RADAR TULUNGAGUNG- Wisata baru On The Rock Jogja langsung mencuri perhatian publik sejak resmi menggelar soft opening pada Jumat, 19 Desember 2025. Destinasi wisata yang berada di kawasan Pantai Drini, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta ini bahkan langsung viral di media sosial dan diserbu wisatawan sejak hari pertama dibuka.
Berlokasi di sisi timur kawasan pantai, tepatnya di Kelurahan Banjarejo, Kapanewon Tanjungsari, On The Rock Jogja menawarkan pengalaman berbeda dari wisata pantai pada umumnya.
Dari pusat Kota Yogyakarta, jaraknya sekitar 61 kilometer, atau sekitar 25 kilometer dari Kota Wonosari. Akses menuju lokasi cukup mudah karena berada di jalur legendaris Jalan Baron–Tepus, jalur utama penghubung pantai-pantai populer Gunung Kidul.
Sejak memasuki area wisata, pengunjung langsung disuguhi pemandangan unik berupa jalan yang membelah bukit karang. Lorong alami dari batu kapur ini menghadirkan nuansa yang kerap disamakan dengan Pantai Pandawa atau Tanah Lot di Bali. Tak heran jika banyak pengunjung menyebut On The Rock Jogja memiliki “vibes Bali” yang kuat, namun tetap mempertahankan karakter alam khas Gunung Kidul.
Daya Tarik Alam Karst dan Laut Lepas
Keunggulan utama On The Rock Jogja terletak pada sensasi menikmati laut lepas dari atas formasi batu karang besar yang menjorok langsung ke Samudra Hindia. Dari titik-titik tertentu, pengunjung bisa melihat deburan ombak yang menghantam karang, garis cakrawala laut, hingga panorama Pantai Drini bagian timur yang terkenal lebih tenang.
Kawasan ini berada di bentang alam karst Gunung Sewu, kawasan yang telah diakui UNESCO sebagai Global Geopark sejak 2015. Ribuan bukit karst berbentuk kerucut menjadi latar alami perjalanan menuju lokasi, sekaligus memperkuat kesan eksotis wisata ini.
Pantai Drini sendiri terbagi menjadi dua area, yakni sisi barat dengan ombak cukup kuat dan aktivitas nelayan, serta sisi timur yang lebih landai dan aman untuk aktivitas wisata seperti berenang, kano, hingga snorkeling. Keberadaan On The Rock Jogja menambah alternatif cara menikmati pesona Pantai Drini dari sudut pandang yang berbeda.
Fasilitas Lengkap, Kuliner hingga Spot Sunset
Meski baru soft opening, fasilitas di On The Rock Jogja terbilang lengkap. Pengunjung akan mendapatkan gelang khusus setelah membeli tiket masuk. Untuk harga tiket, pada hari biasa (weekday) dibanderol Rp40.000, sementara tarif akhir pekan akan menyesuaikan.
Di dalam area wisata, tersedia berbagai fasilitas penunjang seperti Soleil Bistro, Cafe On The Rock, On The Rock Bar, hingga Gelato On The Rock yang menawarkan gelato homemade berbahan premium. Harga gelato berkisar antara Rp25.000 hingga Rp55.000 dengan varian favorit seperti hazelnut, mixberry, dan strawberry cheese.
Selain itu, terdapat MP Theater yang difungsikan sebagai panggung pertunjukan musik dan seni. Setiap harinya juga dijadwalkan penampilan DJ untuk menambah atmosfer santai khas destinasi wisata modern. Jam operasional On The Rock Jogja dibuka dari siang hingga pukul 22.00 WIB.
Salah satu spot favorit pengunjung adalah area rooftop dan anjungan foto yang langsung menghadap laut lepas. Lokasi ini menjadi tempat ideal menikmati matahari terbenam, menjadikan On The Rock Jogja sebagai destinasi sunset unggulan di Gunung Kidul.
Viral dan Diharapkan Dongkrak Ekonomi Lokal
Antusiasme wisatawan terlihat sejak hari pertama. Area parkir bahkan dilaporkan penuh meski masih dalam masa soft opening. Banyak pengunjung mengetahui keberadaan On The Rock Jogja dari TikTok dan Instagram, menunjukkan kuatnya pengaruh media sosial dalam promosi wisata.
Wisatawan lokal maupun luar daerah mengaku terkesan dengan konsep dan pemandangan yang ditawarkan. Selain menjadi destinasi baru, kehadiran On The Rock Jogja juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar melalui penciptaan lapangan kerja dan pengembangan sektor pariwisata berkelanjutan di Gunung Kidul.
Dengan konsep anti-mainstream, panorama alam autentik, serta fasilitas modern, On The Rock Jogja berpotensi menjadi ikon wisata baru di selatan Yogyakarta yang wajib masuk daftar kunjungan wisatawan.
Editor : Kirana Meigita Luciana Rani