RADAR TULUNGAGUNG- Keberadaan Jembatan Pandan Simo kini menjadi magnet baru bagi masyarakat dan wisatawan yang melintasi Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) Daerah Istimewa Yogyakarta. Jembatan terpanjang dan termegah di DIY ini tak hanya berfungsi sebagai penghubung antarkabupaten, tetapi juga membuka wajah baru pariwisata jalur selatan, terutama rute menuju Pantai Parangtritis.
Perjalanan menyusuri JJLS dimulai dari sisi barat Jembatan Pandan Simo yang berada di Kelurahan Banaran, Kapanewon Galur, Kabupaten Kulonprogo.
Dari titik ini hingga Pantai Parangtritis, jarak tempuh sekitar 7,8 kilometer ke arah timur. Sepanjang perjalanan, lalu lintas terlihat cukup ramai, khususnya pada sore hari ketika banyak warga penasaran ingin menikmati jembatan ikonik tersebut.
Jembatan Pandan Simo, Ikon Infrastruktur dan Budaya
Jembatan Pandan Simo membentang megah di atas Sungai Progo, sungai terpanjang di DIY yang menjadi batas alami Kabupaten Kulonprogo dan Bantul. Secara administratif, jembatan ini berada di wilayah perbatasan Kapanewon Galur (Kulonprogo) dan Kapanewon Srandakan (Bantul).
Jembatan ini memiliki panjang total sekitar 2.300 meter dengan lebar 24 meter dan empat lajur dua arah. Di sisi kanan dan kiri disediakan jalur pedestrian yang memungkinkan pejalan kaki menikmati panorama muara Sungai Progo dari ketinggian. Tiga plaza disiapkan sebagai ruang publik, yakni Plaza Barat, Plaza Tengah (Plaza Gunungan), dan Plaza Timur.
Ornamen jembatan menjadi daya tarik tersendiri. Nuansa budaya Yogyakarta terasa kuat melalui bentuk atap joglo, gunungan pewayangan, serta motif batik nitik dan sulur keris yang menghiasi struktur utama. Selain estetika, jembatan ini juga dirancang dengan teknologi modern tahan gempa seperti lead rubber bearing dan corrugated steel plate.
Ramai Wisatawan, UMKM Tumbuh di Sepanjang JJLS
Sejak dibuka permanen pada Oktober 2025, arus kendaraan di Jembatan Pandan Simo terus meningkat. Banyak kendaraan roda dua maupun roda empat berhenti sejenak di area plaza untuk berfoto atau sekadar menikmati pemandangan. Kondisi ini memicu tumbuhnya aktivitas ekonomi warga lokal.
Di sepanjang JJLS, terutama di sisi barat jembatan, deretan pedagang kuliner dan hasil bumi bermunculan. Warga memanfaatkan momentum dengan menjual makanan, buah petik langsung seperti semangka dan melon, hingga hasil pertanian lainnya. Fenomena serupa juga terlihat di beberapa simpang menuju pantai-pantai di Bantul.
Deretan Pantai dan Destinasi di Jalur Selatan
Memasuki wilayah Bantul, perjalanan JJLS melewati sejumlah destinasi wisata pantai. Pantai Baru menjadi salah satu yang cukup ramai, dikenal dengan area yang teduh karena pepohonan cemara udang serta fasilitas wisata yang lengkap, mulai dari ATV hingga kuliner seafood.
Tak jauh dari sana, terdapat akses menuju Pantai Pandansari, Pantai Samas, dan Laguna Pengklik. Arus kendaraan di kawasan ini semakin padat, terutama pada akhir pekan dan musim liburan, menandakan meningkatnya minat wisatawan menjelajah jalur selatan Yogyakarta.
Jembatan Kretek 2 hingga Parangtritis
Perjalanan berlanjut melewati Jembatan Kretek 2 yang juga menjadi ikon wisata baru Bantul. Jembatan sepanjang 556 meter ini diresmikan Presiden Joko Widodo pada 2023 dan dilengkapi menara pandang, rest area, serta kawasan edukasi.
Dari titik ini, kendaraan diarahkan menuju kawasan Parangtritis. Pantai legendaris ini tetap menjadi tujuan utama wisatawan. Pantai Parangtritis dikenal sebagai ikon wisata DIY dengan bentang garis pantai mencapai 7 kilometer dan kunjungan wisatawan terbesar di wilayah Yogyakarta.
Hamparan pasir hitam vulkanik, panorama perbukitan, serta beragam aktivitas wisata seperti ATV, berkuda, hingga menikmati matahari terbenam menjadi daya tarik utama. Kehadiran Jembatan Pandan Simo dan JJLS membuat akses menuju Parangtritis semakin mudah dan nyaman.
Editor : Kirana Meigita Luciana Rani