BLITAR - Kabupaten Blitar tak hanya dikenal sebagai kota bersejarah yang lekat dengan nama Bung Karno. Di sisi selatan, Blitar menyimpan pesona wisata bahari yang luar biasa, mulai dari pantai berpasir putih, pantai tersembunyi yang masih sepi, hingga kawasan pantai dengan fasilitas lengkap untuk liburan keluarga. Tak heran jika daftar pantai terindah di Kabupaten Blitar belakangan makin sering diburu wisatawan, terutama saat akhir pekan dan musim liburan.
Menariknya, beberapa pantai di Blitar masih tergolong “private” alias belum ramai, sehingga cocok untuk pencinta suasana alami. Sementara pantai lain sudah dikelola dengan baik oleh pemerintah daerah, dilengkapi warung, kamar mandi, musala, hingga aktivitas wisata seperti ATV dan selancar. Berikut rangkuman delapan pantai yang disebut paling recommended berdasarkan ulasan video perjalanan wisata.
Pantai Pudak, Pasir Putih dan Air Kebiruan di Lokasi Tersembunyi
Pantai Pudak di Kota/Kabupaten Blitar tidak terlalu luas, namun punya daya tarik kuat berupa pasir putih dan air laut kebiruan yang mempesona. Lokasinya cukup tersembunyi dengan rute perjalanan yang terbilang sulit. Meski begitu, pemandangan yang disuguhkan disebut mampu “membayar lunas” rasa lelah perjalanan.
Pantai ini belum dibuka resmi untuk umum, sehingga tidak ada tiket masuk. Biasanya yang datang adalah wisatawan lintas alam yang membawa tenda serta perbekalan untuk berkemah. Secara administratif, Pantai Pudak berada di Dusun Ngadipuro, Kecamatan Wonotirto, Kabupaten Blitar.
Pantai Jolosutro, Asri, Teduh, dan Punya Cerita Sakral
Pantai Jolosutro dikenal sudah terawat dengan baik. Akses jalan menuju tepi pantai terasa nyaman, ditambah panorama tanah lapang, bukit-bukit indah, serta suasana hijau yang masih alami. Banyak pengunjung menyebut tempat ini cocok untuk mencari ketenangan dan nuansa pedesaan yang natural.
Di masyarakat sekitar, Pantai Jolosutro juga dikenal memiliki cerita turun-temurun sebagai pantai sakral. Meski demikian, tidak ada aturan khusus atau larangan tertentu bagi wisatawan. Lokasinya berada di Kecamatan Wates, tepatnya di balik Pegunungan Gondang Tapen, Desa Ringinrejo. Tiket masuk Pantai Jolosutro Rp5.000 per orang, dengan jarak sekitar 30 km dari Alun-alun Kota Blitar.
Baca Juga: Sembilan Siswa SMK Sore Tulungagung Diduga Keracunan Menu MBG, Jalani Perawatan di Puskesmas Beji
Pantai Pangi, Ada Deretan Pinus dan Telaga Payau
Pantai Pangi punya karakter ombak besar khas pantai selatan Jawa. Namun karena bentuk pantai sedikit cekung dan diapit karang kanan-kiri, pengunjung masih bisa bermain air dan berenang di tepian, tentu dengan tetap waspada dan tidak terlalu ke tengah.
Pantai ini masih tergolong sepi dan bersih karena belum banyak dikenal wisatawan. Salah satu keistimewaannya adalah deretan pohon pinus yang tumbuh dekat bibir pantai, menciptakan suasana teduh dan dingin. Selain itu ada muara sungai yang membentuk telaga payau, area yang cukup luas untuk berenang atau membasuh diri. Pantai Pangi berada di Dusun Desa Tumpak Kepuh, Kecamatan Bakung, sekitar 40 km dari pusat Kota Blitar.
