Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Jembatan Pandansimo Resmi Dibuka 24 Jam, Jalur Baru Viral Menuju Pantai Parangtritis Ini Jadi Magnet Wisata Jogja Selatan

Eka Putri Wahyuni • Rabu, 21 Januari 2026 | 18:15 WIB
Jembatan Pandansimo resmi dibuka 24 jam, jadi jalur viral menuju Pantai Parangtritis dan penggerak wisata baru Jogja selatan.
Jembatan Pandansimo resmi dibuka 24 jam, jadi jalur viral menuju Pantai Parangtritis dan penggerak wisata baru Jogja selatan.

JAKARTA – Kehadiran Jembatan Pandansimo di Daerah Istimewa Yogyakarta tak hanya mempercepat konektivitas antarkabupaten, tetapi juga menciptakan jalur wisata baru yang kini ramai diperbincangkan. 

Jembatan terpanjang dan termegah di DIY ini menjadi akses favorit menuju Pantai Parangtritis melalui Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS), khususnya dari wilayah Kulonprogo menuju Bantul.

Sejak dibuka permanen 24 jam pada 10 Oktober 2025, Jembatan Pandansimo langsung menyedot perhatian masyarakat dan wisatawan. 

Rasa penasaran publik membuat arus lalu lintas di atas jembatan ini meningkat signifikan, terutama pada sore hari dan akhir pekan. 

Banyak pengendara berhenti sejenak untuk menikmati panorama muara Sungai Progo dan bentang alam pesisir selatan.

Baca Juga: Baloga Batu (Jatim Park 4): Taman Bunga & Wisata Edukasi Keluarga Terbaru 2026

Jalur Baru Menuju Pantai Parangtritis

Perjalanan dari sisi barat Jembatan Pandansimo menuju Pantai Parangtritis hanya berjarak sekitar 7,8 kilometer ke arah timur, melintasi JJLS Kabupaten Bantul. 

Jalur ini dinilai lebih landai dan nyaman, sekaligus menawarkan pengalaman visual berbeda dibanding jalur lama.

Di sepanjang JJLS, aktivitas ekonomi warga tumbuh pesat. 

Fenomena pedagang kuliner dan hasil bumi bermunculan di kanan kiri jalan, mengikuti meningkatnya arus kendaraan. 

Pola serupa sebelumnya juga terlihat di sekitar Jembatan Kretek 2 dan sejumlah proyek infrastruktur lain di Yogyakarta.

Ikon Infrastruktur Bernuansa Budaya

Tak sekadar berfungsi sebagai penghubung wilayah, Jembatan Pandansimo juga dirancang sebagai ikon budaya.

Ornamen gunungan pewayangan dengan motif batik nitik khas Yogyakarta menjadi daya tarik utama. 

Di kedua sisi jembatan terdapat plaza barat dan timur dengan bentuk atap joglo terbelah, merepresentasikan arsitektur tradisional Jawa.

Ornamen gunungan di tengah jembatan juga menandai batas administratif antara Kabupaten Kulonprogo dan Kabupaten Bantul. 

Area ini menjadi titik favorit pengunjung untuk berfoto, sekaligus menikmati pemandangan Sungai Progo dari ketinggian.

Spesifikasi dan Teknologi Jembatan Pandansimo

Secara teknis, Jembatan Pandansimo dibangun di atas Sungai Progo, sungai terpanjang di DIY dengan panjang sekitar 140 kilometer. 

Total panjang jembatan mencapai kurang lebih 2.300 meter, dengan lebar 24 meter dan empat lajur dua arah.

Setiap lajur memiliki lebar 3,5 meter serta dilengkapi jalur pedestrian di sisi kanan dan kiri.

Jembatan ini memiliki tiga anjungan wisata, yakni Plaza Barat, Plaza Tengah (Plaza Gunungan), dan Plaza Timur.

Ketiganya memungkinkan pejalan kaki menikmati panorama muara Sungai Progo secara langsung dari atas jembatan.

Pembangunan jembatan menelan anggaran Rp864 miliar dan dikerjakan oleh konsorsium PT Adhi Karya (Persero) dan PT Sumberwijaya Sakti KSO selama 579 hari kalender. 

Dari sisi teknologi, jembatan ini menerapkan sistem tahan gempa seperti lead rubber bearing, corrugated steel plate (CSP), serta mechanically stabilized earth wall (MSE Wall).

Baca Juga: Kayutangan Heritage Malang: Wajah Baru Kota Tua yang Semakin Tertata di 2026

Dampak Positif bagi Pariwisata dan Ekonomi Lokal

Dibukanya Jembatan Pandansimo memberikan dampak nyata bagi sektor pariwisata dan ekonomi lokal. 

Jalur JJLS kini tak hanya menjadi lintasan kendaraan, tetapi juga koridor wisata baru yang menghubungkan Pantai Baru, Pantai Samas, Laguna Pengklik, hingga Pantai Parangtritis.

Pantai Parangtritis sendiri merupakan ikon wisata Yogyakarta dengan garis pantai sepanjang sekitar 7 kilometer dan tingkat kunjungan tertinggi di wilayah ini. 

Wisatawan dapat menikmati berbagai aktivitas, mulai dari naik ATV, berkuda, delman, hingga berburu sunset dengan latar perbukitan ikonik di sisi timur.

Dengan konektivitas yang semakin baik, Jembatan Pandansimo diproyeksikan menjadi penggerak utama pengembangan kawasan pesisir selatan DIY. 

Infrastruktur ini tidak hanya mempermudah mobilitas, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar.

Editor : Eka Putri Wahyuni
#Infrastruktur DIY #Yogyakarta Wisata Jogja #Jembatan Pandansimo #Pantai Parangtritis #JJLS Yogyakarta