Fakta wisata Desa Penglipuran, Desa Terbersih di Dunia Versi UNESCO yang Bikin Wisatawan Dunia Kagum
Dinar Ananda Putri• Jumat, 23 Januari 2026 | 21:20 WIB
Mengungkap fakta Desa Penglipuran desa terbersih di dunia versi UNESCO, dari tata ruang adat, kebersihan, hingga hutan bambu sakral.
RADAR TULUNGAGUNG - Nama Desa Penglipuran desa terbersih di dunia kembali mencuri perhatian publik. Desa adat yang terletak di Kabupaten Bangli, Bali, ini disebut sebagai satu-satunya desa di Indonesia yang masuk daftar tiga desa paling bersih dan paling rapi di dunia versi UNESCO. Klaim tersebut bukan sekadar promosi wisata, melainkan hasil dari konsistensi panjang masyarakatnya dalam menjaga budaya, tata ruang, dan lingkungan.
Desa Penglipuran berada di ketinggian sekitar 600–700 meter di atas permukaan laut dengan suhu sejuk berkisar 18–25 derajat Celsius. Berjarak sekitar 45 kilometer dari Kota Denpasar, desa ini menawarkan suasana tenang, bersih, dan tertata rapi sejak pengunjung pertama kali menginjakkan kaki. Jalan utama desa steril dari kendaraan bermotor. Tidak ada mobil maupun sepeda motor melintas. Semua aktivitas dilakukan dengan berjalan kaki.
Desa Penglipuran dan Tata Ruang Tradisional Bali
Keunikan Desa Penglipuran desa terbersih di dunia tidak lepas dari penerapan konsep tata ruang tradisional Bali yang disebut Tri Mandala. Konsep ini membagi wilayah desa menjadi tiga zona utama berdasarkan tingkat kesuciannya.
Zona tertinggi disebut Utama Mandala, yang difungsikan sebagai area pura dan tempat ibadah utama. Di titik ini berdiri Pura Desa yang menjadi pusat kegiatan spiritual warga. Dari area ini, pandangan lurus mengarah ke pemukiman dan berujung pada area pemakaman di bagian bawah desa.
Zona tengah disebut Madya Mandala, yang menjadi kawasan pemukiman warga. Sekitar 70 rumah berjajar rapi dengan bentuk gerbang yang hampir seragam. Keseragaman ini bukan hasil penyeragaman modern, melainkan warisan turun-temurun dari leluhur. Di sinilah kehidupan sehari-hari warga berlangsung, termasuk aktivitas wisata seperti homestay, kuliner tradisional, hingga penyewaan pakaian adat Bali.
Sementara zona terbawah adalah Nista Mandala, yang difungsikan sebagai area pemakaman. Penempatan ini mencerminkan filosofi keseimbangan hidup masyarakat Bali, di mana setiap ruang memiliki fungsi dan nilai kesuciannya masing-masing.
Rumah Tradisional yang Menyatu dengan Alam
Setiap rumah di Desa Penglipuran memiliki halaman luas dengan beberapa bangunan terpisah. Terdapat dapur tradisional berbahan bambu, bale-bale, pura keluarga, serta ruang tidur. Menariknya, dapur tradisional masih menggunakan tungku kayu bakar dan berfungsi ganda sebagai tempat tidur orang tua, sebuah tradisi lama yang tetap dipertahankan hingga kini.
Material bangunan sebagian besar berasal dari bambu, mulai dari dinding hingga atap yang terdiri dari lima lapisan untuk mencegah kebocoran. Inilah bukti bahwa kearifan lokal mampu menjawab kebutuhan fungsional sekaligus estetika.
Sistem Kebersihan yang Disiplin dan Berkelanjutan
Predikat Desa Penglipuran desa terbersih di dunia tidak datang tanpa usaha. Warga menerapkan sistem pengelolaan sampah yang ketat dengan pemisahan sampah organik dan nonorganik. Tidak terlihat sampah berserakan di jalan desa. Kesadaran kolektif warga menjadi kunci utama keberhasilan menjaga kebersihan.
Selain itu, kegiatan bersih-bersih rutin masih dilakukan, bahkan diumumkan secara adat kepada warga. Peran perempuan desa dalam menjaga kebersihan lingkungan juga sangat menonjol.
Hutan Bambu Sakral Penjaga Ekosistem
Sekitar 45 hektare dari total luas desa lebih dari 100 hektare merupakan hutan bambu adat. Hutan ini dianggap sebagai pelindung desa sekaligus cadangan air alami. Bambu tidak boleh ditebang sembarangan dan hanya boleh diambil pada hari dan bulan tertentu berdasarkan kalender adat.
Hutan bambu ini juga menjadi habitat berbagai jenis burung dan serangga, menciptakan keseimbangan ekosistem yang terjaga. Selain hutan bambu, terdapat pula hutan adat sakral yang tidak boleh dirusak karena diyakini dapat membawa dampak buruk bagi desa.
Destinasi Wisata Dunia Berbasis Budaya
Kini, Desa Penglipuran desa terbersih di dunia menjadi destinasi favorit wisatawan lokal maupun mancanegara. Pengunjung bebas memasuki area rumah warga saat jam kunjungan wisata. Banyak warga membuka homestay tanpa menghilangkan nilai tradisional rumah adat mereka.
Popularitas desa ini membuktikan bahwa pelestarian budaya dan lingkungan bukan hambatan bagi pariwisata, melainkan justru menjadi daya tarik utama. Desa Penglipuran menjadi contoh nyata bahwa harmoni antara manusia, alam, dan tradisi mampu menghadirkan kesejahteraan berkelanjutan.