Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Pendakian Gunung Merbabu via Suwanting: Jalur Sabana Terindah dengan Panorama Samudra Awan, Ini Cerita Lengkap dari Basecamp hingga Puncak Triangulasi

Kirana Meigita Luciana Rani • Jumat, 23 Januari 2026 | 20:40 WIB

Pendakian Gunung Merbabu via Suwanting menawarkan jalur sabana indah, samudra awan, dan cerita lengkap dari basecamp hingga puncak.
Pendakian Gunung Merbabu via Suwanting menawarkan jalur sabana indah, samudra awan, dan cerita lengkap dari basecamp hingga puncak.

RADAR TULUNGAGUNG-  Gunung Merbabu dikenal sebagai salah satu gunung terindah di Pulau Jawa. Dengan ketinggian 3.142 mdpl, gunung yang berada di wilayah Magelang, Boyolali, dan Semarang ini menyimpan lanskap sabana luas, jalur pendakian menawan, serta panorama pegunungan yang memikat.

Salah satu jalur yang kini makin populer adalah pendakian Gunung Merbabu via Suwanting, yang dikenal ramah pendaki dan menyuguhkan pemandangan kelas nasional.

Perjalanan pendakian Gunung Merbabu via Suwanting dalam cerita ini dimulai dari Bandung menuju Yogyakarta menggunakan kereta api. Setibanya di Stasiun Tugu Yogyakarta sekitar pukul 05.10 WIB, rombongan melanjutkan perjalanan dengan mobil carter menuju Basecamp Suwanting di Magelang. Biaya carter mobil Avanza saat itu mencapai Rp500 ribu per kendaraan.

Baca Juga: Wisata Gunung Kelut Kediri: Tiket Murah, Jalan Misteri Viral, hingga Pesona Kawah Tosca yang Bikin Takjub Pengunjung

Akses Menuju Basecamp Suwanting

Setelah tiba di basecamp pada malam hari, pendaki beristirahat sebelum memulai pendakian keesokan paginya. Dari basecamp, tersedia jasa ojek menuju titik awal pendakian dengan tarif sekitar Rp10 ribu per orang.

Jaraknya cukup dekat, namun jalur menanjak membuat ojek menjadi pilihan efektif untuk menghemat tenaga sebelum tracking panjang.

Registrasi ulang dilakukan di pos awal sebelum memasuki pintu rimba. Seperti tradisi pendakian pada umumnya, doa bersama dipanjatkan agar perjalanan diberi kelancaran, cuaca cerah, dan keselamatan hingga turun gunung.

Baca Juga: Gerakan Senyap Persib Bandung: Pelupessy Diragukan, Kongolo Menguat, Barba Dipastikan Bertahan

Trek Awal Landai hingga Pos 1

Pendakian dimulai menuju Pos 1 Lembah Lempung yang berada di ketinggian sekitar 1.560 mdpl. Jalur awal terbilang landai dengan trek lebar dan tertata rapi. Penanda jarak berupa patok kilometer memudahkan pendaki memantau progres perjalanan.

Selepas Pos 1, jalur masih relatif bersahabat meski jarak menuju Lembah Cemoro sekitar 4,6 kilometer. Vegetasi hutan pinus dan pemandangan terbuka mulai menemani langkah pendaki, membuat lelah terasa lebih ringan.

Jalur Menanjak Menuju Pos 2 dan Lembah Manding

Memasuki area Lembah Mito dan menuju Pos 2, kontur jalur mulai berubah. Trek semakin menanjak dengan dominasi tanah merah. Di musim hujan, jalur ini dikenal licin sehingga kewaspadaan ekstra sangat dibutuhkan.

Meski begitu, keindahan alam membayar setiap langkah. Pendaki disuguhi panorama sabana luas dan pemandangan gunung-gunung di kejauhan. Salah satu titik favorit adalah Lembah Manding, yang kerap disebut memiliki nuansa “Korea look” karena hamparan rumput dan lanskap terbukanya.

Baca Juga: Ledakan Wisatawan di Tahun Baru 2026, Wisata Gunung Dempo Dipadati Ribuan Pengunjung dari Berbagai Daerah

Samudra Awan dan Cuaca Dramatis

Keunikan pendakian Gunung Merbabu via Suwanting terasa saat cuaca berubah drastis. Dari kabut tebal, tiba-tiba langit cerah memperlihatkan hamparan samudra awan yang menakjubkan. Pemandangan ini bahkan sudah bisa dinikmati sebelum mencapai Pos 3.

Sayangnya, pendaki tidak sempat menikmati matahari terbenam di area camp karena waktu tempuh yang cukup panjang. Namun keindahan alam tetap menjadi pengalaman tak terlupakan.

Puncak Suwanting hingga Triangulasi

Pendaki tiba di Puncak Suwanting menjelang pagi dengan angin yang masih cukup kencang. Matahari terbit baru terlihat sekitar pukul 07.19 WIB. Dari Puncak Suwanting, perjalanan menuju Puncak Triangulasi membutuhkan waktu sekitar 30 menit hingga satu jam tergantung kondisi fisik dan cuaca.

Baca Juga: Kondisi Korban Luka Bus Harapan Jaya di Kediri Terungkap, Empat Orang Dilarikan ke Rumah Sakit

Puncak Triangulasi sebagai titik tertinggi Gunung Merbabu terpantau cukup ramai, terutama karena pendakian dilakukan saat akhir pekan. Meski demikian, panorama 360 derajat dari puncak tetap menjadi highlight utama perjalanan.

Camping Santai 3 Hari 2 Malam

Berbeda dari pendakian singkat, perjalanan ini diakhiri dengan konsep camping santai selama 3 hari 2 malam. Pendaki memasak berbagai menu sederhana seperti tempe orek, ayam cabe-cabean, hingga cilok kuah hangat yang terasa nikmat di suhu dingin gunung.

Pendakian Gunung Merbabu via Suwanting bukan hanya soal mencapai puncak, tetapi juga menikmati setiap proses, kebersamaan, dan keindahan alam yang luar biasa di sepanjang jalur.

Baca Juga: Wisata Gunung Bromo Tak Pernah Sepi, Perjalanan Dini Hari ke Bukit Cinta hingga Pasir Berbisik Bikin Turis Terpukau

Editor : Kirana Meigita Luciana Rani
#Gunung Merbabu #Camping Gunung Merbabu #Pendakian Gunung Merbabu via Suwanting