MALANG - Wisata dekat Stasiun Malang Kota Baru menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang datang ke Kota Malang menggunakan kereta api.
Tanpa perlu kendaraan, pelancong bisa mengeksplor berbagai destinasi menarik hanya dengan berjalan kaki.
Mulai dari wisata sejarah, kampung tematik, pasar kuliner, hingga ruang terbuka hijau, semuanya berada dalam radius sekitar satu kilometer dari stasiun utama Kota Malang tersebut.
Tren wisata dekat Stasiun Malang Kota Baru ini semakin diminati karena praktis dan hemat waktu.
Wisatawan bisa langsung turun dari kereta, menyimpan barang di penginapan sekitar stasiun, lalu menjelajah kota dengan santai.
Selain ramah bagi backpacker, konsep ini juga cocok untuk wisata singkat atau transit singkat di Malang.
Berdasarkan penelusuran dari konten perjalanan di YouTube, setidaknya terdapat delapan spot wisata dekat Stasiun Malang Kota Baru yang paling sering dikunjungi dan mudah dijangkau dengan jalan kaki.
Delapan destinasi ini menawarkan pengalaman berbeda yang menggambarkan wajah Kota Malang secara utuh.
Alun-Alun Tugu Malang, Landmark Bersejarah Kota
Destinasi terdekat dari Stasiun Malang Kota Baru adalah Alun-Alun Tugu Malang. Jaraknya sekitar 350 meter atau hanya lima menit berjalan kaki.
Berlokasi di Jalan Tugu, kawasan ini merupakan salah satu ikon Kota Malang sejak era kolonial Belanda.
Tugu Monumen yang berada di tengah taman menjadi latar favorit untuk berfoto, terutama dengan bangunan pemerintahan berarsitektur klasik di sekitarnya.
Kampung Warna-Warni Jodipan dan Kampung Tridi
Sekitar 500 meter ke arah selatan stasiun, wisatawan akan menemukan Kampung Warna-Warni Jodipan dan Kampung Tridi.
Dua kampung tematik ini dikenal dengan mural warna-warni dan lukisan 3D yang menghiasi dinding rumah warga.
Keduanya buka setiap hari dan menjadi destinasi ikonik Kota Malang yang kerap disamakan dengan mini Santorini versi penuh warna.
Pasar Klojen, Surga Kuliner Dekat Stasiun
Bagi pencinta kuliner, Pasar Klojen wajib masuk daftar kunjungan.
Lokasinya sekitar 500 meter ke arah utara dari stasiun. Pasar ini dikenal sebagai pusat jajanan tradisional dan makanan legendaris Malang.
Mulai dari jajanan jadul hingga kuliner kekinian, semuanya tersedia dengan harga terjangkau.
Pasar Splendid, Wisata Hobi dan Hewan Peliharaan
Pasar Splendid terletak sekitar 700 meter dari Stasiun Malang Kota Baru.
Berbeda dari pasar biasa, tempat ini dikenal sebagai pusat penjualan hewan peliharaan dan perlengkapannya.
Selain burung dan ikan hias, tersedia pula kios bunga yang menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung.
Rombengan Malam atau Pasar Maling
Saat malam tiba, wisatawan bisa mengunjungi Rombengan Malam di Jalan Gatot Subroto.
Pasar ini menjual aneka barang loak dan pakaian dengan harga murah.
Suasana malam yang ramai menjadikannya tempat favorit berburu barang unik sambil menikmati vibes Kota Malang.
Kayutangan Heritage, Nuansa Kota Lawas
Kayutangan Heritage membentang di sepanjang Jalan Basuki Rahmat dan berjarak sekitar 1,1 kilometer dari stasiun.
Kawasan ini menawarkan suasana Kota Malang tempo dulu dengan deretan bangunan bersejarah, kafe vintage, serta mural artistik.
Pada akhir pekan, kawasan ini semakin hidup dengan kehadiran musik jalanan.
Alun-Alun Merdeka Malang
Tak jauh dari Kayutangan, terdapat Alun-Alun Merdeka Malang.
Ruang terbuka hijau ini menjadi tempat favorit warga untuk bersantai.
Dengan fasilitas lengkap dan lokasi strategis dekat pusat perbelanjaan, alun-alun ini selalu ramai dikunjungi, terutama pada sore dan malam hari.
Klenteng Eng An Kiong, Bangunan Ibadah Tertua
Spot terakhir adalah Klenteng Eng An Kiong di kawasan Kota Lama.
Klenteng tertua di Kota Malang ini memiliki arsitektur khas Tionghoa dengan dominasi warna merah yang mencolok.
Selain nilai sejarah, kawasan sekitar klenteng juga terkenal dengan kuliner legendaris yang patut dicoba.
Dengan banyaknya pilihan wisata dekat Stasiun Malang Kota Baru, Kota Malang menawarkan pengalaman wisata kota yang lengkap tanpa perlu kendaraan.
Konsep jalan kaki ini menjadi solusi praktis sekaligus menyenangkan bagi wisatawan yang ingin menikmati Malang secara lebih dekat.
Editor : Eka Putri Wahyuni