RADAR TULUNGAGUNG- Pantai Ngobaran Gunung Kidul dikenal sebagai salah satu destinasi wisata paling unik di Daerah Istimewa Yogyakarta. Berbeda dengan pantai lain di pesisir selatan, Pantai Ngobaran Gunung Kidul tidak hanya menawarkan panorama laut dan tebing karang, tetapi juga menghadirkan harmoni lintas agama dan kepercayaan dalam satu kawasan wisata.
Pantai Ngobaran Gunung Kidul terletak di Dusun Gebang, Kalurahan Kanigoro, Kapanewon Saptosari, Kabupaten Gunung Kidul.
Dari pusat Kota Yogyakarta, jaraknya sekitar 52 kilometer dengan waktu tempuh kurang lebih 1 jam 30 menit. Akses menuju lokasi kini semakin mudah seiring dilanjutkannya pembangunan ruas jalan Kepek–Ngobaran yang sempat terhenti selama delapan tahun.
Perjalanan Menuju Pantai Ngobaran Gunung Kidul
Perjalanan menuju Pantai Ngobaran Gunung Kidul dapat ditempuh melalui jalur selatan Yogyakarta. Wisatawan akan melintasi kawasan Imogiri, Siluk Panggang, hingga masuk wilayah Gunung Kidul.
Jalur ini dikenal cukup aman, meski terdapat tanjakan dan tikungan khas perbukitan selatan. Di sepanjang perjalanan, pemandangan sawah, sungai, dan perbukitan menjadi suguhan tersendiri.
Setibanya di kawasan wisata, pengunjung dikenakan retribusi sebesar Rp8.000 per orang. Fasilitas di Pantai Ngobaran Gunung Kidul terbilang lengkap, mulai dari area parkir luas, toilet, musala, warung kuliner, hingga persewaan baju adat Bali dengan tarif mulai Rp20.000.
Pantai dengan Nuansa Bali dan Kejawen
Daya tarik utama Pantai Ngobaran Gunung Kidul adalah keberadaan bangunan peribadatan dari berbagai kepercayaan.
Di kawasan barat pantai, terdapat area prasasti Kejawen yang ditandai dengan gapura naga kembar. Di dalamnya berdiri Candi Kejawen serta sepuluh arca lambang sifat terpuji, seperti welas asih, budi pekerti, dan kesetiaan.
Salah satu ikon yang paling mencolok adalah patung Dewa Wisnu yang menunggangi Garuda dan menghadap langsung ke Samudra Hindia. Spot ini menjadi favorit wisatawan untuk berfoto, terutama saat matahari mulai condong ke barat.
Baca Juga: Simulasi Cicilan KUR BRI 2026 Lengkap, Mulai Rp10 Juta hingga Rp100 Juta
Pura Segara Wukir, Satu-satunya di Pantai Jogja
Di sisi timur Pantai Ngobaran Gunung Kidul berdiri kompleks Pura Segara Wukir. Pura ini menjadi tempat persembahyangan umat Hindu dan kerap disebut sebagai satu-satunya pura yang berada di kawasan pantai Yogyakarta. Nuansa Bali terasa sangat kental, baik dari arsitektur, ornamen, maupun suasana religius yang menyelimuti kawasan ini.
Menurut pengelola, Pura Segara Wukir tidak digunakan setiap hari untuk ibadah. Namun, pada momen tertentu, terutama menjelang Hari Raya Nyepi, ribuan umat Hindu dari berbagai daerah datang untuk melaksanakan upacara keagamaan di pantai ini.
Petilasan Prabu Brawijaya V dan Nilai Spiritual
Pantai Ngobaran Gunung Kidul juga dikenal sebagai lokasi petilasan Prabu Brawijaya V, raja terakhir Majapahit. Meski terdapat berbagai versi cerita terkait muksa atau singgahnya sang raja, pengelola dan masyarakat setempat menegaskan bahwa lokasi ini hanya diyakini sebagai tempat persinggahan atau meditasi, bukan tempat wafat yang dapat dipastikan kebenarannya.
Baca Juga: Kampung Warna-Warni Jodipan: Ikon Wisata Kreatif yang Mengubah Wajah Malang
Keberadaan Candi Kejawen di atas tebing karang semakin menguatkan nuansa spiritual kawasan ini. Candi tersebut tidak dibuka untuk umum dan hanya digunakan untuk keperluan ritual tertentu dengan izin khusus dari Keraton Yogyakarta.
Spot Foto dan Daya Tarik Wisatawan
Sebagian besar area Pantai Ngobaran Gunung Kidul dapat dinikmati secara gratis. Hanya beberapa spot foto berkonsep properti bambu yang dikenakan tarif sekitar Rp3.000 per orang. Kombinasi tebing karang, arca, pura, dan laut lepas menjadikan pantai ini favorit bagi wisatawan pencinta fotografi.
Dengan keunikan lintas budaya, nilai sejarah, dan panorama alam yang memukau, Pantai Ngobaran Gunung Kidul menjadi bukti bahwa wisata pantai tak melulu soal pasir putih, tetapi juga tentang cerita, spiritualitas, dan harmoni.
Baca Juga: Syarat KUR BRI 2026, Apakah Berubah dari Tahun 2025? Ini Penjelasannya
Editor : Kirana Meigita Luciana Rani