Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Gereja Kayutangan Malang: Cagar Budaya Neo-Gotik dan Simbol Toleransi Kota

Dara Shauqy Hadiwijaya • Minggu, 18 Januari 2026 | 15:35 WIB

Gereja Kayutangan menjadi ikon sejarah dan toleransi di Kota Malang.
Gereja Kayutangan menjadi ikon sejarah dan toleransi di Kota Malang.

MALANG - Gereja Kayutangan Malang, yang memiliki nama resmi Gereja Katolik Paroki Hati Kudus Yesus (HKY), merupakan salah satu bangunan bersejarah paling ikonik di Kota Malang. Berdiri megah di kawasan Kayutangan Heritage, gereja ini tidak hanya menjadi pusat ibadah umat Katolik, tetapi juga bagian penting dari narasi sejarah dan budaya kota. Keberadaannya mencerminkan jejak perkembangan misi Katolik di wilayah Keuskupan Malang sekaligus peran rumah ibadah dalam membangun harmoni sosial lintas agama.

Lokasi Strategis di Pusat Kota Bersejarah

Gereja HKY Malang terletak di Jl. Mgr. Sugiyopranoto No. 2, tepat di kawasan cagar budaya Kayutangan dan hanya beberapa menit berjalan kaki dari Alun-Alun Kota Malang. Posisi ini menjadikan Gereja Kayutangan mudah diakses baik oleh umat, wisatawan religi, maupun pengunjung yang ingin menikmati suasana kawasan heritage Malang yang sarat nilai historis.

Arsitektur Neo-Gotik yang Menjadi Ikon Kota

Bangunan Gereja Kayutangan mengusung gaya arsitektur Neo-Gotik khas Eropa dengan ciri utama dua menara kembar setinggi sekitar 15 meter. Gereja ini dirancang oleh arsitek Belanda MJ Hulswit dan mulai dibangun pada 1905, menjadikannya salah satu gereja tertua di Jawa Timur bagian selatan. Detail fasad, jendela kaca patri, dan struktur menjulangnya membuat gereja ini kerap menjadi rujukan kajian arsitektur kolonial sekaligus daya tarik wisata religi Malang.

 

Baca Juga: Wisata Sumber Maron Malang: Surga Air Jernih dengan Tubing Seru, Air Terjun Estetik, dan Tiket Murah yang Tak Pernah Sepi

 

Status Cagar Budaya dan Nilai Sejarah

Sejak 2018, Gereja Kayutangan resmi ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya oleh pemerintah setempat. Penetapan ini didasarkan pada nilai sejarahnya yang tinggi dalam perjalanan perkembangan gereja Katolik di Malang serta perannya dalam membentuk lanskap kota kolonial. Status ini juga memastikan pelestarian bangunan agar tetap terjaga bagi generasi mendatang.

Simbol Toleransi yang Diakui Publik

Salah satu aspek paling menonjol dari Gereja Kayutangan adalah perannya sebagai simbol toleransi antarumat beragama di Kota Malang. Halaman gereja kerap dibuka bagi jamaah Masjid Agung Jami saat pelaksanaan salat Idul Fitri ketika area masjid meluap hingga ke jalan. Praktik ini telah berlangsung bertahun-tahun dan menjadi contoh nyata harmoni sosial di tengah keberagaman.

Jadwal Misa (Estimasi 2026)

Misa harian umumnya berlangsung Senin hingga Kamis pukul 12.00 WIB, sedangkan pada Jumat dimulai pukul 11.30 WIB. Untuk misa akhir pekan, umat dapat mengikuti ibadah pada Sabtu pukul 17.00 WIB serta Minggu pukul 06.00, 08.00, 16.30, dan 18.30 WIB. Pengunjung disarankan mengecek jadwal terbaru melalui kanal resmi paroki karena dapat berubah menyesuaikan agenda gereja.

 

Baca Juga: Pantai Kondang Merak di Malang Selatan Cocok untuk Habiskan Libur Nataru, Perjalanan Panjang Terbayar Keindahan Panoramanya

 

Tips Berkunjung

Bagi wisatawan yang ingin berkunjung, disarankan datang di luar jam ibadah untuk menghormati aktivitas umat. Pengunjung juga bisa menikmati kawasan Kayutangan Heritage di sekitar gereja yang kini menjadi destinasi pedestrian favorit di pusat Kota Malang.

Editor : Dara Shauqy Hadiwijaya
#malang #gereja #kayutangan #wisata malang #Kayutangan Heritage