Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Suasana Ubud Bali Terkini Awal 2026: Jalan Monkey Forest hingga Gotama Lebih Lengang, Cocok untuk Healing

Dinar Ananda Putri • Jumat, 23 Januari 2026 | 21:55 WIB

 

Suasana Ubud Bali terkini awal 2026 lebih lengang. Jalan Monkey Forest, Pasar Seni, hingga Gotama cocok untuk healing dan jalan santai.
Suasana Ubud Bali terkini awal 2026 lebih lengang. Jalan Monkey Forest, Pasar Seni, hingga Gotama cocok untuk healing dan jalan santai.

RADAR TULUNGAGUNG - Suasana Ubud Bali terkini pada awal 2026 menunjukkan perubahan yang cukup mencolok dibanding tahun-tahun sebelumnya. Kawasan wisata yang identik dengan ketenangan, seni, dan budaya ini kini terasa lebih lengang, meski masih menyimpan pesona khas yang selalu dirindukan wisatawan.

Pantauan di lapangan pada pertengahan Januari menunjukkan arus lalu lintas di Ubud masih berjalan padat di beberapa titik, terutama pada jam makan siang sekitar pukul 12.00 WITA. Namun, kepadatan tersebut lebih disebabkan oleh sempitnya ruas jalan dibanding lonjakan jumlah wisatawan. Cuaca di Ubud sendiri cenderung mendung, meski pagi hari sempat cerah.

Jalan Pengosekan hingga Monkey Forest

Perjalanan virtual dimulai dari Jalan Pengosekan, salah satu ruas utama yang menjadi favorit wisatawan untuk menginap. Di sepanjang jalan ini berjajar restoran, kafe, bar, coffee shop, hingga penginapan ramah kantong. Suasana Ubud Bali terkini di kawasan ini masih hidup, meski tidak seramai musim liburan sebelumnya.

Memasuki Jalan Monkey Forest, lalu lintas tampak lebih padat. Kawasan ini memang menjadi sentral pergerakan wisatawan karena menghubungkan berbagai destinasi populer. Wisatawan terlihat berjalan kaki di trotoar, sementara kendaraan roda dua dan mobil bergerak perlahan. Aktivitas wisata tetap berjalan, namun dengan intensitas yang lebih rendah.Baca Juga: Persija Jakarta Tancap Gas di Bursa Transfer, Bidik Juara Super League 2025–2026

Wisatawan Asing Masih Mendominasi

Meski jumlah wisatawan domestik terlihat menurun, turis asing masih mendominasi kawasan Ubud. Wisatawan dari Jepang, India, Korea, hingga Eropa tampak menikmati suasana dengan berjalan kaki atau menggunakan sepeda motor. Ubud tetap menjadi pilihan bagi wisatawan asing yang ingin merasakan sisi Bali yang lebih tenang dan kental budaya.

Banyak dari mereka memilih menginap di area Monkey Forest, Jalan Gotama, dan gang-gang kecil di sekitarnya karena jaraknya yang dekat dengan pusat Ubud. Akses mudah ke restoran, pasar seni, dan objek wisata menjadi alasan utama.

Pasar Seni Ubud dan Puri Saren

Memasuki area Pasar Seni Ubud dan Puri Saren, kepadatan kendaraan kembali terasa. Kawasan ini memang menjadi simpul lalu lintas karena menghubungkan jalur menuju Campuhan, Tegalalang, hingga Denpasar. Namun, jumlah pengunjung pasar tampak lebih sepi dibanding periode yang sama tahun lalu.

Beberapa wisatawan terlihat berburu oleh-oleh, sementara sebagian lainnya duduk santai menikmati suasana. Puri Saren Ubud masih menjadi daya tarik, terutama bagi wisatawan yang ingin melihat langsung peninggalan sejarah kerajaan Ubud dan menikmati pertunjukan seni saat sore hari.

Jalan Kajeng, Alternatif Belanja dan Healing

Jalan Kajeng menjadi salah satu ruas yang tetap menarik perhatian. Selain deretan toko oleh-oleh, jalan ini dikenal sebagai jalur jogging dan akses menuju persawahan. Jalan yang dulu becek kini tertata rapi berkat partisipasi wisatawan dan warga yang ikut berkontribusi dalam perbaikan infrastruktur.

Bagi wisatawan yang ingin mencari oleh-oleh dengan harga lebih terjangkau, Jalan Kajeng menjadi alternatif menarik. Interaksi langsung dengan pedagang lokal memberikan pengalaman berbeda dibanding belanja di area utama.

Romantisme Jalan Gotama

Suasana Ubud Bali terkini semakin terasa di Jalan Gotama. Jalan sempit yang hanya bisa dilalui pejalan kaki dan sepeda motor ini dipenuhi penginapan kecil, homestay warga, serta restoran bergaya tradisional. Suasananya tenang, romantis, dan jauh dari hiruk-pikuk kendaraan besar.

Jalan Gotama tetap menjadi favorit wisatawan asing yang ingin menginap dekat pusat Ubud tanpa kehilangan nuansa lokal. Banyak wisatawan terlihat berjalan santai sambil menikmati arsitektur tradisional dan pepohonan rindang.

Upacara Adat dan Kehidupan Lokal

Di beberapa titik, wisatawan berkesempatan menyaksikan upacara adat Bali. Penjor berukuran besar menghiasi jalan, sementara pecalang mengatur lalu lintas. Momen ini menjadi daya tarik tersendiri yang memperlihatkan kehidupan spiritual masyarakat Ubud yang masih terjaga.

Meski ada keluhan terkait kabel semrawut dan trotoar yang belum optimal, keramahan warga lokal tetap menjadi nilai utama Ubud. Wisatawan bercampur dengan warga dalam suasana yang natural dan bersahabat.

Wisata Menurun, Ubud Tetap Memikat

Secara umum, suasana Ubud Bali terkini menunjukkan penurunan jumlah wisatawan pada awal 2026. Faktor harga tiket pesawat yang tinggi disebut menjadi salah satu penyebab. Meski demikian, kondisi ini justru membuat Ubud lebih nyaman bagi wisatawan yang mencari ketenangan, healing, dan eksplorasi budaya.

 

Editor : Dinar Ananda Putri
#Ubud terkini #pasar seni ubud #wisata bali #Suasana Ubud Bali #Jalan Monkey Forest