BANYUWANGI – Liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025 mulai terasa dampaknya di sejumlah destinasi wisata Jawa Timur. Salah satu lokasi yang mengalami lonjakan kunjungan adalah Grand Watu Dodol Banyuwangi atau yang dikenal dengan singkatan GWD. Pantai wisata yang berada di jalur strategis Banyuwangi ini kembali ramai dipadati pengunjung dari berbagai daerah, bahkan wisatawan mancanegara.
Suasana pantai terlihat lebih hidup dibanding hari biasa. Area parkir dipenuhi kendaraan wisatawan yang datang bersama keluarga maupun rombongan. Pengelola menyebut jumlah pengunjung meningkat signifikan sejak memasuki masa libur panjang Nataru 2025.
Kondisi ini membuat Grand Watu Dodol Banyuwangi menjadi salah satu destinasi favorit bagi wisatawan lokal maupun luar daerah yang ingin menikmati pantai sekaligus pengalaman wisata bahari. Tak hanya menikmati panorama laut, wisatawan juga menjadikan lokasi ini sebagai pintu menuju beberapa spot populer di sekitarnya.
Pengunjung Grand Watu Dodol Banyuwangi Naik, Wisatawan dari Berbagai Kota Berdatangan
Reporter JTV dalam program Jelajah Destinasi Wisata Jawa Timur 2025 melaporkan, pengunjung yang datang ke GWD tidak hanya berasal dari Banyuwangi. Banyak wisatawan datang dari Solo, Jogja, Malang, Surabaya, hingga kota-kota lain.
Salah satu wisatawan asal Solo, Ilham, mengaku sudah beberapa kali berkunjung ke Banyuwangi dan kembali memilih Grand Watu Dodol karena suasananya nyaman untuk liburan keluarga.
“Tempatnya enak, strategis, cocok buat bersama keluarga,” ujarnya saat ditemui di lokasi.
Ilham juga menyebut dirinya sudah tiga kali datang ke Grand Watu Dodol. Ia menilai pantai ini memiliki daya tarik tersendiri karena mudah dijangkau dan menawarkan berbagai aktivitas wisata yang tidak monoton.
20 Persen Pengunjung Disebut Turis Asing, Lanjut Trip ke Tabuhan dan Menjangan
Menariknya, pengelola menyebut sekitar 20 persen pengunjung Grand Watu Dodol Banyuwangi merupakan wisatawan asing. Mereka umumnya menjadikan GWD sebagai titik singgah sebelum melanjutkan perjalanan wisata ke Pulau Tabuhan dan Menjangan.
Kehadiran turis asing ini turut memberi sinyal positif bagi sektor pariwisata Banyuwangi, khususnya pada momen liburan Nataru yang identik dengan lonjakan wisatawan.
Selain itu, peningkatan jumlah pengunjung juga berdampak langsung pada perputaran ekonomi masyarakat sekitar. Warga yang berjualan makanan, minuman, hingga penyedia jasa wisata ikut merasakan kenaikan pendapatan karena pantai lebih ramai dari biasanya.
Ketua Pokdwis Banyuwangi: Estimasi Kunjungan Naik 40 Persen Jelang Tahun Baru
Ketua Asosiasi Kelompok Sadar Wisata (Pokdwis) Kabupaten Banyuwangi, Abdul Aziz, menyampaikan bahwa tren kunjungan ke Pantai Grand Watu Dodol sudah menunjukkan peningkatan sejak awal libur.
“Pengunjung yang datang ke Pantai Grand Watu Dodol ini sudah mulai ada peningkatan. Estimasi 40 persen,” kata Abdul Aziz.
Ia memprediksi jumlah tersebut masih berpotensi naik menjelang puncak libur Tahun Baru. Menurutnya, pola kunjungan saat Nataru biasanya meningkat bertahap dan memuncak mendekati pergantian tahun.
Fasilitas Snorkeling hingga Diving, Trip Pulau Tabuhan Capai 40 Kapal per Hari
Untuk mendukung kenyamanan wisatawan, pengelola menyiapkan berbagai fasilitas wisata bahari. Abdul Aziz menyebut salah satu aktivitas yang ramai di Grand Watu Dodol adalah trip menuju pulau.
“Karena di Grand Watu Dodol ini yang ramai adalah trip ke pulau,” ujarnya.
Selain trip pulau, wisatawan juga bisa menikmati snorkeling dan diving. Peralatan snorkeling disebut sudah disiapkan lengkap untuk memenuhi kebutuhan pengunjung yang ingin menjelajah keindahan bawah laut.
Abdul Aziz menjelaskan, sejak beberapa hari terakhir, jumlah kapal yang beroperasi untuk trip wisata mencapai puluhan unit.
“Mulai kemarin sudah 40 kapal tiap hari,” ungkapnya.
Kapal-kapal tersebut rata-rata membawa sekitar 10 penumpang per perjalanan. Mayoritas wisatawan yang ikut trip pulau berasal dari luar kota, seperti Bandung, Surabaya, hingga Jakarta.
GWD Dorong Konsep Konservasi dan Edukasi Lingkungan
Tak hanya menawarkan wisata pantai, Grand Watu Dodol Banyuwangi juga mengusung konsep konservasi. Abdul Aziz berharap wisata alam di GWD tetap terjaga dan semakin berkembang dengan pendekatan edukasi.
Ia menyebut wisatawan bisa belajar tentang pelestarian lingkungan, termasuk edukasi menanam terumbu karang dan menjaga ekosistem laut.
Konsep wisata edukasi ini diharapkan membuat Grand Watu Dodol bukan hanya ramai saat liburan, tetapi juga memiliki nilai keberlanjutan untuk jangka panjang.
Abdul Aziz juga menyampaikan dirinya baru menerima penghargaan sebagai pelestari lingkungan dari tingkat Provinsi Jawa Timur. Ia berharap penghargaan tersebut menjadi pemacu agar wisata GWD terus berkembang tanpa mengorbankan kelestarian alam.
Dengan meningkatnya kunjungan wisata saat libur Nataru, Grand Watu Dodol Banyuwangi kembali membuktikan diri sebagai salah satu destinasi unggulan Jawa Timur yang mampu menarik wisatawan domestik hingga mancanegara.
Editor : Natasha Eka Safrina