun Estetik dan Spot Foto
Selain tubing, pengunjung juga bisa menikmati air terjun Sumber Maron. Meski tidak terlalu tinggi, air terjun ini memiliki daya tarik tersendiri karena aliran airnya melebar di dinding batu, menciptakan tampilan yang estetik dan Instagramable. Namun, pengunjung diimbau tetap berhati-hati karena beberapa batu di sekitar air terjun cukup licin.
Di sekitar air terjun juga terdapat jembatan kecil dan bebatuan alami yang kerap dijadikan spot foto favorit. Kejernihan air di bagian hulu membuat area ini semakin menarik untuk diabadikan.
Fasilitas Lengkap dan Ramah Keluarga
Wisata Sumber Maron dilengkapi berbagai fasilitas penunjang, mulai dari warung makan, jajanan, toilet bersih, hingga loker penitipan barang dengan tarif Rp5.000. Tersedia pula banyak warung lesehan di sepanjang sungai, cocok bagi pengunjung yang ingin bersantai sambil menikmati pemandangan.
Menariknya, di kawasan ini juga terdapat PLTMH (Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro) yang memanfaatkan aliran air sebagai sumber energi listrik skala kecil, menambah nilai edukatif bagi pengunjung.
Waktu Terbaik Berkunjung
Waktu terbaik mengunjungi Wisata Sumber Maron Malang adalah awal musim kemarau, sekitar April hingga Mei. Pada periode ini debit air masih cukup deras, namun tetap jernih dan cuaca cenderung cerah, ideal untuk bermain air dan tubing.
Dengan kombinasi alam yang indah, wahana seru, serta biaya liburan yang murah, Wisata Sumber Maron menjadi destinasi wajib bagi wisatawan yang ingin merasakan liburan sederhana namun berkesan di Malang.
Baca Juga: Pantai Tulungagung di Penghujung Tahun, Ombak Terus Menggelora Setiap Waktu
Editor : Kirana Meigita Luciana Rani