PACITAN – Pantai Klayar Pacitan kembali jadi magnet wisatawan saat libur panjang Lebaran. Destinasi pantai paling hits di Kota Pacitan ini ramai dipadati pengunjung pada H+2 Lebaran, dengan pemandangan khas Samudra Hindia, tebing karang eksotis, hingga fenomena unik “seruling samudra” yang bikin wisatawan betah berlama-lama.
Pantai Klayar berada di Kecamatan Donorojo, tepatnya di Desa Sendang. Dari pusat Kota Pacitan, waktu tempuh menuju lokasi berkisar 45 menit hingga 1 jam, baik menggunakan motor maupun mobil. Sepanjang perjalanan, wisatawan akan melewati jalur yang berkelok-kelok, naik turun, namun tetap nyaman karena kondisi jalan tergolong lebar dan memungkinkan kendaraan berpapasan dengan aman.
Meski demikian, wisatawan diimbau memastikan kendaraan dalam kondisi prima. Medan menuju Pantai Klayar cukup menantang karena banyak tanjakan dan turunan, terutama menjelang pintu masuk kawasan wisata.
Setibanya di gerbang masuk, pengunjung langsung diarahkan ke loket pembelian tiket. Dalam suasana libur Lebaran, tarif masuk yang tercatat dalam perjalanan wisata kali ini mencapai Rp17.000 per orang. Nominal tersebut disebut berlaku pada momen libur panjang, sementara pada hari biasa tarif bisa lebih murah.
Baca Juga: Pantai Malang Selatan Terindah yang Wajib Kamu Tahu, Dari Banyu Meneng hingga Kondang Merak
Untuk kendaraan, akses menuju pantai juga berbeda. Motor masih bisa turun mendekati area pantai, sementara mobil dan bus harus parkir di area kanan karena jalur menuju bibir pantai cukup curam dan berisiko jika dipaksakan.
Begitu memasuki kawasan wisata, wisatawan langsung disambut panorama laut lepas Samudra Hindia yang terlihat luas membentang. Di titik ini pula terdapat tulisan besar “Pantai Klayar” yang menjadi salah satu spot foto favorit. Saat kondisi ramai, terlihat pula kendaraan pikap yang melintas, diduga milik warga atau pengelola setempat.
Di area wisata, tersedia banyak layanan penunjang untuk wisatawan. Salah satunya adalah ojek, yang menjadi solusi bagi pengunjung yang datang menggunakan mobil dan parkir di atas, tetapi tetap ingin turun hingga dekat pantai tanpa harus berjalan jauh.
Selain itu, Pantai Klayar juga menyediakan persewaan ATV atau motor roda empat yang kerap menarik perhatian wisatawan. Aktivitas ini menjadi salah satu hiburan tambahan, terutama saat pantai ramai karena liburan panjang.
Keramaian Pantai Klayar pada H+2 Lebaran benar-benar terasa. Pengunjung memadati area pasir dan jalur utama, bahkan disebut seperti “lautan manusia”. Namun di balik ramainya suasana, pantai ini tetap memberikan pengalaman wisata yang unik karena karakter alamnya berbeda dibanding pantai lain di Pacitan.
Di sepanjang jalan menuju area pantai, deretan UMKM tampak aktif berjualan. Ada yang menjual makanan, camilan, minuman, hingga souvenir seperti baju dan topi. Kehadiran UMKM ini menjadi nilai tambah karena wisatawan bisa menikmati wisata sekaligus mendukung ekonomi lokal.
Salah satu tujuan utama wisatawan di Pantai Klayar adalah spot bebatuan ikonik di sisi timur pantai. Batu karang ini terkenal karena bentuknya yang disebut mirip patung Sphinx di Mesir. Banyak pengunjung datang khusus untuk melihat langsung dan mengabadikan foto di lokasi tersebut.
Bebatuan besar itu disebut terbentuk secara alami melalui proses erosi angin dan ombak selama ratusan tahun. Karena itulah, bentuknya terlihat unik dan menjadi ciri khas Pantai Klayar yang sulit ditemukan di tempat lain.
Saat mendekati area batu karang, wisatawan diimbau untuk ekstra hati-hati. Jalur yang dilewati berupa bebatuan dengan genangan air dan lumut, sehingga cukup licin. Pengunjung disarankan berjalan pelan-pelan dan tidak terburu-buru, apalagi ketika pantai sedang ramai.
Meski berada dekat laut lepas, kondisi ombak pada momen kunjungan ini terpantau tidak terlalu besar. Hal itu membuat wisatawan lebih nyaman berjalan di sekitar bebatuan tanpa rasa khawatir berlebihan. Air laut di kawasan ini juga tampak berwarna biru kehijauan, menambah daya tarik visual terutama saat sore hari.
Dalam perjalanan ini, perekaman dilakukan sekitar pukul 14.30, saat matahari mulai bergeser menuju sore. Cahaya matahari dari arah barat membuat beberapa titik terasa silau, namun justru menciptakan suasana dramatis untuk menikmati pemandangan.
Tak hanya batu mirip Sphinx, Pantai Klayar juga memiliki fenomena alam yang paling ditunggu wisatawan, yaitu seruling samudra. Fenomena ini terjadi ketika air laut masuk ke celah batu, lalu menyembur ke atas seperti air mancur disertai bunyi siulan. Momen semburan air ini kerap dimanfaatkan wisatawan untuk foto dengan latar air mancur alami.
Keunikan tersebut membuat Pantai Klayar sering disebut sebagai pantai “wajib” saat berkunjung ke Pacitan. Banyak wisatawan mengaku akan menyesal jika melewatkan destinasi ini, karena kombinasi pantai, tebing karang, dan fenomena seruling samudra menjadikannya berbeda dari pantai-pantai lain.
Editor : Natasha Eka Safrina