RADAR TULUNGAGUNG- Wisata Gunung Bromo kembali menunjukkan pesonanya sebagai salah satu destinasi alam paling populer di Jawa Timur. Keindahan panorama pegunungan, sunrise ikonik, hingga hamparan pasir luas menjadi daya tarik utama yang terus mengundang wisatawan lokal maupun mancanegara.
Dalam sebuah video perjalanan yang diunggah di YouTube, seorang kreator membagikan pengalaman menyusuri wisata Gunung Bromo sejak dini hari.
Perjalanan dimulai dari kawasan Postosari menuju Bukit Cinta, salah satu spot favorit untuk menyaksikan matahari terbit dengan latar Gunung Bromo dan Gunung Batok.
Perjalanan Dini Hari Menuju Bukit Cinta
Untuk mencapai Bukit Cinta, wisatawan tidak diperbolehkan membawa kendaraan pribadi. Medan yang curam dan berkelok mengharuskan pengunjung menyewa mobil Jeep yang disediakan pengelola setempat. Satu unit Jeep dapat menampung hingga enam orang termasuk sopir.
Biaya sewa Jeep bervariasi, berkisar antara Rp600.000 hingga Rp700.000 per kendaraan. Perjalanan biasanya dimulai sekitar pukul 03.00 dini hari. Pada jam tersebut, kondisi jalan masih gelap dengan suhu udara yang sangat dingin dan kabut tebal khas kawasan pegunungan Bromo.
Wisatawan disarankan mengenakan jaket tebal atau pakaian hangat untuk menjaga kenyamanan selama perjalanan menuju lokasi sunrise.
Ratusan Anak Tangga dan Suhu Ekstrem
Sekitar pukul 03.30 WIB, rombongan wisatawan mulai tiba di area Bukit Cinta. Namun perjuangan belum selesai. Untuk mencapai titik pandang utama, pengunjung masih harus menaiki ratusan anak tangga.
Di sepanjang jalur tangga, pengunjung dapat berhenti sejenak untuk berfoto karena tersedia beberapa spot menarik. Suhu udara di area ini terasa semakin dingin, namun wisatawan tak perlu khawatir. Banyak pedagang lokal yang menjajakan syal dan jaket tebal bagi pengunjung yang membutuhkan perlengkapan tambahan.
Sunrise Gunung Bromo yang Ikonik
Menjelang pagi, kawasan Bukit Cinta semakin dipadati wisatawan. Semua menanti momen yang paling ditunggu dalam wisata Gunung Bromo, yakni sunrise. Perlahan langit mulai berubah warna, dari gelap menjadi kemerahan, lalu kekuningan.
Seiring matahari naik, panorama Gunung Bromo dan Gunung Batok terlihat semakin jelas. Langit biru berpadu dengan siluet pegunungan menciptakan pemandangan alam yang memukau. Banyak wisatawan mengabadikan momen ini menggunakan kamera maupun ponsel.
Keindahan sunrise Bromo kerap disebut sebagai salah satu yang terbaik di Indonesia. Perpaduan warna langit, kabut tipis, serta bentang alam yang luas menjadi pengalaman visual yang sulit dilupakan.
Menyusuri Pasir Berbisik
Usai menikmati sunrise di Bukit Cinta, perjalanan dilanjutkan menuju kawasan Pasir Berbisik. Hamparan pasir luas ini dikenal unik karena konon mengeluarkan suara menyerupai bisikan saat tertiup angin.
Dari area ini, pemandangan Gunung Bromo tampak semakin dekat dan megah. Gunung Batok juga terlihat berdampingan, menambah kesan dramatis lanskap kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.
Menuju Kawah Bromo: Jalan Kaki atau Naik Kuda
Dari area parkir Jeep, wisatawan yang ingin menuju kawah Bromo memiliki dua pilihan. Pertama, berjalan kaki melewati lautan pasir. Kedua, menyewa kuda yang disediakan warga setempat.
Biaya sewa kuda untuk satu kali perjalanan menuju kawah Bromo dipatok sekitar Rp200.000. Pilihan ini kerap diminati wisatawan yang ingin pengalaman berbeda tanpa harus berjalan jauh.
Destinasi Favorit Sepanjang Tahun
Wisata Gunung Bromo hingga kini tetap menjadi destinasi unggulan Jawa Timur. Selain panorama alamnya yang menawan, akses wisata yang semakin tertata membuat kawasan ini ramah bagi berbagai kalangan wisatawan.
Dengan sunrise ikonik, Bukit Cinta, Pasir Berbisik, hingga kawah Bromo, tak heran jika destinasi ini selalu masuk daftar wajib kunjung bagi pencinta wisata alam.
Editor : Kirana Meigita Luciana Rani