KARANGASEM - Sejarah Taman Ujung Karangasem Bali menyimpan kisah panjang tentang kejayaan kerajaan, arsitektur megah, hingga transformasinya menjadi salah satu destinasi wisata paling ikonik di Pulau Dewata. Taman Ujung yang juga dikenal dengan nama Taman Ujung Water Palace ini terletak di Kabupaten Karangasem, Bali Timur, dan hingga kini masih memikat wisatawan dengan keindahan arsitektur serta lanskap alamnya.
Dalam catatan sejarah, sejarah Taman Ujung Karangasem Bali bermula pada tahun 1901. Saat itu, Raja Karangasem bernama I Gusti Bagus Jelantik resmi dilantik sebagai penguasa. Sebagai bagian dari penataan kawasan kerajaan, sang raja membangun sebuah kolam besar di area taman yang kemudian diberi nama Kolam Dirah atau Kolam Bhirah. Kolam ini memiliki makna filosofis sebagai tempat pembuangan bagi orang-orang yang diyakini menguasai ilmu hitam.
Pada awal pembangunannya, kolam tersebut masih memiliki fungsi yang sangat sakral dan berkaitan erat dengan kepercayaan masyarakat setempat. Namun seiring perkembangan zaman dan visi sang raja, kawasan ini mengalami perubahan fungsi yang signifikan.
Renovasi oleh Arsitek Eropa dan Lokal
Babak baru dalam sejarah Taman Ujung Karangasem Bali terjadi pada tahun 1909. Raja Karangasem memerintahkan renovasi besar-besaran Kolam Dirah untuk dijadikan tempat peristirahatan kerajaan. Dalam proyek ini, raja melibatkan arsitek Belanda bernama Van Den Henders serta arsitek Tionghoa bernama Loto Ang.
Menariknya, proses pembangunan juga melibatkan arsitek dan undagi lokal dari Kerajaan Karangasem. Kolaborasi lintas budaya ini menghasilkan desain bangunan yang sangat unik. Arsitektur Taman Ujung memadukan gaya Eropa klasik, sentuhan Tiongkok, dan unsur khas Bali yang kental. Perpaduan tersebut terlihat jelas pada jembatan, kolam air, bale-bale, hingga ornamen ukiran yang menghiasi kawasan taman.
Hasil renovasi menjadikan Taman Ujung sebagai kompleks istana air yang megah dan elegan. Pada masanya, tempat ini digunakan sebagai lokasi beristirahat para raja serta menerima tamu-tamu penting kerajaan.
Daya Tarik dan Keindahan Taman Ujung
Keindahan Taman Ujung Karangasem Bali tidak hanya terletak pada bangunannya, tetapi juga pada pemandangan alam di sekitarnya. Dari area taman, pengunjung dapat menikmati panorama laut lepas, perbukitan hijau, hingga Gunung Agung yang menjulang megah di kejauhan.
Keindahan inilah yang membuat Taman Ujung tetap memesona hingga kini. Bahkan, kawasan ini kerap dijadikan lokasi foto prewedding, pemotretan profesional, hingga konten kreatif karena suasananya yang romantis dan estetik. Kolam air yang luas dengan jembatan penghubung menciptakan komposisi visual yang sangat ikonik.
Harga Tiket Masuk Taman Ujung
Bagi wisatawan yang ingin berkunjung, pengelola telah menetapkan harga tiket masuk yang berbeda sesuai kategori pengunjung. Untuk wisatawan lokal, tiket masuk Taman Ujung Karangasem Bali dibanderol sebesar Rp15.000 per orang. Sementara itu, biaya parkir mobil dikenakan sebesar Rp5.000 per kendaraan.
Untuk wisatawan mancanegara, harga tiket masuk ditetapkan sebesar Rp50.000 per orang. Adapun bagi pengunjung yang datang untuk keperluan foto atau shooting profesional, tiket masuk khusus dikenakan sebesar Rp600.000 yang berlaku untuk seluruh kru.
Jam Operasional Taman Ujung
Taman Ujung Water Palace Karangasem Bali memiliki jam operasional yang teratur. Destinasi wisata ini buka setiap hari mulai pukul 07.00 WITA hingga 19.00 WITA. Pengunjung disarankan datang pada pagi atau sore hari untuk mendapatkan pencahayaan terbaik sekaligus menghindari teriknya matahari.
Dengan jam buka yang cukup panjang, wisatawan memiliki waktu leluasa untuk menjelajahi setiap sudut taman dan menikmati suasana magis yang ditawarkan.
Destinasi Wisata Bersejarah di Bali Timur
Kini, Taman Ujung tidak hanya menjadi saksi bisu kejayaan Kerajaan Karangasem, tetapi juga berkembang sebagai destinasi wisata unggulan di Bali Timur. Keindahan arsitektur, nilai sejarah, serta panorama alam menjadikan Taman Ujung sebagai pilihan tepat bagi wisatawan yang ingin mengeksplorasi sisi lain Bali yang lebih tenang dan sarat makna.
Melalui perjalanan panjangnya, sejarah Taman Ujung Karangasem Bali membuktikan bahwa warisan budaya mampu bertransformasi menjadi aset pariwisata bernilai tinggi tanpa kehilangan identitas aslinya.
Editor : Natasha Eka Safrina