MALANG - Gunung Bromo tetap menjadi ikon wisata Jawa Timur yang paling diminati wisatawan domestik maupun mancanegara. Namun pada Januari 2026, pengelola Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) menerapkan sejumlah aturan baru untuk meningkatkan keselamatan, kelestarian alam, serta penghormatan terhadap budaya masyarakat Tengger.
Gunung berapi aktif setinggi 2.329 mdpl ini berada di empat wilayah administratif, yakni Probolinggo, Pasuruan, Lumajang, dan Malang. Popularitasnya sebagai destinasi sunrise terbaik di Indonesia membuat kebijakan pengelolaan kawasan semakin ketat dan terstruktur.
Penutupan Ritual Adat dan Aturan Keselamatan
Pada 17–18 Januari 2026, kawasan wisata Bromo ditutup total untuk menghormati ritual adat akhir Wulan Kapitu masyarakat Tengger. Kebijakan ini merupakan bentuk pelestarian budaya lokal sekaligus manajemen arus wisata agar tidak mengganggu kegiatan keagamaan.
Mulai 2026, seluruh pengunjung wajib menggunakan gelang asuransi wisata saat memasuki kawasan Bromo. Aturan ini diterapkan sebagai standar keselamatan dan mitigasi risiko mengingat Bromo berstatus gunung aktif.
Meski kondusif untuk wisata, pengunjung tetap dilarang mendekati kawah dan diminta berhati-hati terhadap potensi longsor, terutama di jalur akses Pasuruan saat cuaca ekstrem.
Harga Tiket dan Sistem Reservasi
TNBTS mewajibkan wisatawan melakukan booking online sebelum berkunjung. Sistem ini bertujuan mengatur kuota harian serta mengurangi kepadatan di titik favorit seperti Penanjakan dan lautan pasir.
Estimasi biaya kunjungan Bromo 2026:
-
Tiket masuk wisatawan domestik mulai Rp29.000
-
Paket open trip atau midnight tour berkisar Rp295.000–Rp650.000 per orang
-
Sewa Jeep 4x4 mulai Rp850.000 per unit (kapasitas 6 orang)
Pintu Masuk dan Akses Wisata
Ada tiga jalur utama menuju Bromo yang bisa dipilih wisatawan:
-
Cemoro Lawang (Probolinggo): paling populer, fasilitas lengkap
-
Wonokitri (Pasuruan): akses favorit wisatawan dari Surabaya
-
Ngadas/Tumpang (Malang): searah dengan jalur pendakian Semeru
Kendaraan pribadi hanya diperbolehkan sampai pintu masuk atau rest area. Untuk menjelajahi kaldera dan lautan pasir, wisatawan wajib menggunakan Jeep Bromo resmi.
Editor : Dara Shauqy Hadiwijaya