Pantai Serang, Favorit Wisatawan dengan Fasilitas Memadai
Pantai Serang merupakan salah satu wisata pantai terpopuler di Kabupaten Blitar. Lokasinya berada di Desa Serang, Kecamatan Panggungrejo. Meski tidak seramai pantai-pantai terkenal di Indonesia, Pantai Serang tetap ramai dikunjungi wisatawan lokal maupun luar daerah.
Tiket masuknya terjangkau, Rp7.000 per orang. Tarif parkir roda dua Rp3.000 dan roda empat Rp8.000. Fasilitasnya sudah lumayan lengkap, mulai kamar mandi umum, musala, hingga kantin. Pengunjung juga bisa menyewa motor ATV seharga Rp100.000 per jam untuk keliling bibir pantai. Bagi yang ingin surfing, tersedia sewa papan selancar lengkap dengan pelatih.
Pantai Tambakrejo, Paling Populer dan Ada TPI
Pantai Tambakrejo bisa dibilang pantai paling populer bagi masyarakat Blitar. Selain sudah lama dibuka untuk umum, fasilitasnya juga cukup lengkap. Aktivitas yang bisa dilakukan di sini mulai dari bersantai, memancing di tengah laut, hingga wisata kuliner seafood.
Di sepanjang bibir pantai, banyak warung ikan bakar dari hasil tangkapan nelayan. Tambakrejo juga disebut sebagai satu-satunya pantai di Kabupaten Blitar yang memiliki TPI (Tempat Pelelangan Ikan), sehingga wisatawan bisa membeli oleh-oleh ikan segar dengan harga lebih murah. Tiket masuknya sekitar Rp10.000 per orang (di luar parkir).
Pantai Jebring, Pasir Hitam dan Akses Menantang
Pantai Jebring memiliki bentang pantai yang cukup luas dengan ciri khas pasir hitam. Ombaknya lumayan besar sehingga wisatawan perlu berhati-hati saat bermain di tepian. Keunikannya, terdapat batu besar berbentuk unik di pinggir pantai yang sering jadi spot perhatian.
Namun, rute menuju Pantai Jebring cukup menantang karena kondisi jalan yang tidak terlalu bagus. Disarankan tidak menggunakan kendaraan roda empat. Lokasinya berada di Banyu Urip Ngadipuro, Kecamatan Wonotirto.
Pantai Gondo Mayit, Sepi dan Pasir Putih Halus
Pantai Gondo Mayit berada dalam satu kawasan dengan Pantai Tambakrejo, namun dipisahkan oleh bukit. Lokasinya ada di sebelah timur Tambakrejo. Meski berdekatan, karakter pantainya berbeda karena Gondo Mayit memiliki pasir putih halus dan cenderung sepi, sehingga banyak wisatawan lebih menyukainya dibanding Tambakrejo yang ramai pedagang.
Nama “Gondo Mayit” juga diselimuti mitos. Versi bahasa Jawa menyebut artinya “bau mayat”, konon dulu sering ditemukan mayat di sekitar pantai. Namun ada juga versi lain terkait keberadaan padepokan pada masa lampau. Terlepas dari cerita yang beredar, pantai ini tetap dinilai indah dan layak dikunjungi.
Pantai Peh Pulo, Dijuluki “Raja Ampat dari Blitar”
Pantai Peh Pulo merupakan pantai tersembunyi yang belum banyak diketahui wisatawan. Meski belum populer, pemandangannya disebut menakjubkan hingga mendapat julukan “Raja Ampat dari Blitar” karena memiliki pulau-pulau kecil di sekelilingnya.
Pantai ini masih sepi, ombaknya relatif tenang, dengan pasir putih dan air laut kebiruan. Lokasinya berada di Desa Sumbersih, Dusun Peh Pulo, Kabupaten Blitar. Jarak dari pusat Kota Blitar sekitar 45 km dengan waktu tempuh 1,5 sampai 2 jam perjalanan.
Editor : Natasha Eka Safrina